21 Obat Sakit Gigi Alami yang Aman dan Ampuh

Sakit gigi bisa sangat mengganggu dan menyakitkan, mempengaruhi segala hal mulai dari makan hingga menjalani hari Anda. Meskipun selalu penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, ada beberapa obat sakit gigi alami yang dapat Anda coba untuk meringankan rasa sakit sakit gigi.
Pengobatan ini dapat memberikan bantuan sementara sampai Anda dapat mengunjungi dokter gigi. Di bawah ini adalah beberapa metode yang paling efektif dan banyak direkomendasikan untuk mengobati sakit gigi di rumah.
Pada artikel kali ini kami akan memberikan 20 rekomendasi obat sakit gigi alami yang bisa Anda gunakan sebagai penanganan awal saat sakit gigi menyerang.
- Apa Penyebab Sakit Gigi?
- 21 Obat Sakit Gigi Alami
- 1. Kompres Air Dingin
- 2. Kompres Minyak Cengkeh
- 3. Bawang putih
- 4. Peppermint
- 7. Cuka Apel
- 8. Kunyit
- 9. Daun Jambu Biji
- 10. Feverfew
- 11. Soda Kue
- 12. Hidrogen Peroksida
- 13. Kayu Manis
- 14. Minyak Kelapa
- 15. Cabai Rawit
- 16. Ekstrak Vanili
- 17. Teh Hijau
- 18. Madu
- 19. Minyak Oregano
- 20. Minyak Pohon Teh
- 21. Air Garam
- Kapan Harus ke Dokter Gigi?
- Kesimpulan
Apa Penyebab Sakit Gigi?
Sakit gigi dapat timbul dari berbagai masalah, termasuk gigi berlubang, penyakit gusi, gigi retak, akar gigi yang terbuka, atau infeksi. Rasa sakit terjadi ketika saraf pada akar gigi teriritasi.
Gejala umum sakit gigi meliputi rasa sakit yang tajam, berdenyut, atau konstan, sensitivitas terhadap panas atau dingin, pembengkakan di sekitar gigi, dan sakit kepala.
Mengetahui penyebab yang mendasari sangat penting untuk memilih pilihan perawatan yang tepat, tetapi ketika bantuan segera diperlukan, pengobatan rumahan ini dapat membantu.
21 Obat Sakit Gigi Alami

Obat pereda nyeri sakit gigi alami termasuk bilasan air garam, hidrogen peroksida, kompres dingin, dan beberapa formulasi herbal yang berbeda.
Pengobatan ini dapat membantu meringankan rasa sakit hingga Anda dapat menemui dokter gigi untuk mendapatkan perawatan profesional untuk kerusakan gigi, penyakit gusi, abses gigi, atau gigi yang terkena benturan.
1. Kompres Air Dingin
Kompres Air dingin dapat membantu mengurangi rasa sakit gigi.3 Bungkus es dengan waslap basah dan tempelkan pada area yang sakit hingga 20 menit setiap kalinya. Lepaskan kompres jika kulit mulai mati rasa.
2. Kompres Minyak Cengkeh
Minyak cengkeh dikatakan memiliki sifat pereda nyeri, minyak cengkeh telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk sakit gigi. Minyak ini mengandung pereda nyeri alami yang disebut eugenol.
Dalam sebuah survei yang diterbitkan dalam Complementary Therapies in Medicine pada tahun 2017, para peneliti mensurvei dokter gigi yang berpraktik di Jerman dan menemukan bahwa cengkeh adalah salah satu ekstrak tanaman yang paling sering direkomendasikan.Meskipun demikian, tidak ada bukti yang meyakinkan tentang manfaatnya.
Beberapa pendukung menyarankan untuk mencelupkan bola kapas ke dalam satu tetes minyak cengkeh murni yang telah diencerkan dalam 1 sendok teh minyak zaitun dan meletakkan kompres di samping gigi.
