Mengenal Jenis Retainer Gigi, Fungsi, dan Perbedaannya

Sebagian orang merasa lega setelah melepas behel atau menyelesaikan perawatan aligner karena akhirnya gigi terlihat rapi. Namun, tidak sedikit yang kemudian merasa khawatir ketika mendengar bahwa gigi masih bisa kembali bergeser meskipun perawatan ortodonti sudah selesai.
Jika Anda juga pernah memikirkan hal ini, sebenarnya kekhawatiran tersebut sangat wajar. Perawatan ortodonti memang tidak langsung selesai ketika behel dilepas.
Setelah gigi dipindahkan ke posisi yang baru, jaringan gusi dan tulang di sekitarnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pada masa inilah gigi berisiko kembali bergerak perlahan ke posisi semula.
Karena itu, dokter gigi biasanya akan menyarankan penggunaan retainer gigi. Alat ini berfungsi untuk menjaga posisi gigi tetap stabil sehingga hasil perawatan ortodonti dapat bertahan lebih lama.
Baca ulasan kali ini untuk memahami jenis retainer gigi serta cara merawatnya!
Jenis-jenis Retainer Gigi
Setelah perawatan ortodonti selesai, dokter gigi biasanya akan merekomendasikan penggunaan retainer untuk menjaga posisi gigi tetap stabil. Secara umum, ada beberapa jenis retainer gigi yang sering digunakan.
Masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda. Jadi, Anda bisa memilih yang disesuaikan dengan kondisi gigi. Berikut adalah jenis retainer yang paling umum digunakan.
Retainer Hawley
Retainer Hawley merupakan salah satu jenis retainer lepas pasang yang sudah lama digunakan dalam perawatan ortodonti.
Retainer ini terdiri dari kawat tipis yang mengikuti bentuk gigi dan bagian dasar berbahan akrilik yang menempel di langit-langit mulut atau bagian dalam rahang.
Jenis retainer ini cukup populer karena strukturnya kuat dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, pengguna juga dapat melepas dan memasangnya sendiri dengan mudah.
Kelebihan retainer Hawley:
- Lebih awet dibandingkan beberapa jenis retainer lain
- Mudah dibersihkan karena bisa dilepas
- Jika sedikit longgar, kawatnya masih bisa disesuaikan oleh dokter gigi
Kekurangan retainer Hawley:
- Kawat pada bagian depan gigi bisa terlihat saat berbicara atau tersenyum
- Bentuknya sedikit lebih tebal dibandingkan retainer transparan
Retainer Clear (Essix)
Retainer clear atau Essix adalah retainer transparan yang bentuknya mirip dengan aligner. Bahannya dari plastik bening yang dicetak mengikuti bentuk gigi, sehingga terlihat sangat tipis dan hampir tidak terlihat saat digunakan.
Saat ini, retainer Essix cukup populer karena tampilannya lebih estetis dan terasa nyaman di mulut.
Kelebihan retainer Essix:
- Hampir tidak terlihat saat dipakai
- Terasa lebih tipis dan nyaman
- Tidak mengganggu penampilan saat berbicara atau tersenyum
Kekurangan retainer Essix:
- Bahan plastiknya lebih mudah retak atau rusak
- Biasanya perlu diganti lebih sering dibanding retainer Hawley
Retainer Fixed (Permanen)
Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, retainer fixed tidak bisa dilepas sendiri oleh pengguna. Anda dapat memasang retainer permanen di klinik gigi BSD. Retainer ini berupa kawat kecil yang ditempelkan secara permanen pada bagian belakang gigi menggunakan bahan perekat khusus.
Karena dipasang di bagian belakang gigi, retainer ini tidak terlihat dari luar dan bekerja terus-menerus menjaga posisi gigi agar tidak bergeser.
Kelebihan retainer fixed:
- Selalu menjaga posisi gigi tanpa perlu diingat untuk dipakai
- Tidak terlihat dari luar karena berada di bagian belakang gigi
Kekurangan retainer fixed:
- Membersihkan sela-sela gigi bisa menjadi lebih sulit
- Membutuhkan kontrol rutin ke dokter gigi untuk memastikan kawat tetap dalam kondisi baik
Biasanya dokter gigi akan merekomendasikan jenis retainer tertentu berdasarkan kondisi susunan gigi, hasil perawatan ortodonti, serta gaya hidup pasien.
