- Signature Dental Premium Care BSD
- Gigi Anak
- 5 Penyakit Gigi Pada Anak dan Pencegahannya
5 Penyakit Gigi Pada Anak dan Pencegahannya

Penyakit gigi pada anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering kali diabaikan oleh orang tua. Padahal, masalah gigi pada usia dini bisa berdampak jangka panjang, tidak hanya pada kesehatan mulut, tetapi juga pada tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Gigi yang sehat sangat penting untuk memastikan anak bisa makan dengan baik, berbicara jelas, dan merasa percaya diri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami berbagai jenis penyakit gigi yang bisa menyerang anak serta cara pencegahannya sejak usia dini.
Seringkali, penyakit gigi pada anak disebabkan oleh kebiasaan buruk yang tidak disadari, seperti mengonsumsi makanan manis secara berlebihan atau tidak menyikat gigi dengan benar.
Hal ini bisa menyebabkan karies gigi, gusi berdarah, hingga masalah yang lebih serius seperti abses gigi. Selain itu, faktor genetik dan kebiasaan buruk lainnya seperti tidur dengan botol susu juga bisa meningkatkan risiko masalah gigi pada anak.
Oleh karena itu, pengetahuan tentang cara merawat gigi yang benar sejak dini sangat diperlukan untuk menghindari masalah tersebut.
Artikel ini akan membahas berbagai jenis penyakit gigi yang sering dialami oleh anak-anak, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta tips pencegahan yang dapat diterapkan oleh orang tua.
Dengan memahami pentingnya kesehatan gigi sejak dini, orang tua dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan gigi yang sehat dan senyum yang ceria. Mari kita pelajari bersama cara menjaga kesehatan gigi anak agar mereka terhindar dari berbagai penyakit gigi yang dapat mengganggu kesehatannya.
Penyebab Penyakit Gigi pada Anak
Penyakit gigi pada anak bukan hanya masalah kesehatan yang sepele, melainkan bisa berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang mereka.
Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi anak, dan sebagian besar masalah ini bisa dicegah dengan perhatian yang lebih dari orang tua.
Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengenali penyebab utama penyakit gigi pada anak dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit gigi pada anak.
Kebiasaan Buruk dalam Merawat Gigi
Salah satu penyebab utama penyakit gigi pada anak adalah kebiasaan buruk dalam merawat gigi. Banyak anak yang tidak memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar dan rutin. Misalnya,
mereka mungkin tidak menyikat gigi secara menyeluruh, hanya di bagian tertentu saja, atau tidak menyikat gigi setelah makan, yang membuat plak dan sisa makanan menempel pada gigi.
Hal ini akan memicu pertumbuhan bakteri yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan karies atau gigi berlubang. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan anak cara menyikat gigi yang benar sejak dini.
Tidak Sikat Gigi dengan Benar
Mengajarkan anak untuk menyikat gigi dengan benar adalah langkah pertama dalam menjaga kesehatan gigi mereka. Banyak anak yang hanya menyikat gigi dengan cepat atau tidak menyikat gigi di bagian yang sulit dijangkau, seperti di bagian belakang gigi.
Kebiasaan ini bisa menyebabkan sisa makanan dan plak menumpuk, yang akhirnya berujung pada pembentukan karies gigi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi anak ketika menyikat gigi dan memastikan mereka melakukannya dengan benar.
Konsumsi Makanan Manis Secara Berlebihan
Makanan manis, seperti permen, cokelat, atau minuman manis, bisa menjadi pemicu utama penyakit gigi pada anak. Gula yang ada dalam makanan manis dapat menjadi makanan bagi bakteri yang ada di mulut.
Ketika bakteri ini memfermentasi gula, mereka menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, gigi anak dapat cepat berlubang.
Oleh karena itu, orang tua perlu membatasi konsumsi makanan manis dan memastikan anak mengonsumsi makanan yang sehat untuk menjaga kesehatan gigi mereka.
Faktor Genetik dan Keturunan
Selain kebiasaan sehari-hari, faktor genetik dan keturunan juga bisa mempengaruhi kesehatan gigi anak. Beberapa anak mungkin dilahirkan dengan enamel gigi yang lebih tipis atau struktur gigi yang lebih rentan terhadap kerusakan.
Jika orang tua memiliki masalah gigi, seperti gigi berlubang atau gigi sensitif, anak juga berisiko mewarisi masalah yang sama. Walaupun faktor genetik tidak dapat dihindari, kebiasaan merawat gigi yang baik dapat membantu mengurangi dampaknya dan mencegah masalah gigi pada anak.