Perlu diingat bahwa minyak ini sangat beracun jika tertelan dan dapat menyebabkan kerusakan hati, jadi jangan diminum atau ditelan.
Uji tempel harus selalu dilakukan untuk menentukan apakah Anda memiliki kepekaan terhadap minyak tersebut. Mengoleskannya ke mulut dapat menyebabkan iritasi, dan kerusakan gusi mungkin terjadi.
Eugenol juga memengaruhi pembekuan darah dan dapat meningkatkan risiko pendarahan. Minyak ini juga tidak direkomendasikan untuk anak-anak dan orang hamil.
Minyak cengkeh dapat menyebabkan reaksi alergi. Hal ini juga dapat menyebabkan kadar gula darah yang lebih rendah, sehingga penderita diabetes harus berhati-hati dengan minyak cengkeh.
Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakannya, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi atau penyedia layanan kesehatan Anda untuk mendapatkan panduan.
Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan minyak cengkeh, atau pengobatan rumahan lainnya, konsultasikan dengan dokter gigi atau penyedia layanan kesehatan Anda untuk mendapatkan panduan karena potensi interaksi obat atau efek samping.
Baca juga: Obat Sakit Gigi Berlubang: Dari yang Alami Sampai Anti Nyeri
3. Bawang putih
Bawang putih tersedia gel dan bentuk lain yang digunakan untuk perawatan gigi. Terlepas dari kebersihan mulut dasar, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih efektif dalam mengobati periodontitis (penyakit gusi lanjut) dan kondisi gigi lainnya. Ini termasuk kanker mulut dan sariawan.
Allicin, senyawa dalam bawang putih, memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Anda dapat membuat pasta bawang putih dan menggunakannya untuk mengatasi sakit gigi dan gusi di rumah.
4. Peppermint
Minyak peppermint dapat membantu meringankan rasa sakit pada sakit gigi. Minyak ini juga mengandung sifat antibakteri yang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mencegah gigi berlubang.
Beberapa orang akan mengobati sakit gigi dengan mengoleskan kantong teh peppermint basah pada gigi dan gusi yang sakit.
Para peneliti sedang mengembangkan produk baru seperti tablet hisap peppermint untuk meringankan rasa sakit gigi setelah operasi gigi juga
7. Cuka Apel
Studi tentang cuka apel menunjukkan manfaat dalam perawatan gigi, termasuk menghilangkan plak gigi dan kemampuan untuk mengurangi radang gusi (penyakit gusi) yang menyebabkan rasa sakit. Kegunaan lain termasuk pemutihan gigi.
Dengan sifat antiseptik dan anti-inflamasi, cuka sari apel dapat membunuh bakteri penyebab sakit gigi dan mengurangi rasa sakit. Cukup celupkan bola kapas ke dalam cuka dan oleskan ke area yang sakit.
8. Kunyit
Membuat cairan untuk berkumur atau gel yang terbuat dari kunyit dapat digunakan untuk mengurangi peradangan gusi dan sakit gigi terkait. Anda dapat membeli produk kunyit atau mengoleskan pasta kunyit.
9. Daun Jambu Biji
Jambu biji adalah tanaman ini sangat banyak di Indonesia. Penelitian telah mengidentifikasi tujuh senyawa bioaktif dalam daun tanaman jambu biji.
Satu studi menemukan bahwa ekstrak daun jambu biji memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan sensitivitas gigi.
Sebuah penelitian menguji aksi daun jambu biji yang ditumbuk terhadap bakteri Streptococcus mutans, yang merupakan penyebab utama karies gigi (kerusakan gigi); ditemukan bahwa hal itu dapat membantu mengurangi jumlah bakteri dalam air liur seseorang yang mengalami karies gigi.
Baca juga: Rekomendasi Obat Sakit Gigi Anak yang Aman dan Ampuh
10. Feverfew
Feverfew juga dikenal sebagai bunga kancing bujangan. Ini memiliki sifat antiseptik dan sebagai teh, kadang-kadang digunakan untuk sakit gigi.
