- Signature Dental Premium Care BSD
- Kesehatan Gigi
- Penyebab Gigi Kuning, Cara Mencegah dan Mengobatinya
Penyebab Gigi Kuning, Cara Mencegah dan Mengobatinya

Gigi kuning adalah kondisi di mana warna gigi seseorang berubah menjadi lebih kekuningan dibandingkan warna gigi alami yang seharusnya putih atau lebih terang. Warna gigi dipengaruhi oleh lapisan luar yang disebut enamel, yang berfungsi melindungi gigi dari kerusakan dan keausan.
Enamel yang sehat umumnya berwarna putih atau agak keabuan, tetapi jika enamel ini menipis atau rusak, lapisan dalam gigi yang lebih kuning, yaitu dentin, akan terlihat lebih dominan. Proses ini bisa terjadi secara alami seiring bertambahnya usia atau karena faktor-faktor lain yang memengaruhi kesehatan gigi.
Ada berbagai penyebab mengapa gigi bisa berubah menjadi kuning. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan gigi, seperti jarang menyikat gigi atau tidak menggunakan benang gigi.
Tanpa perawatan yang baik, sisa-sisa makanan dan plak akan menumpuk di gigi, yang bisa menyebabkan noda dan perubahan warna. Selain itu, konsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti kopi, teh, anggur merah, atau makanan asam, juga dapat mempercepat proses pewarnaan pada enamel, menyebabkan gigi tampak lebih kuning.
Merokok atau penggunaan tembakau juga berkontribusi pada masalah ini, karena nikotin dan tar dapat menempel pada gigi dan mengubah warnanya.
Selain faktor kebersihan dan kebiasaan hidup, faktor genetik juga turut berperan dalam menentukan warna gigi. Beberapa orang mungkin memiliki enamel yang lebih tipis atau lebih transparan secara alami, sehingga dentin yang berwarna kuning lebih terlihat.
Penuaan juga dapat menyebabkan penipisan enamel, yang membuat gigi semakin kuning seiring bertambahnya usia. Meskipun gigi kuning adalah kondisi yang umum terjadi, penting untuk memahami penyebabnya agar kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat demi menjaga kesehatan gigi yang optimal.
Penyebab Gigi Kuning
Penyebab dari Pola Makan
Makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari berperan besar dalam perubahan warna gigi. Beberapa jenis makanan dan minuman, seperti kopi, teh, anggur merah, dan minuman berwarna lainnya, dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi.
Tanin dan pigmen dalam minuman ini akan menempel pada enamel gigi dan menyebabkan perubahan warna yang dapat memperburuk penampilan gigi.
Selain itu, konsumsi makanan asam, seperti jeruk, lemon, dan soda, dapat mengikis enamel gigi. Pengikisan enamel ini membuat lapisan dalam gigi yang lebih kuning, yaitu dentin, menjadi lebih terlihat, sehingga gigi tampak lebih kuning.
Kebersihan Gigi yang Buruk
Kebersihan gigi yang buruk adalah salah satu penyebab utama gigi kuning. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang teratur atau tidak dilakukan dengan cara yang benar dapat menyebabkan penumpukan plak, yang pada akhirnya dapat berubah menjadi tartar.
Tartar yang menempel pada gigi menyebabkan noda yang sukar dihilangkan dengan hanya menyikat gigi. Selain itu, tidak melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga dapat memperburuk masalah ini, karena pembersihan gigi profesional diperlukan untuk menjaga gigi tetap bersih dan mencegah penumpukan plak serta tartar yang menyebabkan gigi kuning.
Faktor Genetik
Faktor genetik dapat memengaruhi warna gigi seseorang. Beberapa orang mungkin dilahirkan dengan enamel gigi yang lebih tipis atau lebih transparan, yang memungkinkan dentin yang berwarna kuning untuk lebih terlihat.