Kurangnya Pengawasan Orang Tua
Kurangnya pengawasan orang tua dalam merawat kebiasaan gigi anak juga bisa berperan dalam masalah kesehatan gigi. Tanpa pengawasan yang cukup, anak mungkin tidak disiplin dalam menyikat gigi atau makan makanan yang tidak sehat secara teratur.
Beberapa anak juga cenderung lupa untuk menyikat gigi sebelum tidur, yang bisa menyebabkan pembentukan plak dan karies.
Orang tua perlu memberikan pengawasan yang tepat serta memberikan contoh yang baik dalam merawat gigi agar anak dapat mengembangkan kebiasaan sehat yang akan mendukung kesehatan gigi mereka sepanjang hidup.
Baca juga: Demam Tumbuh Gigi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Jenis-jenis Penyakit Gigi pada Anak
Masalah gigi pada anak dapat bermacam-macam, dan sering kali kondisi ini berawal dari kebiasaan buruk yang tidak ditangani sejak dini.
Penyakit gigi yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Berikut adalah beberapa jenis penyakit gigi yang umum terjadi pada anak dan penting untuk diketahui oleh orang tua agar dapat segera ditangani.
Karies Gigi (Gigi Berlubang)
Karies gigi adalah salah satu masalah gigi yang paling umum dialami oleh anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang mengubah sisa makanan, terutama yang mengandung gula, menjadi asam.
Asam ini akan merusak enamel gigi dan membuat gigi berlubang. Gejala yang dapat terlihat adalah munculnya lubang pada gigi, rasa sakit atau nyeri terutama saat makan makanan manis atau dingin, serta gigi yang terlihat lebih gelap atau berlubang.
Dampak Jangka Panjang jika Tidak Ditangani
Jika tidak segera ditangani, karies gigi dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih parah dan merusak struktur gigi. Infeksi ini bisa menyebar ke gusi dan jaringan sekitar, bahkan mengganggu pertumbuhan gigi permanen.
Dalam beberapa kasus, karies yang parah bisa menyebabkan abses gigi atau bahkan kehilangan gigi anak sebelum waktunya.
Gigi Sensitif
Gigi sensitif pada anak terjadi ketika lapisan pelindung gigi (enamel) menipis atau terkikis. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kebiasaan menyikat gigi yang terlalu keras, penggunaan pasta gigi yang mengandung pemutih, hingga konsumsi makanan atau minuman yang terlalu asam.
Anak yang memiliki gigi sensitif akan merasa sakit atau tidak nyaman saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin, panas, atau manis.
Cara Mengatasi dan Mencegahnya
Untuk mengatasi gigi sensitif, pastikan anak menggunakan pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk gigi sensitif. Selain itu, hindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan iritasi pada gigi sensitif.
Orang tua juga perlu mengajarkan anak untuk menyikat gigi dengan lembut menggunakan sikat gigi berbulu lembut. Jika masalah gigi sensitif berlanjut, konsultasikan ke dokter gigi untuk solusi lebih lanjut.
Gusi Berdarah dan Peradangan Gusi (Gingivitis)
Peradangan gusi atau gingivitis sering kali disebabkan oleh penumpukan plak yang tidak dibersihkan dengan benar.
Tanda-tanda peradangan gusi pada anak termasuk gusi yang bengkak, merah, dan mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi. Anak mungkin juga merasa nyeri atau tidak nyaman di area gusi.
Faktor Penyebab dan Pengobatannya
Penyebab utama gingivitis adalah kebiasaan buruk dalam merawat gigi, seperti tidak menyikat gigi secara rutin dan tidak menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
Untuk mengobati gingivitis, orang tua perlu memastikan anak menyikat gigi secara benar dan rutin, serta berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat, seperti pembersihan gigi profesional.
Plak dan Karang Gigi
Plak adalah lapisan tipis yang terbentuk di gigi setelah makan, terdiri dari bakteri dan sisa makanan. Jika plak tidak dibersihkan dengan baik, plak ini bisa mengeras dan berubah menjadi karang gigi, yang lebih sulit untuk dibersihkan hanya dengan menyikat gigi biasa.
Karang gigi dapat menempel erat pada gigi dan menyebabkan infeksi pada gusi, serta berisiko menyebabkan gigi berlubang dan masalah gigi lainnya.
Cara Mencegah Penumpukan Plak dan Karang Gigi pada Anak
Untuk mencegah penumpukan plak dan karang gigi, pastikan anak rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar. Menggunakan benang gigi (flossing) juga dapat membantu menghilangkan sisa makanan dan plak yang terjebak di sela-sela gigi.
Selain itu, pastikan anak melakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi agar karang gigi yang sudah terbentuk bisa dibersihkan secara profesional.
