Penyebab Gigi Kuning, Cara Mencegah dan Mengobatinya

gigi kuning 1

Gigi kuning adalah kondisi di mana warna gigi seseorang berubah menjadi lebih kekuningan dibandingkan warna gigi alami yang seharusnya putih atau lebih terang. Warna gigi dipengaruhi oleh lapisan luar yang disebut enamel, yang berfungsi melindungi gigi dari kerusakan dan keausan.

Enamel yang sehat umumnya berwarna putih atau agak keabuan, tetapi jika enamel ini menipis atau rusak, lapisan dalam gigi yang lebih kuning, yaitu dentin, akan terlihat lebih dominan. Proses ini bisa terjadi secara alami seiring bertambahnya usia atau karena faktor-faktor lain yang memengaruhi kesehatan gigi.

Ada berbagai penyebab mengapa gigi bisa berubah menjadi kuning. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan gigi, seperti jarang menyikat gigi atau tidak menggunakan benang gigi.

Tanpa perawatan yang baik, sisa-sisa makanan dan plak akan menumpuk di gigi, yang bisa menyebabkan noda dan perubahan warna. Selain itu, konsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti kopi, teh, anggur merah, atau makanan asam, juga dapat mempercepat proses pewarnaan pada enamel, menyebabkan gigi tampak lebih kuning.

Merokok atau penggunaan tembakau juga berkontribusi pada masalah ini, karena nikotin dan tar dapat menempel pada gigi dan mengubah warnanya.

Selain faktor kebersihan dan kebiasaan hidup, faktor genetik juga turut berperan dalam menentukan warna gigi. Beberapa orang mungkin memiliki enamel yang lebih tipis atau lebih transparan secara alami, sehingga dentin yang berwarna kuning lebih terlihat.

Penuaan juga dapat menyebabkan penipisan enamel, yang membuat gigi semakin kuning seiring bertambahnya usia. Meskipun gigi kuning adalah kondisi yang umum terjadi, penting untuk memahami penyebabnya agar kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat demi menjaga kesehatan gigi yang optimal.

Table

Penyebab Gigi Kuning

Penyebab dari Pola Makan

Makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari berperan besar dalam perubahan warna gigi. Beberapa jenis makanan dan minuman, seperti kopi, teh, anggur merah, dan minuman berwarna lainnya, dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi.

Tanin dan pigmen dalam minuman ini akan menempel pada enamel gigi dan menyebabkan perubahan warna yang dapat memperburuk penampilan gigi.

Selain itu, konsumsi makanan asam, seperti jeruk, lemon, dan soda, dapat mengikis enamel gigi. Pengikisan enamel ini membuat lapisan dalam gigi yang lebih kuning, yaitu dentin, menjadi lebih terlihat, sehingga gigi tampak lebih kuning.

Kebersihan Gigi yang Buruk

Kebersihan gigi yang buruk adalah salah satu penyebab utama gigi kuning. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang teratur atau tidak dilakukan dengan cara yang benar dapat menyebabkan penumpukan plak, yang pada akhirnya dapat berubah menjadi tartar.

Tartar yang menempel pada gigi menyebabkan noda yang sukar dihilangkan dengan hanya menyikat gigi. Selain itu, tidak melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga dapat memperburuk masalah ini, karena pembersihan gigi profesional diperlukan untuk menjaga gigi tetap bersih dan mencegah penumpukan plak serta tartar yang menyebabkan gigi kuning.

Faktor Genetik

Faktor genetik dapat memengaruhi warna gigi seseorang. Beberapa orang mungkin dilahirkan dengan enamel gigi yang lebih tipis atau lebih transparan, yang memungkinkan dentin yang berwarna kuning untuk lebih terlihat.

Selain itu, proses penuaan juga berpengaruh pada warna gigi. Seiring bertambahnya usia, enamel gigi secara alami akan menipis, yang membuat gigi menjadi lebih rentan terhadap perubahan warna. Dengan enamel yang semakin tipis, warna kuning dari lapisan dentin semakin mudah terlihat.

Merokok dan Penggunaan Tembakau

Merokok dan penggunaan tembakau juga berkontribusi terhadap perubahan warna gigi. Nikotin dan tar yang terkandung dalam tembakau menempel pada gigi dan menyebabkan noda yang sulit dihilangkan. Noda ini sering kali menyebabkan gigi tampak lebih kuning, bahkan pada mereka yang menyikat gigi dengan benar.

Kebiasaan merokok dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada warna gigi, yang tidak hanya membuat gigi kuning tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan gigi lainnya.

Penggunaan Obat-obatan

Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Salah satunya adalah penggunaan antibiotik tetrasiklin, yang jika dikonsumsi pada usia muda atau dalam jangka panjang, dapat menyebabkan noda permanen pada gigi.

Selain tetrasiklin, beberapa obat lain, seperti obat antihistamin dan obat penenang, juga dapat mengubah warna gigi, membuatnya tampak lebih gelap atau kuning seiring berjalannya waktu.

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui cara mengatasi perubahan warna gigi yang disebabkan oleh obat.

Baca juga: 7 Rekomendasi Odol Gigi Sensitif Rekomendasi Dokter Gigi

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Penyebab Gigi Kuning, Cara Mencegah dan Mengobatinya Anda dapat mengunjungi kategori Kesehatan Gigi.

drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS

Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :

Go up