Meskipun tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa ini efektif, tidak ada efek samping yang serius, meskipun penggunaannya harus dihindari pada orang hamil.
11. Soda Kue
Baking soda memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat meredakan rasa sakit dan pembengkakan serta sifat anti-bakteri yang dapat membersihkan area yang terinfeksi.
Ini adalah alkali yang dapat membatasi bakteri dengan menetralkan asam dalam mulut.Campurkan 2 sendok teh soda kue dengan air hangat, kulum di sekitar mulut Anda selama sekitar 30 detik, lalu ludahkan.
Perhatikan bahwa alkali dapat menyebabkan iritasi kimiawi, jadi orang yang sensitif harus memulai dengan konsentrasi yang lebih rendah.
12. Hidrogen Peroksida
Hidrogen peroksida dapat membantu mengurangi rasa sakit pada penderita periodontitis, suatu kondisi progresif yang menyebabkan peradangan gusi.
Satu studi menemukan bahwa obat kumur hidrogen peroksida dapat membantu menjaga plak tetap terkendali dan dapat membantu mengurangi pendarahan pada gusi.
Hidrogen peroksida juga memiliki sifat antibakteri, sehingga dapat membantu mengurangi bakteri yang terkait dengan infeksi pada gusi dan gigi.
Hidrogen peroksida harus diencerkan sebelum digunakan karena dapat menyebabkan kerusakan mukosa, termasuk pengelupasan, karena sifatnya yang korosif dan mengoksidasi.
Campurkan larutan hidrogen peroksida 3% dengan air dengan perbandingan yang sama. Bilas, tetapi jangan ditelan.
13. Kayu Manis
Kayu manis memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Beberapa penelitian menemukan bahwa kayu manis dapat membantu mencegah gigi berlubang (dan rasa sakit yang menyertainya) serta mengurangi risiko infeksi jamur.
Anda dapat mencoba mengunyah atau menghisap batang kayu manis, atau membuat pasta dengan mencampurkan 1 sendok teh kayu manis dengan 5 sendok teh madu dan mengoleskannya ke area yang sakit.
Baca juga: Obat Gusi Bengkak: Dari yang Alami Sampai Resep Dokter
14. Minyak Kelapa
Minyak kelapa dapat membantu menghilangkan rasa sakit karena sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Dalam pengobatan tradisional Ayurveda, mengoleskan 1 sendok makan minyak kelapa dalam mulut selama 10 hingga 20 menit (disebut oil pulling) dipercaya dapat mengurangi bakteri dalam mulut dan meningkatkan kesehatan mulut.
Hasilnya beragam, tetapi beberapa penelitian menemukan manfaat ketika orang berkumur dua kali sehari selama tujuh hari. Cobalah mengoleskan 1 sendok makan minyak kelapa di sekitar mulut Anda selama sekitar 30 detik, lalu ludahkan.
15. Cabai Rawit
Cabai rawit adalah sumber capsaicin, senyawa yang menghalangi sensasi rasa sakit yang menjalar di antara otak dan saraf. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi nyeri gigi.
Cobalah mencampurkan 2 sendok makan cabai rawit dengan 1/2 cangkir minyak kelapa, aduk-aduk di sekitar mulut Anda, lalu ludahkan.
16. Ekstrak Vanili
Ekstrak vanili telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi, serta efek analgesik untuk meredakan nyeri. Hal ini dapat digunakan untuk meringankan sakit gigi sementara aksi antimikrobanya bekerja untuk membunuh bakteri.
Teteskan bola kapas ke dalam ekstrak vanili, lalu oleskan pada bagian yang sakit untuk membersihkan area tersebut dan meredakan rasa sakit.
17. Teh Hijau
Teh hijau mengandung polifenol yang disebut tanin yang dapat mengurangi peradangan. Obat kumur teh hijau juga telah terbukti membatasi pertumbuhan bakteri yang menyebabkan plak gigi dan bau mulut.