Abses Gigi
Abses gigi adalah infeksi yang terjadi di sekitar gigi dan gusi, sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri yang merusak jaringan gigi dan gusi. Abses gigi dapat menyebabkan pembengkakan yang terlihat di gusi atau pipi dan sering kali sangat menyakitkan.
Infeksi ini bisa terjadi akibat karies gigi yang tidak diobati atau cedera pada gigi yang mengarah pada infeksi.
Gejala dan Langkah Penanganannya
Gejala abses gigi termasuk rasa sakit yang hebat di gigi atau gusi, pembengkakan pada area sekitar gigi, serta demam dan bau mulut yang tidak sedap.
Jika anak mengalami gejala tersebut, segera bawa anak ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Penanganan abses biasanya melibatkan pembersihan infeksi dan, dalam beberapa kasus, pengangkatan gigi yang terinfeksi atau perawatan saluran akar gigi untuk mengatasi sumber infeksi.
Baca juga: Jenis Perawatan Gigi Anak Berdasarkan Usia dan Manfaatnya
Dampak Penyakit Gigi pada Anak

Penyakit gigi pada anak tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan psikologis mereka.
Jika tidak segera ditangani, penyakit gigi dapat menyebabkan masalah jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup anak. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat ditimbulkan akibat penyakit gigi yang tidak diobati dengan baik.
Gangguan pada Perkembangan Gigi Permanen
Salah satu dampak paling signifikan dari penyakit gigi pada anak adalah gangguan pada perkembangan gigi permanen. Gigi susu yang sehat berperan penting sebagai pemegang tempat untuk gigi permanen yang akan tumbuh.
Jika gigi susu rusak atau hilang lebih awal karena infeksi atau karies, gigi permanen yang tumbuh bisa mengalami masalah, seperti tumbuh tidak sejajar atau terhambat.
Selain itu, infeksi pada gigi susu yang tidak diobati juga dapat menyebar ke gigi permanen yang masih dalam tahap perkembangan di bawah gusi, menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Pengaruh pada Kesehatan Tubuh Secara Keseluruhan
Penyakit gigi yang dibiarkan berlarut-larut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Infeksi gigi, terutama abses gigi atau infeksi pada gusi, dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti ke tulang atau bahkan ke aliran darah, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti infeksi sistemik.
Selain itu, rasa sakit yang terus-menerus akibat gigi berlubang atau gusi yang terinfeksi bisa membuat anak tidak nafsu makan, yang pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Bahkan masalah gigi yang terlihat sederhana, jika dibiarkan, bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius.
Dampak Psikologis, Seperti Rasa Malu dan Gangguan dalam Berbicara atau Makan
Selain dampak fisik, penyakit gigi pada anak juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang cukup besar. Anak yang memiliki gigi berlubang atau kondisi gigi yang buruk sering kali merasa tidak nyaman saat berbicara atau makan.
Mereka mungkin merasa malu untuk tersenyum atau berbicara di depan orang lain, yang bisa mengurangi rasa percaya diri mereka. Rasa malu ini dapat berdampak pada interaksi sosial anak dan mempengaruhi perkembangan emosional mereka.
Selain itu, rasa sakit atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh masalah gigi juga dapat mengganggu kualitas hidup anak, sehingga mereka kesulitan untuk menikmati makanan atau aktivitas sosial dengan teman-teman.
Baca juga: Manfaat Teether Bayi untuk Pertumbuhan Gigi Anak
Pencegahan Penyakit Gigi pada Anak
Mencegah penyakit gigi pada anak jauh lebih baik daripada mengobatinya setelah masalah muncul. Penyakit gigi pada anak seringkali bisa dicegah dengan kebiasaan merawat gigi yang baik dan perhatian terhadap pola makan.
Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membantu anak mengembangkan kebiasaan sehat sejak usia dini. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak.
Menjaga Kebersihan Gigi Sejak Usia Dini
Mendidik anak untuk menjaga kebersihan gigi sejak usia dini adalah langkah pertama dalam pencegahan penyakit gigi. Dengan kebiasaan merawat gigi yang baik, anak akan terbiasa menjaga kesehatan gigi mereka sepanjang hidup.
Orang tua sebaiknya mulai membersihkan gigi anak sejak gigi pertama muncul, bahkan jika gigi tersebut masih gigi susu. Setelah gigi anak tumbuh lebih banyak, ajarkan mereka cara menyikat gigi yang benar dan pentingnya menjaga kebersihan mulut setiap hari.
