Demam Tumbuh Gigi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

demam tumbuh gigi 1

Tumbuh gigi adalah salah satu tahap penting dalam perkembangan bayi yang biasanya dimulai antara usia 6 hingga 12 bulan. Proses ini bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan dan menantang bagi sebagian bayi, karena gigi-gigi kecil yang mulai muncul melalui gusi seringkali menyebabkan rasa tidak nyaman.

Tumbuh gigi juga disertai dengan sejumlah perubahan fisik dan perilaku, seperti rewel, suka mengunyah benda keras, atau nafsu makan yang menurun. Bagi orangtua, memahami tahap tumbuh gigi ini sangat penting agar bisa memberikan perhatian dan perawatan yang tepat untuk bayi mereka.

Salah satu hal yang sering dikaitkan dengan tumbuh gigi adalah fenomena demam tumbuh gigi. Istilah ini mengacu pada kondisi di mana bayi atau anak-anak mengalami demam ringan saat proses tumbuh gigi berlangsung.

Meskipun tidak semua bayi mengalami demam saat tumbuh gigi, kondisi ini cukup umum terjadi dan sering membuat orangtua khawatir. Demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi dan bisa berlangsung hanya beberapa hari, bersamaan dengan gejala tumbuh gigi lainnya, seperti iritabilitas dan pembengkakan pada gusi.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun demam tumbuh gigi sering dianggap sebagai bagian dari proses alami ini, orangtua tetap perlu berhati-hati dan memantau kondisi bayi secara keseluruhan.

Terkadang, gejala yang mirip dengan demam tumbuh gigi bisa juga disebabkan oleh infeksi atau penyakit lain. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda tumbuh gigi dan cara menghadapinya akan membantu orangtua merawat anak dengan lebih baik, serta mengurangi kecemasan yang mungkin timbul selama periode ini.

Table

Proses Tumbuh Gigi pada Anak

Tumbuh gigi adalah salah satu momen yang sangat dinantikan oleh orangtua, namun juga sering menjadi tantangan bagi bayi dan anak-anak. Proses ini menandakan perkembangan penting dalam tumbuh kembang anak, di mana gigi pertama mereka mulai muncul, memungkinkan mereka untuk mulai mengunyah makanan padat.

Meskipun tumbuh gigi adalah hal yang alami, proses ini bisa disertai dengan beberapa gejala yang membuat bayi merasa tidak nyaman. Untuk itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui kapan tumbuh gigi dimulai, urutan gigi yang muncul, serta tanda-tanda yang dapat dikenali selama proses ini.

Usia Rata-Rata Saat Bayi Mulai Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi biasanya dimulai pada usia sekitar 6 bulan, meskipun bisa berbeda-beda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Beberapa bayi mungkin mulai tumbuh gigi lebih awal, bahkan sejak usia 4 bulan, sementara yang lainnya mungkin baru mendapat gigi pertama mereka pada usia 12 bulan.

Gigi pertama yang muncul umumnya adalah gigi seri bawah, diikuti dengan gigi seri atas. Proses tumbuh gigi ini berlangsung secara bertahap, dengan gigi-gigi lainnya akan muncul selama beberapa bulan hingga anak berusia sekitar 3 tahun.

Urutan Gigi yang Tumbuh Pertama Kali

Urutan tumbuh gigi pada anak dimulai dengan gigi seri bawah yang muncul pertama kali, biasanya antara usia 6 hingga 10 bulan. Setelah itu, gigi seri atas muncul pada usia 8 hingga 12 bulan.

Gigi-gigi lainnya yang mengikuti adalah gigi taring, gigi geraham pertama (molar), dan akhirnya gigi geraham kedua. Secara umum, anak akan memiliki 20 gigi susu yang tumbuh sebelum usia 3 tahun.

Namun, urutan dan waktu tumbuh gigi ini bisa bervariasi pada setiap anak, dengan beberapa anak yang mungkin mengalami sedikit perbedaan dalam jadwal tumbuh gigi mereka.

Tanda-Tanda Umum Tumbuh Gigi pada Anak

Selama proses tumbuh gigi, anak dapat menunjukkan berbagai tanda yang mengindikasikan bahwa gigi-gigi mereka mulai muncul. Gejala umum yang sering terjadi termasuk peningkatan air liur, gusi yang bengkak atau kemerahan, dan anak yang lebih rewel atau cemas dari biasanya.

Beberapa bayi juga lebih suka mengunyah benda keras, seperti mainan gigi atau bahkan tangan mereka, untuk meredakan rasa sakit pada gusi. Selain itu, penurunan nafsu makan dan gangguan tidur juga sering dialami oleh anak yang sedang dalam proses tumbuh gigi.

Meskipun ini adalah bagian alami dari perkembangan anak, gejala-gejala ini bisa sangat mengganggu dan membutuhkan perhatian ekstra dari orangtua.

Baca juga: Perawatan Gigi Anak Berdasarkan Umur: Ini Saran Dokter Gigi

Gejala Demam Tumbuh Gigi

Proses tumbuh gigi pada anak tidak hanya membawa perubahan fisik yang terlihat, tetapi juga dapat menyebabkan sejumlah gejala yang membuat bayi atau anak merasa tidak nyaman.

Salah satu gejala yang sering muncul adalah demam ringan, yang seringkali membuat orangtua khawatir. Meskipun demam saat tumbuh gigi umumnya tidak berbahaya, penting untuk mengenali gejala lainnya dan memahami durasi serta cara mengatasi kondisi ini.

Demam Ringan (Biasanya Antara 37,5°C hingga 38°C)

Demam ringan adalah salah satu gejala umum yang sering dikaitkan dengan tumbuh gigi. Suhu tubuh anak bisa meningkat sedikit, biasanya berada di kisaran 37,5°C hingga 38°C.

Demam ini terjadi karena proses peradangan pada gusi yang sedang menekan gigi yang baru tumbuh. Meskipun suhu tubuh anak naik sedikit, demam ini umumnya tidak berlangsung lama dan tidak menyebabkan masalah kesehatan serius.

Namun, orangtua tetap perlu memantau suhu tubuh anak dan memberikan perhatian ekstra untuk menjaga kenyamanan mereka.

Gejala Lain yang Menyertai

Selain demam, gejala lain yang sering menyertai tumbuh gigi adalah rasa tidak nyaman yang ditimbulkan pada gusi. Gusi yang bengkak dan kemerahan adalah tanda umum bahwa gigi sedang berusaha untuk muncul ke permukaan.

Anak juga mungkin lebih rewel dan cenderung lebih mudah marah karena rasa sakit atau iritasi yang ditimbulkan. Selain itu, nafsu makan anak bisa berkurang, karena rasa sakit saat mengunyah membuat mereka enggan makan. Beberapa anak juga akan mencari benda keras atau mainan gigi untuk digigit, sebagai cara untuk meredakan rasa sakit yang timbul di gusi.

Durasi Demam pada Umumnya

Durasi demam yang terjadi selama tumbuh gigi biasanya cukup singkat, sekitar 1 hingga 3 hari. Demam yang timbul umumnya bersifat ringan dan akan mereda begitu gigi muncul atau gusi tidak lagi tertekan.

Namun, jika demam berlangsung lebih lama dari itu atau mencapai suhu yang lebih tinggi (di atas 38°C), disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, karena kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh infeksi atau masalah kesehatan lainnya.

Secara keseluruhan, meskipun demam tumbuh gigi bisa membuat orangtua cemas, kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah gigi bayi tumbuh.

Baca juga: Kapan Tumbuh Gigi Permanen? Ini Tanda dan Prosesnya

Cara Mengatasi Demam Tumbuh Gigi

Menghadapi demam yang timbul akibat tumbuh gigi pada bayi memang bisa membuat orangtua merasa khawatir. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala tersebut dan membuat bayi merasa lebih nyaman.

Mengatasi demam dan rasa sakit akibat tumbuh gigi umumnya tidak memerlukan perawatan medis yang intensif, kecuali jika ada gejala lain yang mengkhawatirkan.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu anak merasa lebih baik selama proses tumbuh gigi.

Pengobatan Rumahan untuk Meredakan Demam

Salah satu cara yang paling efektif untuk meredakan demam ringan pada bayi atau anak-anak adalah dengan memberikan kompres hangat atau dingin pada dahi atau tubuh mereka. Kompres ini dapat membantu menurunkan suhu tubuh tanpa memberikan rasa tidak nyaman pada anak.

Selain itu, penting untuk memastikan anak tetap terhidrasi dengan baik. Pemberian cairan yang cukup, seperti air putih, ASI, atau susu formula, dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan mencegah dehidrasi.

Jika anak merasa lebih rewel dan tidak bisa makan atau minum dengan baik, usahakan memberinya cairan dalam jumlah sedikit tetapi sering, agar mereka tetap terhidrasi.

Penggunaan Obat Penurun Demam

Jika demam bayi atau anak terasa lebih mengganggu dan tidak reda dengan kompres, obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan.

Namun, sangat penting untuk selalu memeriksa dosis yang sesuai dengan usia dan berat badan anak. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai dosis yang tepat untuk anak Anda. Jangan memberikan aspirin kepada anak di bawah usia 12 tahun, karena ini dapat meningkatkan risiko sindrom Reye, sebuah kondisi langka yang berbahaya.

Obat penurun demam dapat membantu mengurangi suhu tubuh dan memberi kenyamanan bagi anak, tetapi pastikan untuk tidak memberikan obat ini lebih dari yang dianjurkan dan selalu ikuti instruksi penggunaan.

Tips Meredakan Rasa Sakit pada Gusi

Selain demam, rasa sakit pada gusi adalah salah satu gejala yang paling mengganggu selama proses tumbuh gigi. Untuk meredakan rasa sakit tersebut, Anda bisa memberikan mainan gigi atau tether gigi yang dirancang khusus untuk digigit bayi.

Mainan ini sering kali memiliki permukaan yang dapat membantu menenangkan gusi yang bengkak dan nyeri. Anda juga dapat mengoleskan gel gigi khusus yang aman untuk bayi ke area gusi yang sakit; gel ini biasanya mengandung bahan-bahan yang bisa memberikan efek pendinginan atau mengurangi rasa sakit sementara.

Selain itu, pijatan lembut pada gusi bayi dengan jari yang bersih dapat membantu memberikan kenyamanan dan meredakan tekanan akibat gigi yang sedang tumbuh. Pastikan untuk memeriksa bahan-bahan pada gel gigi atau produk lain yang digunakan, agar sesuai dan aman untuk bayi Anda.

Baca juga: Rekomendasi Obat Sakit Gigi Anak yang Aman dan Ampuh

Perbedaan Antara Demam Tumbuh Gigi dan Demam karena Penyakit Lain

demam tumbuh gigi 2

Seringkali, demam yang muncul selama proses tumbuh gigi membuat orangtua bingung, terutama jika gejalanya mirip dengan demam yang disebabkan oleh infeksi atau penyakit lainnya.

Meskipun demam tumbuh gigi cukup umum dan biasanya bersifat ringan, ada beberapa perbedaan yang perlu diketahui untuk memastikan apakah demam yang dialami anak memang disebabkan oleh proses tumbuh gigi atau oleh kondisi lain yang lebih serius.

Memahami perbedaan gejala antara keduanya sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Perbedaan Gejala Demam Tumbuh Gigi dan Demam karena Infeksi

Demam Tumbuh Gigi umumnya ringan, dengan suhu tubuh yang berkisar antara 37,5°C hingga 38°C. Demam ini biasanya berlangsung singkat, sekitar 1 hingga 3 hari, dan sering kali disertai dengan gejala khas lainnya yang berkaitan dengan tumbuh gigi, seperti gusi yang bengkak dan kemerahan, peningkatan air liur, serta anak yang lebih rewel dan ingin mengunyah benda keras.

Selain itu, demam yang terjadi karena tumbuh gigi tidak disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti muntah, diare, atau kesulitan bernapas.

Demam karena Infeksi, di sisi lain, sering kali lebih tinggi dan berlangsung lebih lama dari demam yang disebabkan oleh tumbuh gigi. Demam akibat infeksi biasanya disertai dengan gejala lain yang lebih parah, seperti batuk, pilek, diare, muntah, atau bahkan perubahan perilaku yang signifikan pada anak, seperti tampak sangat lemas atau kehilangan nafsu makan yang parah.

Jika demam berlangsung lebih dari 3 hari atau melebihi 39°C, atau jika ada gejala tambahan yang menunjukkan infeksi, seperti ruam atau pembengkakan kelenjar getah bening, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan Harus Khawatir?

Meskipun demam ringan pada saat tumbuh gigi adalah hal yang normal, jika anak mengalami demam yang sangat tinggi (di atas 39°C) atau berlangsung lebih dari beberapa hari, ini bisa menjadi tanda adanya infeksi.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah diare yang parah, muntah berulang, atau anak yang tampak sangat lemas dan tidak responsif.

Dalam kasus seperti ini, lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan yang diperlukan.

Baca juga: Sariawan di Pipi Bagian Dalam: Penyebab dan Cara Pengobatannya

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Meskipun demam ringan saat tumbuh gigi biasanya tidak berbahaya dan dapat diatasi di rumah, ada kalanya kondisi tersebut memerlukan perhatian medis.

Orangtua perlu mengetahui tanda-tanda yang menunjukkan bahwa demam atau gejala lainnya tidak berhubungan dengan tumbuh gigi dan mungkin disebabkan oleh infeksi atau masalah kesehatan lainnya.

Jika gejala yang dialami anak semakin parah atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Jika Demam Tinggi dan Berlangsung Lama

Demam yang tinggi, terutama yang melebihi 39°C, atau demam yang berlangsung lebih dari 3 hari, sebaiknya tidak dianggap remeh. Demam yang berlangsung lama atau sangat tinggi bisa menjadi tanda adanya infeksi atau masalah kesehatan lain yang membutuhkan perawatan medis.

Demam tinggi yang tidak dapat dikendalikan dengan obat penurun demam juga bisa menunjukkan adanya kondisi serius, seperti infeksi virus atau bakteri. Dalam hal ini, segera bawa anak ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan perawatan yang tepat.

Jika Ada Gejala Lain yang Mengkhawatirkan

Jika selain demam, anak juga mengalami gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti kejang, muntah berulang, diare berat, ruam, atau kesulitan bernapas, maka segera bawa anak ke dokter.

Gejala-gejala tersebut bisa menunjukkan infeksi serius, seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, atau bahkan infeksi darah.

Kejang, meskipun jarang terjadi pada demam tumbuh gigi, memerlukan perhatian medis segera karena bisa menjadi tanda adanya masalah neurologis atau infeksi berat.

Selain itu, jika anak tampak sangat lemas, tidak responsif, atau sulit untuk dibangunkan, ini juga memerlukan perhatian medis segera.

Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan oleh Dokter

Ketika membawa anak ke dokter, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala yang dialami anak.

Pemeriksaan tersebut mungkin termasuk pengukuran suhu tubuh yang lebih rinci, pemeriksaan fisik pada gusi, tenggorokan, dan bagian tubuh lain untuk mencari tanda-tanda infeksi atau peradangan.

Dokter juga dapat meminta tes darah atau urine untuk memeriksa adanya infeksi atau kondisi medis lainnya yang mendasari gejala tersebut.

Jika dicurigai adanya infeksi virus atau bakteri, dokter bisa meresepkan obat yang sesuai, atau dalam kasus yang lebih serius, merujuk anak ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Kondisi Tidak Boleh Cabut Gigi yang Wajib Pasien Tahu

Tips Mencegah Komplikasi Saat Tumbuh Gigi

Proses tumbuh gigi adalah tahap perkembangan alami bagi bayi dan anak-anak, namun dapat disertai dengan beberapa gejala yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Meskipun sebagian besar kasus tumbuh gigi tidak berbahaya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah komplikasi atau masalah kesehatan lainnya. Berikut adalah beberapa tips penting untuk membantu mencegah komplikasi selama proses tumbuh gigi.

Menjaga Kebersihan Mulut Bayi

Salah satu cara terbaik untuk mencegah masalah gigi dan mulut pada bayi adalah dengan menjaga kebersihan mulut sejak dini. Bahkan sebelum gigi pertama bayi muncul, penting untuk membersihkan gusi bayi setelah makan dengan kain lembut atau kain kasa yang dibasahi air hangat.

Setelah gigi mulai tumbuh, gunakan sikat gigi bayi yang lembut dan pasta gigi berfluoride yang aman untuk bayi. Menjaga kebersihan mulut bayi tidak hanya mencegah pembentukan plak, tetapi juga membantu mencegah infeksi pada gusi yang bisa menyebabkan rasa sakit atau komplikasi lebih lanjut.

Mulailah rutin menyikat gigi bayi dua kali sehari begitu gigi pertama tumbuh.

Memberikan Makanan dan Minuman yang Tepat

Selama proses tumbuh gigi, penting untuk memberikan makanan dan minuman yang tepat agar bayi tetap sehat dan tidak mengalami masalah pencernaan atau gigi.

Hindari memberikan makanan atau minuman yang terlalu manis atau lengket, karena ini dapat meningkatkan risiko pembentukan karies gigi pada gigi susu yang sedang tumbuh. Pastikan bayi mendapatkan makanan sehat, seperti pure buah atau sayur yang lembut, dan perbanyak pemberian cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Jika bayi sudah cukup besar untuk mengonsumsi makanan padat, pastikan makanan yang diberikan tidak terlalu keras atau dapat melukai gusi yang sedang sensitif. Selain itu, berikan air putih secara teratur untuk menghindari dehidrasi yang bisa memperburuk gejala tumbuh gigi.

Pemantauan Perkembangan Gigi Secara Rutin

Pemantauan perkembangan gigi bayi secara rutin juga sangat penting untuk mencegah komplikasi. Orangtua sebaiknya memeriksa gigi dan gusi bayi secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda-tanda peradangan atau infeksi.

Jika ada gigi yang tumbuh dengan cara yang tidak normal atau gusi yang terinfeksi, segera konsultasikan dengan dokter gigi anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan gigi pertama kali sebaiknya dilakukan tidak lama setelah gigi pertama muncul, biasanya sekitar usia 1 tahun.

Dengan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, dokter gigi dapat memberikan saran untuk perawatan gigi yang lebih baik, serta membantu orangtua mengidentifikasi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, orangtua dapat memastikan bahwa proses tumbuh gigi berjalan lancar dan mengurangi risiko komplikasi yang dapat timbul pada kesehatan gigi dan mulut bayi.

Percayakan Perawatan Gigi Anak Anda di Signature Dental Care BSD

demam tumbuh gigi 3

Proses tumbuh gigi adalah tahap yang penting dalam perkembangan anak, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa proses ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

Demam ringan, rasa sakit pada gusi, dan perubahan perilaku adalah beberapa gejala yang sering muncul, dan meskipun biasanya bersifat sementara, perawatan yang tepat sangat diperlukan untuk memastikan anak tetap nyaman.

Menjaga kebersihan mulut, memberikan makanan yang tepat, dan memantau perkembangan gigi secara rutin adalah langkah-langkah penting untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Namun, meskipun kebanyakan gejala tumbuh gigi bisa diatasi di rumah, ada kalanya orangtua perlu mendapatkan bantuan medis, terutama jika demam berlangsung lama atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan.

Pemeriksaan rutin oleh dokter gigi anak juga sangat dianjurkan untuk memastikan gigi tumbuh dengan baik dan tidak ada masalah yang perlu ditangani lebih lanjut.

Jika Anda merasa ragu atau ingin berkonsultasi mengenai perkembangan gigi anak, Anda tidak perlu khawatir. Kami di Signature Dental Care BSD selalu siap memberikan perhatian khusus dan perawatan terbaik untuk si kecil.

Kunjungi klinik gigi kami, tim profesional kami akan memberikan panduan dan perawatan gigi anak Anda dengan penuh perharian. Di Signature Dental Care BSD, kami percaya bahwa kesehatan gigi anak adalah bagian penting dari tumbuh kembang mereka, dan kami ada di sini untuk memastikan pengalaman perawatan gigi yang menyenangkan dan nyaman.

Jadi, jika Anda membutuhkan saran lebih lanjut atau perawatan khusus untuk anak Anda, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui whatsapp pada tautan ini. Kami siap membantu setiap langkah perjalanan tumbuh gigi anak Anda.

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Demam Tumbuh Gigi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya Anda dapat mengunjungi kategori Gigi Anak.

drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS

Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :

Go up