Cobalah memanaskan kantong teh hijau dalam air seperti sedang membuat teh, dinginkan kantong teh tersebut di lemari es, lalu oleskan pada gigi yang sakit untuk meringankan rasa sakit dan bengkak.
18. Madu
Madu memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang kuat. Meringankan rasa sakit dan bengkak pada sakit gigi dengan mengoleskan madu pada area yang sakit sesuai kebutuhan.
Propolis, resin yang diproduksi oleh lebah madu, juga dapat digunakan. Propolis memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang kuat, dengan beberapa bukti penggunaannya dalam mengobati nyeri radang gusi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan, terutama karena variabel antara lebah madu dan produksi madu.
Perlu diketahui bahwa madu mengandung gula, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi, terutama jika digunakan secara teratur dan berlebihan.
19. Minyak Oregano
Minyak oregano adalah antiseptik alami yang kadang-kadang digunakan untuk mencegah kerusakan gigi, dan sifat anti-inflamasi dan antioksidannya membantu meringankan rasa sakit. Studi tentang gel oral yang dibuat dengan oregano mengkonfirmasi sifat antimikrobanya dan menunjukkan peran dalam mencegah infeksi gigi.
Minyak oregano sangat pekat, jadi Anda tidak perlu banyak. Cukup taruh sedikit pada ujung Q dan oleskan pada bagian yang sakit.
20. Minyak Pohon Teh
Minyak pohon teh memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba, sehingga efektif untuk menghilangkan rasa sakit dan menyembuhkan infeksi. Minyak ini dianggap aman untuk digunakan, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang manfaatnya.
Anda dapat mengoleskan beberapa tetes minyak pohon teh pada gigi yang sakit dengan kapas sesuai kebutuhan untuk meredakan rasa sakit.
Baca juga: 12 Obat Sakit Gigi Paling Ampuh Redakan Nyeri
21. Air Garam
Saline (air garam) dapat mengurangi peradangan dan membunuh bakteri penyebab sakit gigi.28 Buatlah larutan kumur air garam dengan mencampurkan 1 sendok teh garam ke dalam secangkir air (8 ons), desirkan di sekitar mulut Anda, lalu ludahkan.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Meskipun pengobatan ini dapat memberikan bantuan sementara, namun ini bukanlah solusi permanen. Jika sakit gigi Anda terus berlanjut atau memburuk, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius, seperti abses atau penyakit gusi, yang dapat menyebabkan keadaan darurat gigi.
Penting untuk menjadwalkan janji temu dengan dokter gigi Anda untuk mendiagnosis dan merawat masalah yang mendasarinya dengan benar.
Kesimpulan
Sakit gigi dapat sangat menyiksa, tetapi pengobatan rumahan dan alami ini dapat menawarkan bantuan sementara. Pengobatan seperti berkumur air garam, minyak cengkeh, kompres dingin, dan bawang putih dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan.
Namun, sangat penting untuk diingat bahwa perawatan ini bukanlah pengganti perawatan gigi profesional.Jika sakit gigi Anda tidak kunjung hilang atau malah semakin parah, ini bisa menjadi tanda adanya masalah serius yang memerlukan penanganan medis.
Penyakit gusi, abses, atau gigi yang retak hanya beberapa contoh kondisi yang membutuhkan perawatan gigi profesional. Untuk memastikan kesehatan gigi Anda terjaga dan menghindari komplikasi lebih lanjut, kunjungi klinik gigi yang berkompeten, seperti Signature Dental Care BSD, di mana kami siap memberikan perawatan yang tepat dan terbaik untuk Anda.
Jangan ragu untuk menghubungi kami melalui WhatsApp melalui tautan ini untuk membuat janji temu atau mendapatkan informasi lebih lanjut. Tim profesional kami di Signature Dental Care BSD siap membantu Anda mengatasi masalah gigi dengan layanan yang ramah dan berkualitas.
Kesehatan gigi Anda adalah prioritas kami, dan kami akan memastikan Anda mendapatkan perawatan terbaik untuk kenyamanan dan kebahagiaan Anda.
- Kapila YL. Oral health's inextricable connection to systemic health: Special populations bring to bear multimodal relationships and factors connecting periodontal disease to systemic diseases and conditions. Periodontol 2000. 2021 Oct;87(1):11-16. doi:10.1111/prd.12398.
- Sports Mouthguards. Int Dent J. 2023 Feb;73(1):3-4. doi:10.1016/j.identj.2022.11.016.
- Centers for Disease Control and Prevention. Managing dental pain.
- Baatsch B, Zimmer S, Rodrigues recchia D, Büssing A. Complementary and alternative therapies in dentistry and characteristics of dentists who recommend them. Complement Ther Med; 35:64-69.
- MedlinePlus. Clove.
- Sasi M, Kumar S, Kumar M, Thapa S, Prajapati U, Tak Y, et al. Garlic (Allium sativum L.) Bioactives and Its Role in Alleviating Oral Pathologies. Antioxidants (Basel). 2021 Nov 21;10(11):1847. doi:10.3390/antiox10111847.
- Mandava K, Batchu UR, Kakulavaram S, Repally S, Chennuri I, Bedarakota S, Sunkara N. Design and study of anticaries effect of different medicinal plants against S.mutans glucosyltransferase. BMC Complement Altern Med. 2019 Aug 2;19(1):197. doi:10.1186/s12906-019-2608-3.
- Alissa M, Hjazi A, Abusalim GS, Aloraini GS, Alghamdi SA, Rizg WY, et al. Development and Optimization of a Novel Lozenge Containing a Metronidazole-Peppermint Oil-Tranexamic Acid Self-Nanoemulsified Delivery System to Be Used after Dental Extraction: In Vitro Evaluation and In Vivo Appraisal. Pharmaceutics. 2023 Sep 19;15(9):2342. doi:10.3390/pharmaceutics15092342.
- Damtie D, Mekonnen Y. Antibacterial activity of essential oils from Ethiopian thyme (Thymus serrulatus and Thymus schimperi) against tooth decay bacteria. PLoS One. 2020;15(10):e0239775. doi:10.1371/journal.pone.0239775
- Han AR, Kil YS, Hong MJ, et al. Anti-inflammatory flavonolignans from Triticum aestivum Linn. hull. Appl Sci. 2020;10(23):8656. doi:10.3390/app10238656
- Asaad N, Laflouf M. Effectiveness of Apple Cider Vinegar and Mechanical Removal on Dental Plaque and Gingival Inflammation of Children With Cerebral Palsy. Cureus. 2022 Jul 15;14(7):e26874. doi:10.7759/cureus.26874.
- Mackay M. The role of turmeric (Curcumin) in gingival health. BDJ Team. 2021;8(8):14-15. doi:10.1038/s41407-021-0708-7
- Abdul Rahim R, Jayusman PA, Muhammad N, et al. Potential antioxidant and anti-inflammatory effects of Spilanthes acmella and its health beneficial effects: A review. Int J Environ Res Public Health. 2021;18(7):3532. doi:10.3390/ijerph18073532
- Jahromi B, Pirvulescu I, Candido KD, Knezevic NN. Herbal medicine for pain management: efficacy and drug interactions. Pharmaceutics. 2021;13(2):251. doi:10.3390/pharmaceutics13020251
- Bhagavathy S, Mahendiran C, Kanchana R. Identification of glucosyl transferase inhibitors from Psidium guajava against Streptococcus mutans in dental caries. J Tradit Complement Med. 2018;9(2):124-137. doi:10.1016/j.jtcme.2017.09.003
- Suryawanshi SG, Chaudhari PM. Garden herbs to gums: Psidium guajava an effective management for tooth sensitivity. Indian J Applied & Pure Bio Vol. 2024;39(3):1664-70.
