Kapan Kapas Boleh Dilepas Setelah Cabut Gigi? Ini Penjelasan Dokter Gigi

Cabut gigi menyebabkan luka terbuka pada gusi dan tulang alveolar. Dokter gigi selalu menempatkan kapas atau kasa steril di area pencabutan untuk menghentikan perdarahan. Banyak pasien bertanya, kapan kapas boleh dilepas setelah cabut gigi agar penyembuhan tetap optimal dan tidak menimbulkan komplikasi.
Kapas berfungsi memberi tekanan langsung pada soket gigi. Tekanan ini membantu proses hemostasis dan membentuk bekuan darah (blood clot). Bekuan darah melindungi saraf dan tulang dari infeksi serta mencegah dry socket, yaitu peradangan soket yang dapat menyebabkan nyeri hebat.
Waktu pelepasan kapas tidak boleh sembarangan. Melepas terlalu cepat dapat memicu perdarahan ulang, sedangkan terlalu lama juga tidak diperlukan.
Di artikel ini, kamu akan memahami kapan kapas boleh dilepas setelah cabut gigit, tanda perdarahan normal, serta langkah aman setelah kapas dilepas.
Kapan Kapas Boleh Dilepas Setelah Cabut Gigi?
Kapas boleh dilepas 30–60 menit setelah cabut gigi.
Dokter gigi meminta kamu menggigit kapas atau kasa steril selama 30–60 menit untuk membantu proses pembekuan darah (blood clot formation) di soket gigi.
Tekanan dari gigitan mempercepat hemostasis dan membantu membentuk bekuan darah yang stabil. Bekuan ini menutup pembuluh darah yang terbuka, melindungi tulang alveolar, serta menurunkan risiko dry socket.
Jika perdarahan masih aktif setelah 60 menit, kamu perlu mengganti kasa dan menggigit kembali selama 30 menit.
Baca juga: Tambal Gigi Permanen: Jenis Bahan dan Cara Memilihnya
Mengapa Harus Menggigit Kapas 30–60 Menit?
Kamu harus menggigit kapas 30–60 menit karena tekanan membantu menghentikan perdarahan dan membentuk bekuan darah yang stabil. Proses ini melindungi soket gigi, mempercepat fase penyembuhan awal, dan menurunkan risiko komplikasi pasca pencabutan.
Setelah gigi dicabut, pembuluh darah di tulang alveolar terbuka. Tubuh langsung mengaktifkan mekanisme hemostasis melalui vasokonstriksi dan pembentukan fibrin. Kapas atau kasa steril berfungsi sebagai alat tekanan mekanis untuk mendukung proses biologis tersebut.
Tekanan dari Gigitan → Mempercepat Hemostasis
Tekanan konstan dari gigitan:
- Menekan pembuluh darah kecil di soket gigi
- Mengurangi aliran darah lokal
- Memicu agregasi trombosit
- Mempercepat pembentukan fibrin sebagai rangka bekuan
Hemostasis memiliki tiga fase utama:
- Vasokonstriksi → pembuluh darah menyempit untuk mengurangi perdarahan
- Agregasi trombosit → trombosit menempel di dinding pembuluh yang rusak
- Koagulasi → fibrin membentuk jaring yang menstabilkan bekuan
Tanpa tekanan dari kapas, proses ini bisa berlangsung lebih lama dan perdarahan dapat terus aktif.
Bekuan Darah → Melindungi Tulang dan Saraf
Bekuan darah bertindak sebagai pelindung biologis alami. Bekuan ini:
- Menutup tulang alveolar yang terbuka
- Melindungi ujung saraf dari paparan udara
- Mengurangi sensitivitas dan nyeri
- Menghambat masuknya bakteri oral
Soket gigi adalah struktur tulang yang memiliki banyak ujung saraf. Jika tulang terpapar langsung, nyeri akan meningkat secara signifikan. Bekuan darah menjaga lingkungan luka tetap lembap dan stabil untuk pembentukan jaringan granulasi.
Bekuan Stabil → Mencegah Dry Socket (Alveolar Osteitis)
Dry socket terjadi ketika bekuan darah lepas atau gagal terbentuk. Kondisi ini biasanya muncul 2–4 hari setelah pencabutan dan ditandai dengan:
- Nyeri hebat yang menjalar ke telinga atau rahang
- Soket terlihat kosong atau berwarna keabu-abuan
- Bau mulut akibat jaringan terbuka
Beberapa studi klinis menunjukkan dry socket lebih sering terjadi pada pencabutan gigi geraham bawah dan pada perokok. Menggigit kapas sesuai waktu yang dianjurkan membantu membentuk bekuan yang stabil dan mengurangi risiko tersebut.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Terbentuk Bekuan Darah?
Tanpa bekuan darah:
- Luka tetap terbuka
- Perdarahan dapat berulang
- Risiko infeksi meningkat
- Proses penyembuhan melambat
Bekuan darah adalah fondasi penyembuhan jaringan. Dalam 24 jam pertama, tubuh mulai membentuk jaringan baru di bawah lapisan bekuan. Jika lapisan ini hilang, proses regenerasi terganggu.
Pada bagian berikutnya, kamu akan memahami tanda perdarahan normal dan kapan perlu mengganti kapas setelah cabut gigi.
Baca juga: Kapan Cabut Gigi Geraham Diperlukan? Ini Prosedur Lengkapnya
Apa yang Terjadi Jika Kapas Dilepas Terlalu Cepat?
Kapas yang dilepas terlalu cepat dapat menyebabkan perdarahan berlanjut atau muncul kembali. Tekanan yang belum cukup lama membuat proses hemostasis tidak berjalan optimal, sehingga pembuluh darah di soket gigi masih terbuka dan darah terus merembes.
Setelah pencabutan, tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk bekuan darah yang stabil. Bekuan ini berfungsi sebagai pelindung biologis dan dasar pembentukan jaringan baru. Jika tekanan dihentikan terlalu cepat, struktur bekuan belum cukup kuat untuk menutup luka secara efektif.
Bekuan Darah Gagal Terbentuk
Bekuan darah terbentuk melalui agregasi trombosit dan pembentukan fibrin. Proses ini membutuhkan tekanan stabil selama 30–60 menit. Jika kapas dilepas sebelum waktunya, trombus belum stabil dan mudah terlepas. Akibatnya, perdarahan dapat kembali terjadi dan proses penyembuhan tertunda.
Luka Terbuka Lebih Lama
Soket gigi adalah rongga pada tulang alveolar yang kaya pembuluh darah dan saraf. Tanpa bekuan darah, tulang tetap terpapar langsung ke rongga mulut. Paparan ini memperpanjang fase inflamasi dan memperlambat pembentukan jaringan granulasi yang seharusnya mulai terbentuk dalam 24 jam pertama.
Nyeri Meningkat
Ketika tulang dan ujung saraf tidak tertutup bekuan, rangsangan dari udara, makanan, atau gerakan lidah dapat memicu nyeri. Respons inflamasi lokal meningkat, dan kamu bisa merasakan nyeri berdenyut atau sensasi tajam pada area pencabutan.
Risiko Dry Socket Meningkat (2–5% Kasus Pencabutan Sederhana)
Dry socket atau alveolar osteitis terjadi ketika bekuan darah hilang atau gagal terbentuk. Pada pencabutan sederhana, kondisi ini terjadi pada sekitar 2–5% kasus dan lebih sering pada gigi geraham bawah. Kondisi ini biasanya muncul 2–4 hari setelah pencabutan dan ditandai dengan nyeri hebat serta soket yang tampak kosong.
Menjaga kapas tetap tergigit sesuai anjuran dokter membantu memastikan bekuan darah terbentuk dengan stabil dan mengurangi risiko komplikasi pasca pencabutan.
Baca juga: Akar Gigi Busuk: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Berapa Lama Perdarahan Normal Terjadi?

Perdarahan ringan atau rembesan darah dapat terjadi hingga 24 jam setelah cabut gigi. Kondisi ini termasuk respons normal tubuh selama fase awal penyembuhan dan pembentukan bekuan darah di soket gigi.
Pada 1–3 jam pertama, darah biasanya masih terlihat bercampur dengan air liur. Warna air liur dapat tampak merah muda karena bercampur sedikit darah. Selama darah tidak mengalir deras dan hanya berupa rembesan, kondisi ini masih tergolong normal.
Perdarahan yang normal memiliki ciri air liur bercampur darah, warna merah muda, dan tidak mengalir aktif dari luka. Bekuan darah tetap berada di dalam soket dan tidak terlepas.
Sebaliknya, perdarahan tidak normal ditandai dengan darah merah segar yang mengalir terus lebih dari 2 jam, keluarnya gumpalan besar berulang kali, atau munculnya gejala sistemik seperti pusing dan lemas. Kondisi ini dapat menandakan gangguan hemostasis atau bekuan darah yang tidak stabil.
Jika perdarahan aktif berlangsung lebih dari 2–3 jam meskipun sudah menggigit kasa dengan benar, kamu perlu segera menghubungi dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Kapas Dilepas?
Kamu harus menghindari aktivitas yang dapat mengganggu atau melepaskan bekuan darah. Bekuan darah yang stabil melindungi soket gigi dan menjadi dasar pembentukan jaringan baru. Gangguan mekanis atau tekanan negatif dapat menyebabkan bekuan terlepas.
Berkumur Keras Selama 24 Jam
Berkumur keras menciptakan tekanan di dalam rongga mulut. Tekanan ini dapat menggeser atau melepaskan bekuan darah dari soket gigi. Selama 24 jam pertama, kamu sebaiknya tidak berkumur kuat agar proses hemostasis tetap stabil.
Mengisap Sedotan
Mengisap sedotan menciptakan tekanan negatif (suction) di dalam mulut. Tekanan negatif dapat menarik bekuan darah keluar dari soket. Kondisi ini meningkatkan risiko dry socket dan memperlambat penyembuhan.
Meludah Kuat
Meludah dengan tekanan tinggi menghasilkan dorongan udara yang dapat mengganggu bekuan. Gerakan ini juga meningkatkan tekanan intraoral dan berpotensi memicu perdarahan ulang.
Tidak Boleh Merokok Minimal 48 Jam
Merokok memperlambat penyembuhan karena nikotin menyebabkan vasokonstriksi dan menurunkan aliran darah ke jaringan luka. Selain itu, hisapan rokok menciptakan tekanan negatif yang dapat melepaskan bekuan darah. Risiko dry socket pada perokok diketahui lebih tinggi dibandingkan non-perokok.
Tidak Boleh Menyentuh Luka dengan Lidah atau Jari
Menyentuh luka secara langsung dapat merusak bekuan darah dan memasukkan bakteri ke dalam soket. Rongga mulut mengandung banyak mikroorganisme, dan kontak langsung meningkatkan risiko infeksi lokal.
Baca juga: Gigi Overbite: Penyebab, Tanda, dan Cara Memperbaikinya
Kesimpulan
Kapas boleh dilepas 30–60 menit setelah cabut gigi karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk bekuan darah yang stabil. Bekuan ini menghentikan perdarahan, melindungi tulang alveolar, dan menurunkan risiko dry socket. Jika kapas dilepas terlalu cepat, perdarahan bisa berulang dan proses penyembuhan melambat.
Kamu juga perlu memahami tanda perdarahan normal dan aktivitas yang harus dihindari setelah pencabutan. Rembesan ringan hingga 24 jam masih tergolong wajar, tetapi perdarahan aktif lebih dari 2–3 jam memerlukan evaluasi dokter gigi. Perawatan yang tepat di 24–48 jam pertama sangat menentukan kenyamanan dan kecepatan pemulihan.
Jika kamu ingin proses cabut gigi yang aman, minim nyeri, dan ditangani dengan prosedur klinis yang terkontrol, kamu bisa mempertimbangkan perawatan di Klinik gigi Signature Dental Care BSD.
Tim dokter gigi akan memastikan tindakan dilakukan dengan teknik atraumatik dan memberikan panduan perawatan pasca pencabutan yang jelas, agar kamu merasa lebih tenang sebelum dan sesudah tindakan.
Jadi tunggu apalagi? Hubungi Signature Dental Care BSD sekarang juga melalui Whatsapp pada tautan ini dan dapatkan promo menarik sekarang juga.
Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Kapan Kapas Boleh Dilepas Setelah Cabut Gigi? Ini Penjelasan Dokter Gigi Anda dapat mengunjungi kategori Perawatan Gigi.

Related posts :