Selain itu, proses penuaan juga berpengaruh pada warna gigi. Seiring bertambahnya usia, enamel gigi secara alami akan menipis, yang membuat gigi menjadi lebih rentan terhadap perubahan warna. Dengan enamel yang semakin tipis, warna kuning dari lapisan dentin semakin mudah terlihat.
Merokok dan Penggunaan Tembakau
Merokok dan penggunaan tembakau juga berkontribusi terhadap perubahan warna gigi. Nikotin dan tar yang terkandung dalam tembakau menempel pada gigi dan menyebabkan noda yang sulit dihilangkan. Noda ini sering kali menyebabkan gigi tampak lebih kuning, bahkan pada mereka yang menyikat gigi dengan benar.
Kebiasaan merokok dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada warna gigi, yang tidak hanya membuat gigi kuning tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan gigi lainnya.
Penggunaan Obat-obatan
Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Salah satunya adalah penggunaan antibiotik tetrasiklin, yang jika dikonsumsi pada usia muda atau dalam jangka panjang, dapat menyebabkan noda permanen pada gigi.
Selain tetrasiklin, beberapa obat lain, seperti obat antihistamin dan obat penenang, juga dapat mengubah warna gigi, membuatnya tampak lebih gelap atau kuning seiring berjalannya waktu.
Jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui cara mengatasi perubahan warna gigi yang disebabkan oleh obat.
Baca juga: 7 Rekomendasi Odol Gigi Sensitif Rekomendasi Dokter Gigi
Cara Mencegah Gigi Kuning
Menyikat Gigi dan Menggunakan Benang Gigi
Salah satu cara terbaik untuk mencegah gigi kuning adalah dengan menjaga kebersihan gigi secara rutin. Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride dapat membantu menghilangkan plak dan noda yang menempel pada enamel.
Pastikan untuk menyikat gigi dengan teknik yang benar, yaitu dengan gerakan melingkar atau vertikal yang lembut, untuk menghindari kerusakan pada gusi dan enamel.
Selain itu, menggunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi sangat penting untuk mencegah penumpukan plak yang bisa menyebabkan noda pada gigi.
Membatasi Makanan/Minuman yang Memicu Noda
Makanan dan minuman tertentu dapat mempercepat perubahan warna gigi menjadi kuning. Untuk mencegah hal ini, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi kopi, teh, anggur merah, dan minuman berwarna lainnya yang dapat meninggalkan noda pada gigi.
Jika Anda tidak bisa menghindari minuman seperti itu, coba gunakan sedotan untuk mengurangi kontak langsung dengan gigi. Selain itu, makanan asam seperti jeruk, lemon, dan soda dapat mengikis enamel gigi.
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman asam ini atau membilas mulut dengan air setelah mengonsumsinya bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mencegah penguningan gigi.
Menggunakan Pasta Gigi Pemutih
Pasta gigi pemutih bisa menjadi pilihan yang efektif untuk membantu menghilangkan noda ringan pada gigi. Pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk pemutihan gigi mengandung bahan abrasif ringan yang dapat membantu mengikis noda permukaan tanpa merusak enamel.
Namun, pastikan untuk memilih pasta gigi yang aman dan sudah teruji oleh dokter gigi. Beberapa pasta gigi juga mengandung bahan pemutih seperti hidrogen peroksida atau karbon aktif yang dapat membantu mencerahkan gigi secara bertahap. Penggunaan pasta gigi pemutih secara teratur dapat membantu menjaga gigi tetap cerah dan mengurangi risiko gigi kuning.
Pemeriksaan Gigi Rutin
Pemeriksaan gigi rutin adalah langkah penting dalam mencegah gigi kuning. Melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi secara berkala ke dokter gigi, biasanya setiap enam bulan sekali, dapat membantu menghilangkan plak dan tartar yang tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi.
Dokter gigi juga dapat memberikan perawatan profesional yang lebih mendalam, seperti pembersihan tartar atau pemutihan gigi, jika diperlukan.