Menyikat Gigi dengan Benar (Pengenalan Pasta Gigi Berfluoride)
Anak-anak harus belajar menyikat gigi dengan benar sejak usia dini. Pastikan mereka menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride, yang efektif untuk memperkuat enamel gigi dan mencegah kerusakan.
Orang tua bisa membantu anak menyikat gigi mereka sampai usia sekitar 7 atau 8 tahun, karena anak-anak cenderung belum cukup mahir untuk melakukannya sendiri dengan efektif.
Menyikat gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur, sangat penting untuk menghilangkan sisa makanan dan plak yang dapat menyebabkan karies gigi.
Rutin Kontrol ke Dokter Gigi
Pemeriksaan gigi secara rutin sangat penting untuk mendeteksi masalah gigi sejak dini. Anak disarankan untuk mulai mengunjungi dokter gigi pada usia 1 tahun atau ketika gigi pertama muncul.
Pemeriksaan gigi secara rutin setidaknya setiap enam bulan sekali akan membantu dokter gigi memantau kesehatan gigi dan mulut anak, memberikan perawatan preventif, serta memberikan saran tentang cara menjaga kesehatan gigi yang lebih baik.
Ini juga memberikan kesempatan untuk mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Jika Anda warga BSD ingin melakukan pemeriksaan rutin dan perawatan gigi anak, Anda bisa mengunjungi klinik gigi Signature Dental Care BSD untuk mendapatkan perawatan gigi terbaik dengan dokter berpengalaman dan juga alat yang modern.
Kunjungi dan reservasi sekarang melalui whatsapp pada tautan ini untuk mendapatkan promo menarik untuk perawatan gigi anak Anda,
Pola Makan Sehat
Pola makan sehat berperan besar dalam menjaga kesehatan gigi anak. Konsumsi makanan yang tepat akan membantu memperkuat gigi dan mencegah masalah gigi seperti gigi berlubang atau gusi berdarah.
Mengatur pola makan yang sehat sejak dini akan membantu anak membangun kebiasaan makan yang baik.
Mengurangi Konsumsi Makanan Manis dan Asam
Makanan manis, seperti permen, cokelat, dan minuman manis, sangat disukai oleh anak-anak, namun juga merupakan salah satu penyebab utama kerusakan gigi.
Gula yang terkandung dalam makanan manis akan diubah oleh bakteri di mulut menjadi asam, yang merusak enamel gigi. Selain itu, makanan yang terlalu asam, seperti jeruk atau minuman asam lainnya, dapat melemahkan enamel gigi dan meningkatkan risiko kerusakan gigi.
Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan manis dan asam agar kesehatan gigi anak tetap terjaga.
Pentingnya Mengonsumsi Makanan yang Mendukung Kesehatan Gigi
Selain mengurangi konsumsi makanan yang dapat merusak gigi, penting untuk memperkenalkan makanan yang mendukung kesehatan gigi.
Makanan kaya kalsium, seperti susu, keju, dan yoghurt, membantu memperkuat gigi dan tulang. Selain itu, makanan yang mengandung vitamin D, fosfor, dan vitamin C juga mendukung kesehatan gigi dan gusi.
Mengajarkan anak untuk mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan protein sehat dapat memberikan manfaat gigi yang lebih kuat dan sehat.
Pembiasaan Penggunaan Benang Gigi (Flossing) pada Usia yang Sesuai
Penggunaan benang gigi (flossing) adalah kebiasaan penting yang perlu diajarkan pada anak ketika mereka sudah cukup mampu melakukannya.
Benang gigi membantu membersihkan sisa makanan dan plak yang terperangkap di sela-sela gigi, tempat yang sering terlewatkan saat menyikat gigi.
Menggunakan benang gigi secara rutin sangat penting untuk mencegah penumpukan plak yang dapat menyebabkan karies dan penyakit gusi.
Anak-anak biasanya bisa mulai diajarkan menggunakan benang gigi pada usia sekitar 6-8 tahun, tergantung pada kemampuan motorik mereka. Penggunaan benang gigi harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati untuk menghindari cedera pada gusi.
Baca juga: Kapan Tumbuh Gigi Permanen? Ini Tanda dan Prosesnya
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter Gigi?
Menjaga kesehatan gigi anak memerlukan perhatian lebih dari orang tua, terutama dalam mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak membutuhkan perhatian medis dari dokter gigi.
Tidak semua masalah gigi menunjukkan gejala yang jelas, tetapi ada beberapa tanda yang harus diwaspadai. Mendeteksi masalah gigi sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi anak di masa depan.