- National Center for Complementary and Integrative Health. Feverfew.
- Valkenburg C, Kashmour Y, Dao A, Fridus Van der Weijden GA, Slot DE. The efficacy of baking soda dentifrice in controlling plaque and gingivitis: A systematic review. Int J Dent Hyg. 2019 May;17(2):99-116. doi:10.1111/idh.12390.
- Rashed HT. Evaluation of the effect of hydrogen peroxide as a mouthwash in comparison with chlorhexidine in chronic periodontitis patients: A clinical study. J Int Soc Prev Community Dent. 2016;6(3):206-12. doi:10.4103/2231-0762.183114
- Brookes Z, McGrath C, McCullough M. Antimicrobial mouthwashes: An overview of mechanisms-What do we still need to know? Int Dent J. 2023;73 Suppl 2(Suppl 2):S64-S68. doi:10.1016/j.identj.2023.08.009
- Yanakiev S. Effects of Cinnamon (Cinnamomum spp.) in Dentistry: A Review. Molecules. 2020 Sep 12;25(18):4184. doi:10.3390/molecules25184184.
- Duane B, Yap T, Neelakantan P, Anthonappa R, Bescos R, McGrath C, et al. Mouthwashes: Alternatives and Future Directions. Int Dent J. 2023 Nov;73 Suppl 2(Suppl 2):S89-S97. doi:10.1016/j.identj.2023.08.011.
- Periferakis AT, Periferakis A, Periferakis K, Caruntu A, Badarau IA, Savulescu-Fiedler I, et al. Antimicrobial Properties of Capsaicin: Available Data and Future Research Perspectives. Nutrients. 2023 Sep 22;15(19):4097. doi:10.3390/nu15194097.
- Kamath AK, Nasim I, Muralidharan NP, Kothuri RN. Anti-microbial efficacy of Vanilla planifolia leaf extract against common oral micro-biomes: A comparative study of two different antibiotic sensitivity tests. J Oral Maxillofac Pathol. 2022 Jul-Sep;26(3):330-334. doi:10.4103/jomfp.jomfp_293_21.
- Vyas T, Nagi R, Bhatia A, Bains SK. Therapeutic effects of green tea as an antioxidant on oral health- A review. J Family Med Prim Care. 2021 Nov;10(11):3998-4001. doi:10.4103/jfmpc.jfmpc_943_21.
- Badekova KZ, Atazhanova GA, Kacergius T, Akhmetova SB, Smagulov MK. Formulation of an Origanum vulgare based dental gel with antimicrobial activity. J Taibah Univ Med Sci. 2021 Jun 12;16(5):712-718. doi:10.1016/j.jtumed.2021.05.009.
- Yazdanian M, Rostamzadeh P, Alam M, Abbasi K, Tahmasebi E, Tebyaniyan H, et al. Evaluation of antimicrobial and cytotoxic effects of Echinacea and Arctium extracts and Zataria essential oil. AMB Express. 2022 Jun 15;12(1):75. doi:10.1186/s13568-022-01417-7.
- Huynh NCN, Everts V, Leethanakul C, Pavasant P, Ampornaramveth RS. Rinsing with saline promotes human gingival fibroblast wound healing in vitro. PLOS ONE. 2016;11(7):e0159843. doi:10.1371/journal.pone.0159843
- National Center for Complementary and Integrative Health. Echinacea.
- Abebe W. Review of herbal medications with the potential to cause bleeding: dental implications, and risk prediction and prevention avenues. EPMA J. 2019 Jan 8;10(1):51-64. doi:10.1007/s13167-018-0158-2.
- American Dental Association. Dental Emergencies.
Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan 21 Obat Sakit Gigi Alami yang Aman dan Ampuh Anda dapat mengunjungi kategori Kesehatan Gigi.

Related posts :