Baca juga: Retainer Gigi: Jenis dan Kapan Harus Menggunakannya
Cara Merawat Retainer Gigi
Jika Anda sudah selesai dari perjuangan merawat behel, kabar baiknya, merawat retainer sebenarnya jauh lebih simpel. Anda tidak perlu lagi berurusan dengan sikat khusus untuk sela-sela kawat atau rasa tidak nyaman setiap kali kontrol.
Perbedaannya, dulu yang perlu dibersihkan adalah alat yang menempel di gigi. Sekarang, Anda perlu merawat alat yang sering keluar-masuk mulut, sehingga kebersihannya tetap harus dijaga dengan baik.
Berikut ada beberapa cara merawat retainer gigi, terutama untuk retainer gigi lepas pasang seperti retainer transparan atau Hawley.
Jaga Kebersihan Retainer (Tanpa Pasta Gigi)
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membersihkan retainer dengan pasta gigi biasa.
Sebagian besar pasta gigi memiliki butiran abrasif yang dapat menggores permukaan retainer. Goresan kecil ini membuat retainer terlihat kusam dan dapat menjadi tempat bakteri menempel.
Cara yang lebih aman adalah:
- Membersihkan retainer dengan sikat gigi yang lembut
- Menggunakan air mengalir dan sabun lembut atau pembersih khusus retainer
- Membersihkannya setiap kali retainer dilepas
Dengan cara ini, retainer tetap bersih tanpa merusak permukaannya.
Hindari Suhu Panas
Sebagian besar retainer dibuat dari bahan plastik atau akrilik yang sensitif terhadap panas.
Karena itu, hindari beberapa kebiasaan berikut:
- Merebus retainer atau membilasnya dengan air mendidih
- Merendam retainer dalam air panas
- Menyimpannya di tempat yang panas seperti di dalam mobil
Suhu tinggi dapat membuat retainer berubah bentuk sehingga tidak lagi pas saat digunakan.
Lakukan Deep Cleaning Secara Berkala
Seiring waktu, retainer juga bisa mengalami penumpukan kalsium atau karang gigi (tartar) dari air liur. Untuk menjaga kebersihannya, lakukan pembersihan mendalam secara berkala dengan menggunakan tablet pembersih khusus gigi tiruan atau retainer.
Biasanya retainer cukup direndam selama sekitar 15-20 menit, kemudian dibilas kembali dengan air bersih sebelum digunakan.
Jangan Membungkus Retainer dengan Tisu
Kebiasaan membungkus retainer dengan tisu saat makan di luar rumah terlihat praktis, tetapi sebenarnya cukup berisiko. Tisu yang berisi retainer sering kali tidak sengaja terbuang ke tempat sampah karena terlihat seperti tisu bekas.
Untuk menghindari hal ini, biasakan langsung menyimpan retainer di kotak penyimpanan setelah dilepas.
Selalu Bawa Kotak Retainer
Salah satu kebiasaan sederhana yang sangat membantu adalah selalu membawa case atau kotak retainer ke mana pun Anda pergi.
Kotak penyimpanan berfungsi untuk melindungi retainer dari kotoran dan bakteri, mencegah retainer dari kerusakan dan menghindari retainer hilang saat dilepas. Dengan menyimpannya di kotak khusus, retainer juga tetap bersih dan aman saat tidak digunakan.
Baca juga: Harga Crown Gigi Berdasarkan Jenis Bahan dan Perawatan
Kapan Harus Mengganti Retainer?
Meskipun retainer sering disebut sebagai investasi jangka panjang setelah perawatan ortodonti, bukan berarti satu retainer yang sama bisa digunakan selamanya. Seiring waktu, kondisi retainer bisa berubah karena pemakaian, kebiasaan sehari-hari, maupun perubahan pada gigi itu sendiri.
Karena itu, penting untuk mengetahui kapan retainer perlu diganti agar alat ini tetap berfungsi optimal dalam menjaga posisi gigi tetap rapi. Berikut beberapa tanda dan kondisi yang biasanya menjadi pertimbangan untuk mengganti retainer.
Retainer Sudah Longgar atau Tidak Pas
Salah satu tanda paling jelas bahwa retainer perlu diganti adalah ketika alat tersebut terasa longgar atau tidak lagi pas di gigi. Dalam kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengevaluasi apakah retainer masih bisa diperbaiki atau perlu diganti.
Retainer yang masih berfungsi dengan baik biasanya terasa pas di gigi. Jika retainer terasa terlalu mudah dilepas atau tidak lagi menahan posisi gigi dengan kuat, maka fungsinya sebagai penahan posisi gigi sudah berkurang.
Retainer Retak atau Rusak
Retakan sekecil apa pun pada retainer tidak boleh dianggap sepele. Retainer yang retak dapat menjadi tempat bakteri menumpuk dan berisiko patah saat digunakan.
Untuk jenis retainer transparan (Essix), kerusakan biasanya berupa retakan halus atau bagian yang mulai terkelupas. Sementara pada retainer kawat (Hawley), kerusakan bisa berupa kawat yang berubah bentuk atau bagian akrilik yang pecah.
Jika kerusakan sudah terlihat, sebaiknya retainer segera diganti agar tidak mengganggu fungsi penahan gigi.
Penumpukan Karang Gigi yang Sulit Dibersihkan
Seiring waktu, retainer juga dapat mengalami penumpukan karang gigi yang berasal dari mineral dalam air liur. Biasanya terlihat sebagai bercak putih atau kekuningan yang keras dan sulit dibersihkan.
Jika karang gigi sudah terlalu tebal, posisi retainer di atas gigi bisa berubah sehingga alat tersebut tidak lagi menempel dengan baik. Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu bau tidak sedap dan meningkatkan risiko iritasi pada gusi.
Jika retainer sudah direndam dalam cairan pembersih khusus namun noda keras tetap tidak hilang, berarti sudah saatnya ganti retainer baru.
Retainer Aus Karena Kebiasaan Menggertakkan Gigi
Bagi orang yang memiliki kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur (bruxism), retainer transparan biasanya lebih cepat mengalami keausan. Tekanan yang terjadi secara terus-menerus dapat membuat bagian retainer menjadi lebih tipis, bahkan berlubang di area geraham.
Ketika hal ini terjadi, retainer tidak lagi mampu menahan posisi gigi dengan baik. Jika Anda menemukan bagian retainer yang mulai menipis atau berlubang, sebaiknya segera menggantinya sebelum posisi gigi mulai bergeser kembali.
Perubahan pada Struktur Gigi
Retainer dibuat berdasarkan cetakan gigi setelah perawatan ortodonti selesai. Jika kemudian Anda menjalani prosedur gigi tertentu, seperti pemasangan crown, veneer, atau tambalan besar, bentuk gigi bisa sedikit berubah.
Perubahan ini dapat membuat retainer lama tidak lagi pas saat digunakan. Memaksakan retainer yang tidak sesuai justru dapat memberikan tekanan yang tidak tepat pada gigi dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Dalam kondisi seperti ini, dokter gigi biasanya akan menyarankan pembuatan retainer baru yang sesuai dengan kondisi gigi terbaru.
Retainer Mengeluarkan Bau Tidak Sedap
Material plastik pada retainer memiliki pori-pori kecil yang dapat menyerap bau dari lingkungan mulut. Seiring waktu, bau ini bisa menempel dan sulit dihilangkan meskipun retainer sudah dibersihkan secara rutin.
Jika retainer tetap mengeluarkan bau tidak sedap meskipun sudah direndam dengan cairan pembersih dan dirawat dengan baik, kemungkinan materialnya sudah mulai mengalami penurunan kualitas. Ganti retainer baru dapat membantu menjaga kebersihan serta kenyamanan saat digunakan.
Baca juga: Layanan Aligner Terlengkap dan Terbaik di BSD
Konsultasi Masalah Gigi dengan Lebih Nyaman di Signature Dental Care

Menjaga hasil perawatan ortodonti tidak berhenti setelah behel dilepas. Penggunaan retainer yang tepat serta perawatan yang baik sangat penting untuk memastikan posisi gigi tetap stabil dalam jangka panjang.
Jika Anda merasa retainer mulai terasa longgar, tidak nyaman dipakai, atau bahkan rusak, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Pemeriksaan ini membantu memastikan retainer masih berfungsi dengan baik dalam menjaga susunan gigi tetap rapi.
Di klinik gigi BSD Signature Dental Care, Anda dapat berkonsultasi mengenai berbagai perawatan ortodonti, termasuk evaluasi retainer setelah melepas behel. Tim dokter akan membantu memeriksa kondisi gigi sekaligus memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jika ingin mengetahui kondisi retainer Anda saat ini atau membutuhkan retainer baru, Anda dapat langsung menghubungi tim Signature Dental Care melalui WhatsApp di tautan ini untuk membuat janji konsultasi dengan dokter gigi BSD. Pemeriksaan yang tepat sejak dini dapat membantu menjaga senyum rapi Anda tetap bertahan lebih lama.
Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Mengenal Jenis Retainer Gigi, Fungsi, dan Perbedaannya Anda dapat mengunjungi kategori Perawatan Gigi.

Related posts :