Pemeriksaan gigi rutin juga memungkinkan dokter gigi untuk mendeteksi masalah gigi lebih awal, termasuk penyakit gusi atau kerusakan enamel, yang dapat mempengaruhi warna gigi.
Baca juga: Faktor dan Cara Agar Gigi Bungsu Tumbuh Normal
Pengobatan untuk Gigi Kuning

Perawatan di Rumah
Metode Alami
Beberapa metode alami dapat digunakan untuk membantu memutihkan gigi di rumah. Salah satunya adalah menggunakan soda kue, yang dipercaya dapat mengikis noda permukaan pada gigi. Anda dapat membuat pasta dengan mencampurkan sedikit soda kue dengan air, lalu menyikatnya dengan lembut pada gigi.
Namun, penggunaan soda kue harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak enamel gigi. Selain itu, arang aktif juga sering digunakan sebagai bahan pemutih gigi alami. Arang aktif memiliki kemampuan untuk menyerap kotoran dan noda pada gigi, tetapi perlu diingat bahwa penggunaannya harus hati-hati agar tidak menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi.
Produk Pemutih Gigi yang Dijual Bebas
Selain metode alami, ada juga berbagai produk pemutih gigi yang dijual bebas di pasaran. Produk ini biasanya berupa pasta gigi pemutih, strip pemutih gigi, atau gel pemutih yang dapat digunakan di rumah.
Produk-produk ini mengandung bahan aktif seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida yang dapat membantu mencerahkan gigi dengan menghilangkan noda. Penting untuk membaca petunjuk penggunaan dengan cermat dan memastikan bahwa produk yang digunakan aman untuk gigi Anda, serta tidak berisiko merusak enamel jika digunakan berlebihan.
Perawatan Pemutihan Profesional
Pemutihan Gigi di Klinik
Jika Anda ingin hasil yang lebih cepat dan efektif, pemutihan gigi profesional di klinik bisa menjadi pilihan. Perawatan ini dilakukan oleh dokter gigi dengan menggunakan bahan pemutih yang lebih kuat, seperti gel pemutih yang diaktifkan dengan sinar laser atau cahaya khusus.
Proses ini membantu mencerahkan gigi dalam waktu singkat dan dapat menghilangkan noda yang lebih dalam. Pemutihan gigi di klinik biasanya lebih aman dan efektif karena dilakukan di bawah pengawasan profesional. Namun, biaya untuk perawatan ini bisa lebih tinggi dibandingkan dengan perawatan di rumah.
Alat Pemutih Gigi yang Disesuaikan dari Dokter Gigi
Dokter gigi juga dapat memberikan perawatan pemutihan gigi dengan menggunakan alat pemutih gigi yang disesuaikan. Alat ini biasanya berupa cetakan khusus yang sesuai dengan bentuk gigi Anda dan diisi dengan gel pemutih yang aman.
Anda akan diminta untuk menggunakan alat ini di rumah, biasanya selama beberapa jam atau semalam, tergantung pada instruksi dokter. Perawatan ini lebih efektif daripada produk pemutih gigi yang dijual bebas, karena gel yang digunakan lebih kuat dan disesuaikan dengan kondisi gigi Anda.
Pilihan Kosmetik Gigi Lainnya
Veneer atau Crown untuk Gigi yang Sangat Kuning
Untuk gigi yang sangat kuning dan tidak dapat diputihkan lagi dengan cara-cara lain, veneer atau mahkota gigi bisa menjadi solusi kosmetik. Veneer adalah lapisan tipis yang ditempelkan pada permukaan depan gigi untuk menutupi noda dan memperbaiki penampilan gigi.
Crown gigi, di sisi lain, adalah penutup gigi yang lebih menyeluruh, digunakan untuk gigi yang rusak atau sangat ternoda. Kedua prosedur ini memerlukan prosedur medis dari dokter gigi dan dapat memberikan hasil yang tahan lama, meskipun biayanya cukup mahal.