Tanda-tanda Anak Perlu Mendapatkan Perhatian Medis Segera
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak perlu segera dibawa ke dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut, di antaranya:
- Sakit Gigi yang Tidak Hilang
Jika anak mengeluh sakit gigi yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari, itu adalah tanda bahwa ada masalah serius yang memerlukan perhatian medis. Rasa sakit yang terus-menerus bisa menandakan adanya gigi berlubang, abses gigi, atau masalah lain yang memerlukan penanganan segera. - Gigi Bergerak atau Gigi Rusak
Jika gigi anak terasa goyah atau rusak akibat kecelakaan atau trauma, segera bawa anak ke dokter gigi. Gigi yang rusak atau terlepas bisa mempengaruhi gigi permanen yang sedang berkembang, serta memerlukan perawatan khusus untuk mencegah infeksi. - Gusi Berdarah atau Pembengkakan
Gusi yang sering berdarah saat menyikat gigi atau makan bisa menjadi tanda peradangan gusi atau gingivitis. Pembengkakan gusi yang tidak hilang bisa menunjukkan adanya infeksi yang memerlukan perawatan medis. - Kesulitan Makan atau Berbicara
Jika anak mengalami kesulitan makan atau berbicara karena rasa sakit atau ketidaknyamanan di gigi atau gusi, itu bisa menunjukkan masalah kesehatan gigi yang lebih serius. Kondisi ini memerlukan perhatian dari dokter gigi agar anak tidak merasa terganggu dalam aktivitas sehari-hari. - Perubahan Warna Gigi atau Gigi Berlubang
Jika gigi anak menunjukkan perubahan warna yang mencolok, seperti menjadi lebih gelap atau munculnya bercak putih atau cokelat, itu bisa menjadi tanda gigi berlubang atau kerusakan enamel. Pemeriksaan oleh dokter gigi penting untuk menentukan apakah ada kerusakan yang perlu segera diperbaiki.
Pentingnya Deteksi Dini untuk Mencegah Masalah Kesehatan Gigi Lebih Lanjut
Deteksi dini terhadap masalah gigi pada anak sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah di masa depan. Banyak masalah gigi, seperti karies, abses, atau masalah gusi, jika dideteksi sejak dini, dapat diatasi dengan prosedur yang lebih sederhana dan tidak menyakitkan.
Sebaliknya, jika masalah gigi dibiarkan tanpa perawatan, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius, yang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, kehilangan gigi, atau bahkan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
Pemeriksaan gigi rutin juga memungkinkan dokter gigi untuk mendeteksi masalah yang mungkin tidak terlihat secara langsung, seperti gigi yang tumbuh tidak sejajar atau gangguan pertumbuhan gigi permanen.
Dengan pemeriksaan dini, dokter gigi dapat memberikan solusi preventif, seperti pelapisan fluoride atau penambalan gigi berlubang, yang akan melindungi gigi anak dari kerusakan lebih lanjut.
Baca juga: Rekomendasi Obat Sakit Gigi Anak yang Aman dan Ampuh
Perawatan Gigi Terbaik untuk Anak Hanya di Signature Dental Care BSD

Penyakit gigi pada anak dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mereka, baik secara fisik maupun psikologis. Kebiasaan merawat gigi yang baik, seperti menyikat gigi dengan benar, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari kebiasaan buruk, dapat membantu mencegah berbagai masalah gigi yang sering muncul pada usia dini.
Orang tua memegang peranan penting dalam mengajarkan kebiasaan tersebut kepada anak, serta melakukan pemantauan secara rutin agar masalah gigi bisa segera terdeteksi dan ditangani.
Namun, meski kita sudah berusaha menjaga kebersihan gigi anak di rumah, kadang-kadang masalah gigi tetap bisa muncul. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat penting dilakukan untuk memastikan kesehatan gigi anak tetap optimal.
Dokter gigi dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal, memberikan perawatan yang diperlukan, dan memberikan edukasi mengenai cara merawat gigi yang lebih efektif.
Dengan deteksi dini, perawatan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan nyaman, tanpa menunggu masalah berkembang lebih parah.
Jika Anda mencari tempat yang bisa memberikan perawatan gigi anak dengan perhatian penuh, kami di Signature Dental Care BSD siap membantu.
Klinik kami didukung oleh tenaga medis profesional yang berpengalaman dalam merawat gigi anak, memberikan kenyamanan, serta memastikan anak Anda mendapatkan perawatan yang terbaik. Kami memahami bahwa kesehatan gigi anak adalah hal yang sangat penting, dan kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman perawatan yang hangat, ramah, dan penuh perhatian.
Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan kunjungan ke klinik, karena senyum ceria anak Anda adalah prioritas kami.
Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan 5 Penyakit Gigi Pada Anak dan Pencegahannya Anda dapat mengunjungi kategori Gigi Anak.
drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS
Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :