Sakit Gigi Tak Kunjung Sembuh? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

sakit gigi tak kunjung sembuh 1

Sakit gigi adalah salah satu keluhan yang sering dialami oleh banyak orang, dari yang ringan hingga yang sangat mengganggu. Sensasi nyeri pada gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gigi berlubang, infeksi, atau masalah pada gusi.Rasa sakit yang muncul bisa datang tiba-tiba dan bahkan membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Dalam beberapa kasus, sakit gigi tak kunjung sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu, namun ada kalanya rasa sakit itu justru semakin parah dan tak kunjung hilang.

Ketika sakit gigi terus berlanjut meski sudah diobati atau diatasi sementara, itu menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius. Penyebab yang mendasari masalah ini bisa beragam, seperti infeksi gigi, penyakit gusi, atau bahkan gangguan pada saraf yang terhubung dengan gigi.

Ketidakmampuan tubuh untuk mengatasi rasa sakit ini dengan sendirinya bisa memperburuk kondisi gigi dan mulut, menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda bahwa sakit gigi yang terus-menerus memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Sakit gigi yang tak kunjung sembuh bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada gigi dan jaringan sekitarnya.

Kondisi ini bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang, membuatnya sulit untuk makan, tidur, atau bahkan berbicara dengan nyaman. Menyikapi masalah ini dengan tepat sangat penting, karena semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko komplikasi yang bisa terjadi.

Artikel ini akan membahas berbagai penyebab sakit gigi yang tak kunjung sembuh serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi dan mencegah masalah tersebut.

Table

Penyebab Sakit Gigi yang Tak Kunjung Sembuh

Infeksi Gigi (Abses)

Infeksi pada gigi, atau yang biasa disebut abses, terjadi ketika bakteri masuk ke dalam gigi atau gusi dan menyebabkan peradangan yang menyakitkan.

Gejala umum dari abses gigi meliputi rasa sakit yang sangat tajam atau berdenyut, pembengkakan pada area sekitar gigi, dan terkadang demam. Infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan gigi dan bahkan penyebaran ke bagian tubuh lain jika tidak segera diobati.

Tanpa perawatan yang tepat, abses bisa menyebabkan rasa sakit yang berkelanjutan atau semakin parah, bahkan dapat mengarah pada kehilangan gigi.

Gigi Berlubang Dalam (Karies)

Gigi berlubang adalah salah satu penyebab paling umum dari sakit gigi yang tidak kunjung sembuh. Karies terjadi ketika bakteri di dalam mulut menguraikan sisa makanan yang menempel pada gigi, membentuk asam yang merusak lapisan pelindung gigi (email).

Jika kerusakan ini tidak segera ditangani, lubang pada gigi bisa semakin dalam dan mencapai lapisan yang lebih sensitif, menyebabkan rasa sakit yang berkelanjutan.

Semakin dalam lubang pada gigi, semakin besar kemungkinan rasa sakit akan berlangsung terus-menerus atau bahkan semakin parah, hingga membutuhkan perawatan saluran akar atau pencabutan gigi.

Penyakit Gusi (Gingivitis dan Periodontitis)

Penyakit gusi, seperti gingivitis dan periodontitis, dapat menyebabkan gusi menjadi meradang, berdarah, dan membengkak. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi pada gusi ini bisa berkembang menjadi periodontitis, yang lebih serius dan dapat memengaruhi struktur gigi serta jaringan penopangnya.

Ketika gusi terinfeksi, rasa sakit bisa menyebar ke gigi dan menyebabkan sakit yang tidak kunjung sembuh. Penyakit gusi juga bisa meningkatkan sensitivitas gigi dan memperburuk kondisi gigi yang sudah rusak, memperparah rasa sakit yang dirasakan.

Gigi Sensitif

Gigi sensitif adalah kondisi di mana gigi menjadi lebih peka terhadap rangsangan eksternal, seperti suhu panas atau dingin, makanan manis, atau tekanan.

Penyebab gigi sensitif bervariasi, mulai dari kehilangan lapisan pelindung enamel gigi hingga penyakit gusi yang menyebabkan akar gigi terbuka. Faktor-faktor pemicu lainnya termasuk kebiasaan menyikat gigi dengan keras atau konsumsi makanan asam yang merusak enamel.

Jika kondisi ini tidak dikelola dengan baik, rasa sakit akibat gigi sensitif bisa berlangsung lama dan menyebabkan ketidaknyamanan yang berkelanjutan.

Masalah pada Pembuluh Darah di Gigi

Masalah pada pembuluh darah di dalam gigi, seperti peradangan pada pulpa gigi atau pembuluh darah yang terganggu, dapat menyebabkan rasa sakit yang berulang.

Pulpa gigi adalah bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Jika pembuluh darah ini terinfeksi atau terluka, rasa sakit bisa terjadi dan menjadi lebih intens seiring waktu.

Gangguan ini sering kali memerlukan prosedur medis seperti perawatan saluran akar untuk menghilangkan infeksi dan meredakan rasa sakit yang berkelanjutan.

Penyakit Lain yang Mempengaruhi Gigi

Selain masalah langsung pada gigi dan gusi, kondisi medis lain seperti diabetes, gangguan saraf, atau masalah sistem kekebalan tubuh dapat memengaruhi kesehatan gigi.

Misalnya, diabetes dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke gusi, meningkatkan risiko infeksi gigi dan gusi yang tidak sembuh-sembuh.

Begitu juga dengan gangguan saraf yang bisa memengaruhi cara tubuh merasakan rasa sakit, menyebabkan rasa sakit yang berkelanjutan meski tidak ada kerusakan gigi yang jelas. Kondisi medis seperti ini harus mendapat perhatian medis khusus agar tidak memperburuk masalah kesehatan gigi.

Baca juga: Penyebab Gigi Kuning, Cara Mencegah dan Mengobatinya

Cara Mengatasi Sakit Gigi yang Tak Kunjung Sembuh

Perawatan Medis

Ketika sakit gigi tak kunjung sembuh, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari perawatan medis yang tepat. Mengunjungi dokter gigi adalah langkah penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan mengetahui penyebab pasti dari sakit gigi yang dialami.

Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi dan gusi, serta melakukan tes yang diperlukan untuk mengetahui apakah ada infeksi, kerusakan, atau masalah lainnya yang menyebabkan rasa sakit.

Pemeriksaan ini akan membantu menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan, sehingga masalah gigi dapat ditangani dengan cara yang tepat dan efektif.

Pengobatan dengan Antibiotik

Jika sakit gigi disebabkan oleh infeksi, seperti abses atau infeksi pada gusi, dokter gigi mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi tersebut.

Antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab infeksi dan mencegah penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya. Penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan antibiotik dengan benar, meskipun rasa sakit berkurang, agar infeksi dapat sembuh sepenuhnya dan mencegah kekambuhan.

Perawatan Saluran Akar (Root Canal)

Jika masalah sakit gigi disebabkan oleh infeksi yang mencapai bagian dalam gigi (pulpa), perawatan saluran akar (root canal) mungkin menjadi solusi yang diperlukan.

Prosedur ini melibatkan pengangkatan jaringan yang terinfeksi dari dalam gigi, kemudian membersihkan dan mengisi ruang tersebut untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Root canal sangat penting untuk menyelamatkan gigi yang sudah terinfeksi parah, mencegah pencabutan gigi, dan meredakan rasa sakit yang berkelanjutan.

Meskipun prosedur ini dikenal dengan proses yang agak rumit, namun sangat efektif dalam mengatasi rasa sakit yang disebabkan oleh infeksi pada pulpa gigi.

Pencabutan Gigi

Dalam kasus yang lebih parah, ketika gigi sudah sangat rusak atau infeksi tidak dapat diobati dengan cara lain, pencabutan gigi bisa menjadi solusi terakhir.

Pencabutan gigi dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain dan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada gigi dan jaringan sekitar.

Meskipun pencabutan gigi mungkin menjadi pilihan terakhir, ini dapat memberikan kelegaan instan dari rasa sakit yang terus-menerus dan menghindarkan komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Perawatan Gigi Sensitif

Untuk mengatasi sakit gigi yang disebabkan oleh sensitivitas gigi, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan. Penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh rangsangan suhu panas, dingin, atau makanan manis.

Selain itu, menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi secara lembut dan menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu sensitivitas sangat penting.

Jika sensitivitas gigi berlanjut, konsultasikan dengan dokter gigi untuk memastikan tidak ada masalah lain yang mendasarinya, seperti gigi berlubang atau penyakit gusi.

Penggunaan Obat Pereda Nyeri

Untuk mengurangi rasa sakit sementara, obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol dapat digunakan. Obat-obatan ini membantu mengurangi peradangan dan memberikan kenyamanan sementara hingga perawatan medis yang lebih tepat dilakukan.

Meskipun obat pereda nyeri dapat memberikan kelegaan, penting untuk tidak mengandalkannya terlalu lama, karena ini hanya mengatasi gejala dan bukan penyebab utama dari sakit gigi.

Sebaiknya, segera hubungi dokter gigi untuk menemukan solusi yang lebih permanen dan mengatasi penyebab rasa sakit.

Baca juga: Mengetahui Apa itu Akupresur untuk Mengurangi Sakit Gigi

Pencegahan Sakit Gigi yang Tak Kunjung Sembuh

sakit gigi tak kunjung sembuh 2

Mencegah sakit gigi yang tak kunjung sembuh jauh lebih baik daripada mengobatinya setelah masalah muncul. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta mengurangi risiko timbulnya masalah gigi yang lebih serius. Berikut adalah beberapa cara efektif yang dapat membantu mencegah sakit gigi yang berkepanjangan.

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah sakit gigi adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara teratur. Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dapat membantu menghilangkan plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi.

Selain itu, penggunaan benang gigi (flossing) setidaknya sekali sehari sangat penting untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi.

Dengan menjaga kebersihan gigi secara rutin, kita dapat mencegah penumpukan plak yang dapat menyebabkan gigi berlubang, infeksi gusi, dan masalah gigi lainnya.

Kunjungan Rutin ke Dokter Gigi

Meskipun menjaga kebersihan gigi adalah langkah pertama yang penting, pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga sangat diperlukan. Kunjungan setidaknya dua kali setahun memungkinkan dokter gigi untuk memeriksa kondisi gigi dan mulut secara menyeluruh.

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi masalah yang mungkin tidak terlihat, seperti gigi berlubang yang baru mulai berkembang atau tanda-tanda awal penyakit gusi.

Deteksi dini membantu mencegah masalah berkembang lebih parah dan mengurangi risiko sakit gigi yang berkepanjangan.

Diet Sehat dan Hindari Makanan yang Merusak Gigi

Apa yang kita makan juga mempengaruhi kesehatan gigi. Mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, dan produk susu, dapat memberikan nutrisi penting untuk kesehatan gigi.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan manis, seperti permen atau minuman bersoda, dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi karena kandungan gula yang dapat berinteraksi dengan bakteri di mulut, menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.

Makanan asam, seperti jeruk atau cuka, juga bisa melemahkan enamel dan membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, penting untuk menghindari konsumsi berlebihan makanan yang dapat merusak gigi dan menjaga pola makan yang seimbang.

Hindari Kebiasaan Merokok atau Mengunyah Tembakau

Merokok dan mengunyah tembakau memiliki dampak yang sangat negatif pada kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan ini dapat menyebabkan penyakit gusi, bau mulut, serta meningkatkan risiko gigi tanggal lebih cepat.

Tembakau juga mengurangi aliran darah ke gusi, yang dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan kemungkinan infeksi.

Selain itu, merokok meningkatkan risiko kanker mulut, yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada jaringan mulut dan gigi. Menghindari kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau akan membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mencegah sakit gigi yang tak kunjung sembuh.

Baca juga: 8 Klinik Veneer Gigi BSD yang Modern dan Kisaran Harganya

Kapan Harus Menghubungi Dokter Gigi

Meskipun sebagian besar sakit gigi dapat mereda dengan perawatan rumahan atau obat pereda nyeri sementara, ada kalanya rasa sakit yang berkelanjutan atau semakin parah memerlukan perhatian medis segera.

Mengetahui kapan harus menghubungi dokter gigi sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius dan memastikan pemulihan yang cepat.

Tanda-tanda bahwa Sakit Gigi Membutuhkan Perhatian Medis Segera

  1. Rasa Sakit yang Tidak Kunjung Hilang atau Semakin Parah
    Jika rasa sakit gigi yang Anda alami tidak berkurang meskipun sudah diberi obat pereda nyeri atau sudah berlangsung lebih dari 2-3 hari, itu bisa menjadi tanda bahwa masalah yang mendasari lebih serius dan membutuhkan perawatan medis. Terutama jika rasa sakit terasa sangat tajam atau berdenyut.
  2. Pembengkakan pada Gusi atau Wajah
    Pembengkakan pada area gigi atau gusi bisa menandakan adanya infeksi, seperti abses gigi. Infeksi ini dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh jika tidak segera diobati, jadi sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi.
  3. Demam
    Demam sering kali merupakan indikasi bahwa infeksi telah terjadi. Jika Anda merasa demam disertai dengan sakit gigi yang parah, ini menunjukkan bahwa infeksi sudah cukup serius dan membutuhkan penanganan medis segera.
  4. Kesulitan Mengunyah atau Menelan
    Jika Anda merasa kesulitan mengunyah atau menelan makanan karena rasa sakit, bisa jadi masalah pada gigi atau gusi sudah mengganggu kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ini menunjukkan perlunya perawatan profesional untuk mengatasi masalah tersebut.
  5. Pendarahan atau Luka pada Gusi yang Tidak Berhenti
    Jika gusi Anda berdarah secara terus-menerus atau luka di mulut tidak kunjung sembuh, ini bisa menjadi tanda infeksi atau masalah gusi yang memerlukan perhatian dokter gigi segera.

Kemungkinan Komplikasi yang Terjadi Bila Tidak Segera Ditangani

  1. Penyebaran Infeksi ke Bagian Lain
    Infeksi pada gigi atau gusi yang tidak segera ditangani dapat menyebar ke jaringan sekitar atau bahkan ke bagian tubuh lain. Infeksi yang parah bisa menyebabkan abses yang dapat menyebar ke rahang, leher, atau bahkan ke otak dalam kasus yang sangat jarang. Infeksi sistemik yang melibatkan pembuluh darah dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.
  2. Kehilangan Gigi
    Gigi yang tidak diobati atau terinfeksi bisa mengalami kerusakan yang sangat parah dan akhirnya harus dicabut. Jika infeksi sudah merusak struktur gigi dan gusi secara permanen, gigi yang terinfeksi mungkin tidak dapat diselamatkan.
  3. Penyakit Gusi Kronis
    Jika penyakit gusi, seperti gingivitis atau periodontitis, tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyah. Penyakit gusi kronis juga meningkatkan risiko masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung atau diabetes.
  4. Penyakit Sistemik yang Berkaitan dengan Kesehatan Mulut
    Infeksi gigi atau gusi yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat berhubungan dengan kondisi medis lain, seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan pernapasan. Kesehatan mulut yang buruk bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: 7 Rekomendasi Klinik Perawatan Gigi Anak BSD Modern

Kesimpulan

Sakit gigi yang tak kunjung sembuh adalah masalah yang bisa mengganggu kualitas hidup secara signifikan.

Dari rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari hingga potensi kerusakan permanen pada gigi dan jaringan sekitar, kondisi ini memerlukan perhatian medis yang tepat.

Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi gigi, penyakit gusi, hingga masalah pada pembuluh darah gigi yang jika dibiarkan dapat berkembang menjadi komplikasi serius.

Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mendapatkan perawatan medis yang sesuai agar masalah ini tidak semakin parah dan memperburuk kesehatan mulut Anda.

Mencari bantuan profesional di klinik gigi adalah langkah terbaik untuk menangani masalah ini secara menyeluruh.

Dengan pemeriksaan yang cermat, dokter gigi dapat menentukan penyebab pasti dari sakit gigi Anda dan memberikan solusi yang tepat, apakah itu pengobatan antibiotik, perawatan saluran akar, atau bahkan pencabutan gigi jika diperlukan.

Selain itu, pengelolaan gigi sensitif dan pencegahan penyakit gusi juga bisa membantu mengurangi risiko rasa sakit yang berkelanjutan dan menjaga kesehatan gigi Anda dalam jangka panjang.

Untuk Anda yang membutuhkan perhatian lebih terhadap masalah gigi, Klinik gigi Signature Dental Care BSD menawarkan layanan yang lengkap dan berkualitas.

Dengan tim dokter gigi yang berpengalaman dan fasilitas yang modern, klinik ini siap membantu Anda untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kesehatan gigi dan mulut Anda.

Jangan ragu untuk mengunjungi Signature Dental Care BSD, karena perawatan gigi yang tepat sejak dini dapat memastikan gigi dan gusi Anda tetap sehat, sehingga Anda bisa kembali menikmati hidup tanpa gangguan sakit gigi.

Hubungi kami melalui Whatsapp pada tautan ini.

 

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Sakit Gigi Tak Kunjung Sembuh? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya Anda dapat mengunjungi kategori Perawatan Gigi.

drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS

Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :

Go up