Veneer dan crewn gigi ini dapat memberikan tampilan gigi yang putih dan alami, sehingga cocok untuk Anda yang mencari solusi jangka panjang untuk gigi yang sangat kuning.
Untuk layanan ortodonti dan tindakan kosmetik untuk menghilangkan gigi kuning, Anda bisa mengunjungi klinik gigi Signature dental care BSD untuk layanana nyaman, aman, dan ditangani para profesional.
Segera hubungi kami melalui Whatsapp melalui tautan ini untuk mendapatkan penawaran ini.
Mitos dan Kesalahpahaman
Salah satu mitos umum tentang gigi kuning adalah bahwa hanya kebersihan gigi yang buruk yang dapat menyebabkan gigi kuning. Meskipun kebersihan gigi yang buruk memang dapat memperburuk keadaan dan menyebabkan penumpukan plak yang bisa menyebabkan gigi tampak kuning, ada banyak faktor lain yang dapat berkontribusi pada perubahan warna gigi.
Misalnya, konsumsi makanan dan minuman tertentu seperti kopi, teh, anggur merah, atau makanan asam dapat meninggalkan noda pada gigi.
Faktor genetik, penuaan, merokok, dan bahkan penggunaan obat-obatan juga dapat menyebabkan gigi menjadi kuning meskipun seseorang menjaga kebersihan giginya dengan baik.
Oleh karena itu, meskipun kebersihan gigi yang buruk adalah salah satu faktor penyebab, bukan satu-satunya penyebab gigi kuning.
Mengklarifikasi Kesalahpahaman tentang Perawatan Rumahan
Banyak orang yang beranggapan bahwa perawatan rumahan yang bersifat alami, seperti menyikat gigi dengan soda kue atau arang aktif, adalah solusi cepat dan efektif untuk menghilangkan noda pada gigi.
Namun, meskipun beberapa bahan alami ini dapat membantu mengikis noda permukaan, penggunaan yang berlebihan atau tidak tepat dapat merusak enamel gigi dan malah memperburuk masalah warna gigi.
Soda kue, misalnya, bersifat abrasif dan dapat mengikis lapisan enamel jika digunakan terlalu sering. Begitu juga dengan arang aktif, yang dapat menyebabkan kerusakan pada gusi dan enamel jika digunakan secara tidak hati-hati.
Penting untuk diingat bahwa meskipun perawatan rumahan dapat memberikan hasil sementara, pemutihan yang efektif dan aman sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan profesional.
Selain itu, beberapa orang menganggap bahwa produk pemutih gigi yang dijual bebas selalu aman dan efektif. Padahal, tidak semua produk pemutih cocok untuk semua orang.
Beberapa produk pemutih gigi yang mengandung bahan kimia tertentu bisa menyebabkan iritasi gusi atau meningkatkan sensitivitas gigi, terutama jika digunakan berlebihan.
Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum menggunakan produk pemutih, untuk memastikan bahwa produk tersebut aman dan sesuai dengan kondisi gigi Anda.
Baca juga: Berapa Harga Pasang Gigi Palsu 1 Biji? Ini Estimasi Biayanya
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Gigi kuning pada umumnya disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti pola makan atau kebersihan gigi yang buruk, namun terkadang perubahan warna gigi bisa menjadi tanda masalah kesehatan gigi yang lebih serius.
Jika gigi Anda tidak hanya kuning tetapi juga sensitif atau terasa nyeri, ini bisa menjadi indikasi adanya kerusakan gigi atau masalah dengan gusi. Jika gigi kuning disertai dengan gusi yang meradang, berdarah, atau bengkak, ini bisa menunjukkan adanya penyakit gusi atau infeksi yang perlu ditangani segera oleh dokter gigi.
