Lidah Berjamur: Gejala, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter

lidah berjamur 1

Pernah melihat bercak putih di lidah atau bagian dalam mulut yang tidak kunjung hilang? Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda lidah berjamur. Dalam istilah medis, lidah berjamur dikenal sebagai kandidiasis oral atau oral thrush. Meski awalnya tampak ringan, kondisi ini tetap memerlukan perhatian yang tepat, apalagi pada individu dengan faktor risiko tertentu.

Lidah berjamur merupakan infeksi jamur di rongga mulut yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur, paling sering dari spesies Candida albicans. Jamur ini sebenarnya adalah bagian normal dari mikrobioma mulut dan umumnya hidup berdampingan dengan bakteri baik tanpa menimbulkan keluhan.

Namun, ketika keseimbangan mikroorganisme di rongga mulut terganggu atau daya tahan tubuh menurun, jamur Candida dapat berkembang secara tidak terkendali dan menyebabkan infeksi. Kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai lidah berjamur.

Kondisi ini lebih sering ditemukan pada bayi dan anak kecil, lansia, penderita diabetes, pengguna gigi palsu, pasien dengan sistem imun lemah, serta perokok aktif. Pada kelompok-kelompok ini, lidah berjamur cenderung lebih mudah muncul dan memerlukan penanganan yang tepat. Simak penjelasan berikut sampai tuntas agar Anda dapat mengenali penyebab lidah berjamur, apa gejalanya, dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter gigi.

Table

Penyebab Lidah Berjamur

Lidah berjamur dapat terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhi keseimbangan mikroorganisme di rongga mulut maupun daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Berikut beberapa penyebab lidah berjamur yang paling sering ditemukan.

1. Usia

Satu hal yang sering memicu terjadinya lidah berjamur adalah faktor usia. Pada bayi dan balita, sistem kekebalan tubuh belum berkembang secara optimal sehingga kemampuan tubuh dalam mengendalikan pertumbuhan jamur Candida masih terbatas.

Sementara itu, pada kelompok lansia, risiko meningkat seiring dengan penurunan fungsi imun alami. Golongan lansia yang menggunakan gigi palsu juga berisiko menumpuknya jamur, terutama kalau kebersihannya tidak dijaga dengan baik.

2. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Kandidiasis oral lebih sering ditemukan pada individu dengan daya tahan tubuh yang menurun. Kondisi medis seperti HIV/AIDS dan kanker dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

Risiko ini semakin tinggi pada pasien yang menjalani kemoterapi atau radioterapi, karena terapi tersebut dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, penerima transplantasi organ yang harus mengonsumsi obat imunosupresif dalam jangka panjang juga lebih rentan mengalami infeksi jamur di rongga mulut.

3. Kondisi Medis Kronis

Beberapa penyakit kronis diketahui meningkatkan risiko terjadinya lidah berjamur. Misalnya diabetes yang dapat menyebabkan kadar gula darah dan air liur meningkat, sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur.

Kondisi mulut kering atau xerostomia juga berperan penting, karena air liur memiliki fungsi alami dalam mengendalikan mikroorganisme di rongga mulut. Selain itu, kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi atau vitamin B12, dapat menurunkan daya tahan jaringan mulut terhadap infeksi.

4. Penggunaan Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab lidah berjamur. Antibiotik yang digunakan dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan flora normal di mulut dengan membunuh bakteri baik yang berfungsi menekan pertumbuhan jamur.

Kortikosteroid, terutama dalam bentuk inhaler untuk asma, juga dapat menurunkan sistem kekebalan lokal di rongga mulut apabila penggunaannya tidak disertai dengan kebiasaan membilas mulut setelah pemakaian.

5. Faktor Kesehatan Mulut dan Kebiasaan

Kesehatan mulut yang kurang terjaga menjadi faktor risiko yang sering diabaikan. Kebersihan mulut yang tidak optimal memungkinkan penumpukan plak dan sisa makanan yang menjadi media tumbuh jamur.

Penggunaan gigi palsu yang tidak pas atau jarang dibersihkan juga dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama bila gigi palsu digunakan sepanjang hari atau saat tidur. Selain itu, kebiasaan merokok diketahui dapat mengubah lingkungan rongga mulut dan menurunkan pertahanan alami jaringan mulut terhadap infeksi jamur.

Baca juga: Kapan Harus Mengganti Sikat Gigi? Ini Tanda dan Manfaatnya

Gejala Lidah Berjamur

Gejala lidah berjamur cukup bervariasi, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada tahap awal, sebagian orang bahkan tidak menyadari adanya masalah di rongga mulut. Namun, seiring berkembangnya infeksi, beberapa tanda berikut dapat mulai muncul.

Bercak Putih atau Krem di Lidah dan Rongga Mulut

Ini adalah gejala paling umum dan mudah dikenali. Bercak-bercak putih atau krem yang muncul di lidah sering menjadi tanda pertama lidah berjamur. Bercak ini bisa muncul di bagian tengah atau tepi lidah, serta bagian dalam pipi. Jika kamu melihat perubahan warna ini, bisa jadi itu adalah infeksi jamur yang perlu perhatian.

Tampilan Bercak Menyerupai Keju Cottage

Ciri visual ini sangat membantu untuk membedakan lidah berjamur dari masalah lain seperti

sariawan atau plak gigi. Bercak yang menyerupai keju cottage ini terlihat menggumpal dan bisa terasa agak tebal saat disentuh. Bentuknya yang khas memudahkan diagnosis lidah berjamur.

Rasa Perih, Nyeri, atau Sensasi Terbakar di Mulut

Ketika infeksi semakin berkembang, rasa perih atau terbakar bisa muncul di lidah dan rongga mulut. Gejala ini mengindikasikan bahwa jamur mulai mengganggu kenyamanan mulut. Sensasi perih atau panas yang tak kunjung hilang sering kali membuat penderitanya merasa tidak nyaman, terutama saat makan atau minum.

Gangguan Pengecapan atau Rasa Tidak Enak di Mulut

Gangguan pada indra pengecap juga bisa terjadi. Seringkali, orang yang mengalami lidah berjamur melaporkan adanya rasa pahit atau metalik yang tidak hilang. Hal ini bisa sangat mengganggu, terutama saat makan, karena makanan atau minuman terasa berbeda atau tidak enak.

Nyeri atau Sulit Menelan

Jika infeksi mulai menyebar ke tenggorokan, gejala nyeri atau kesulitan menelan bisa muncul. Ini adalah tanda bahwa infeksi sudah lebih parah dan bisa menyebar ke saluran pencernaan. Gejala ini tidak boleh diabaikan, karena bisa menandakan kondisi yang lebih serius yang memerlukan perhatian medis segera.

Baca juga: Polip Gigi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Cara Mengobati Lidah Berjamur

lidah berjamur 2

Pengobatan lidah berjamur dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan jamur serta mencegah penyebaran infeksi ke area lain di rongga mulut maupun saluran pencernaan.

Pilihan terapi akan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi, usia pasien, serta kondisi kesehatan yang mendasarinya.

1. Obat Antijamur (dengan Resep Dokter)

Dokter gigi atau dokter umum biasanya meresepkan obat antijamur untuk mengatasi kandidiasis oral. Pada kasus ringan hingga sedang, pengobatan umumnya menggunakan obat antijamur topikal, seperti nistatin dalam bentuk cair atau obat kumur, serta klotrimazol dalam bentuk tablet isap.

Obat ini digunakan dengan cara ditahan di dalam mulut selama mungkin sebelum ditelan agar zat aktif dapat bekerja secara optimal pada area yang terinfeksi. Pada kondisi yang lebih berat, infeksi yang luas, atau bila keluhan tidak membaik dengan terapi topikal, dokter dapat memberikan obat antijamur sistemik dalam bentuk obat minum, seperti flukonazol atau itrakonazol, untuk membantu mengendalikan infeksi secara menyeluruh.

2. Perawatan Pendukung di Rumah

Selain penggunaan obat dari dokter, perawatan mandiri di rumah memiliki peran penting dalam mempercepat proses penyembuhan dan mencegah lidah berjamur kambuh lagi.

Langkah-langkah berikut dapat membantu mendukung efektivitas pengobatan medis.

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Secara Rutin

Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin, termasuk menyikat gigi, gusi, dan lidah dengan sikat berbulu lembut, membantu mengurangi jumlah jamur dan bakteri di rongga mulut. Kebiasaan ini penting untuk mencegah penumpukan plak yang dapat menjadi media tumbuh jamur Candida.

Membersihkan dan Melepas Gigi Palsu Saat Tidur

Bagi pengguna gigi palsu, pembersihan gigi palsu setiap hari sangat dianjurkan untuk mencegah penumpukan jamur. Gigi palsu sebaiknya dilepas saat tidur agar jaringan mulut memiliki waktu beristirahat dan tetap dalam kondisi kering, sehingga risiko infeksi dapat berkurang.

Berkumur dengan Air Garam Hangat atau Larutan Soda Kue

Berkumur dengan air garam hangat atau larutan soda kue dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman serta menciptakan lingkungan mulut yang kurang mendukung pertumbuhan jamur. Metode ini dapat digunakan sebagai perawatan pendukung, meskipun tidak menggantikan penggunaan obat antijamur dari dokter.

Mengontrol Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes

Pada penderita diabetes, pengendalian kadar gula darah menjadi bagian penting dalam penanganan lidah berjamur. Kadar gula yang terkontrol membantu mengurangi risiko pertumbuhan jamur yang berlebihan sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Membilas Mulut Setelah Menggunakan Kortikosteroid Inhalasi

Bagi pasien yang menggunakan kortikosteroid inhalasi, membilas mulut dengan air setelah setiap penggunaan sangat dianjurkan. Kebiasaan ini membantu mengurangi sisa obat di rongga mulut yang dapat menekan sistem kekebalan lokal dan memicu pertumbuhan jamur.

Baca juga: 6 Cara Membersihkan Karang Gigi Dengan Bahan Alami

Komplikasi yang Dapat Terjadi

Pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, lidah berjamur umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius. Namun, pada kelompok berisiko tinggi, infeksi dapat berkembang lebih lanjut.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:

  • Penyebaran ke kerongkongan (esofagus) yang menyebabkan nyeri dan sulit menelan
  • Kandidiasis invasif, yaitu penyebaran jamur ke aliran darah dan organ lain
  • Gizi buruk dan dehidrasi, akibat nyeri saat makan dan minum

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi atau dokter apabila muncul bercak putih di lidah atau rongga mulut yang tidak kunjung hilang. Konsultasi juga diperlukan jika keluhan tidak membaik dalam waktu 1–2 minggu, meskipun sudah melakukan perawatan mandiri di rumah.

Perhatian khusus perlu diberikan bila Anda memiliki faktor risiko tertentu, seperti diabetes, sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau sedang menjalani pengobatan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Selain itu, munculnya rasa nyeri atau kesulitan saat makan dan menelan dapat menjadi tanda bahwa infeksi mulai menyebar dan memerlukan penanganan medis segera.

Dalam pemeriksaan, dokter akan melakukan evaluasi klinis pada rongga mulut dan, bila diperlukan, mengambil sampel dari bercak putih untuk pemeriksaan laboratorium. Diagnosis sejak dini membantu memastikan penanganan yang tepat serta mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius, terutama pada pasien dengan risiko komplikasi lebih tinggi.

Baca juga: Gusi Bengkak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Kesimpulan

Setelah membaca penjelasan di atas, kondisi lidah berjamur tidak boleh diabaikan. Dengan mengenali penyebab, faktor risiko, serta gejala yang menyertainya, kondisi ini dapat dideteksi lebih dini dan ditangani secara tepat sebelum berkembang menjadi infeksi yang lebih luas.

Penanganan yang sesuai, baik melalui pemberian obat antijamur maupun perawatan pendukung di rumah, berperan penting dalam menghentikan pertumbuhan jamur dan mencegah kekambuhan. Selain itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mengontrol kondisi kesehatan yang mendasari menjadi langkah preventif yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.

Untuk mendapatkan penanganan lidah berjamur dan masalah kesehatan mulut lainnya secara profesional, Anda dapat mengunjungi Signature Dental Care BSD. Dengan dukungan tim dokter gigi berpengalaman dan layanan perawatan yang komprehensif, kami siap membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut Anda dengan nyaman dan aman.

Silakan hubungi kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan reservasi jadwal pemeriksaan. Kami berkomitmen mendampingi Anda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut demi kualitas hidup yang lebih baik.

 

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Lidah Berjamur: Gejala, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter Anda dapat mengunjungi kategori Kesehatan Gigi.

drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS

Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :

Go up