Selain itu, jika gigi kuning Anda tidak membaik meskipun sudah menjalankan perawatan rumahan atau menyikat gigi dengan benar, hal ini bisa menandakan adanya masalah yang lebih dalam, seperti penipisan enamel atau masalah struktural lainnya pada gigi.
Selain itu, gigi kuning yang datang secara tiba-tiba atau perubahan warna yang sangat drastis bisa mengindikasikan kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian profesional.
Beberapa obat atau penyakit, seperti penggunaan antibiotik tertentu atau gangguan metabolik, dapat menyebabkan perubahan warna gigi.
Jika Anda merasa khawatir atau bingung tentang penyebab gigi kuning Anda, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bagaimana Dokter Gigi Dapat Membantu dengan Perawatan yang Lebih dari Sekadar Noda Permukaan
Dokter gigi tidak hanya membantu mengatasi noda permukaan pada gigi, tetapi juga dapat menangani masalah yang lebih dalam terkait dengan warna gigi.
Jika gigi kuning disebabkan oleh penipisan enamel, dokter gigi bisa memberikan perawatan untuk memperkuat enamel atau memberikan pelapis pelindung untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Jika perubahan warna gigi disebabkan oleh faktor genetik atau penuaan, dokter gigi dapat memberikan saran mengenai opsi pemutihan gigi profesional, yang lebih efektif dan aman dibandingkan perawatan rumahan.
Jika gigi kuning Anda tidak dapat diatasi hanya dengan pemutihan, dokter gigi dapat menawarkan solusi kosmetik lain, seperti veneer atau mahkota gigi.
Veneer adalah lapisan tipis yang dipasang di permukaan depan gigi untuk menyembunyikan noda atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dengan pemutihan. Sementara itu, mahkota gigi dapat digunakan untuk menutupi gigi yang sangat rusak atau ternoda.
Jika gigi kuning Anda disertai masalah gusi atau infeksi, dokter gigi juga dapat merawat penyakit gusi atau memberikan perawatan saluran akar jika diperlukan. Dengan bantuan profesional, Anda bisa mendapatkan solusi yang tepat untuk masalah gigi yang lebih dari sekadar noda permukaan.
Baca juga: Gigi Overbite: Penyebab, Tanda, dan Cara Memperbaikinya
Kesimpulan
Gigi kuning adalah masalah umum yang bisa terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari kebiasaan makan, kebersihan gigi yang kurang, hingga faktor genetik dan penuaan.
Meskipun banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati gigi kuning, penting untuk mengetahui penyebab pasti dari perubahan warna gigi Anda. Beberapa perubahan warna gigi bisa diatasi dengan perawatan rumahan, namun ada juga kondisi yang memerlukan perhatian profesional untuk hasil yang lebih maksimal dan aman.
Jika gigi kuning Anda tidak dapat diatasi hanya dengan menyikat gigi atau perawatan rumahan, mungkin saatnya untuk mempertimbangkan perawatan profesional.
Di klinik gigi Signature Dental Care BSD, Anda bisa mendapatkan perawatan pemutihan gigi yang aman dan efektif, disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Kami juga menawarkan solusi lain, seperti veneer atau mahkota gigi, untuk memberikan tampilan gigi yang lebih putih dan alami, serta meningkatkan kepercayaan diri Anda.
Kami di Signature Dental Care BSD memahami betapa pentingnya kesehatan dan penampilan gigi bagi Anda. Dengan layanan yang didukung oleh tim profesional yang berpengalaman, kami siap membantu Anda mengatasi masalah gigi kuning dan menjaga senyum Anda tetap cerah.
Jangan ragu untuk menghubungi kami dan mendapatkan konsultasi atau perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda. Kami siap mendampingi Anda dalam perjalanan meraih senyum yang lebih sehat dan percaya diri!
Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Penyebab Gigi Kuning, Cara Mencegah dan Mengobatinya Anda dapat mengunjungi kategori Kesehatan Gigi.
drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS
Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :