Tambal Gigi Berlubang: Jenis Tambalan dan Prosesnya

tambal gigi berlubang banner

Ketika mengalami gigi berlubang, ada orang yang langsung mencari klinik gigi, ada juga yang memilih membiarkannya. Sebagian orang menunda tambal gigi karena belum terasa sakit, takut biaya perawatan membengkak, atau membayangkan prosedur yang menakutkan.

Padahal, kondisi gigi berlubang tidak selalu memberi sinyal berupa rasa nyeri di awal. Justru di fase inilah kerusakan sedang berjalan perlahan, menggerogoti lapisan gigi dari dalam. Lubang yang terlihat kecil di permukaan bisa saja sudah cukup dalam dan mendekati saraf tanpa disadari.

Tahukah Anda bahwa tambal gigi berlubang bertujuan untuk menghentikan progres kerusakan sebelum infeksi mencapai saraf gigi? Prosedur ini adalah langkah pencegahan agar kerusakan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks, seperti perawatan saluran akar atau bahkan pencabutan gigi.

Untuk memahami kapan perlu ditambal, jenis tambalan yang sesuai, hingga prosesnya, simak penjelasan lengkap di setiap bagian artikel ini.

Table

Jenis-Jenis Tambalan Gigi

Dalam perawatan tambal gigi berlubang, pemilihan bahan tambalan bergantung pada lokasi gigi, ukuran lubang, beban kunyah, dan kebutuhan estetika pasien.

Karena itu, penting untuk memahami fungsi masing-masing jenis tambalan agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi gigi, bukan sekadar ikut tren atau rekomendasi umum.

1. Tambalan Sementara

Tambalan sementara digunakan sebagai solusi awal sebelum perawatan lanjutan. Biasanya dipasang untuk menutup gigi sementara waktu, sambil menunggu respons gigi atau kelanjutan tindakan medis tertentu.

Bahan tambalan ini lebih lunak dibandingkan tambalan permanen, dengan tekstur tidak terlalu keras dan warna putih kusam hingga keabu-abuan. Karena daya tahannya terbatas, tambalan sementara mudah terkikis, terutama jika sering digunakan untuk mengunyah makanan keras.

Perlu dipahami bahwa tambalan sementara bukan solusi akhir. Jika dibiarkan terlalu lama, tambalan dapat aus, retak, atau terbuka kembali sehingga bakteri mudah masuk ke dalam gigi. Karena itu, penting mengikuti anjuran dokter gigi untuk menggantinya dengan tambalan permanen pada waktu yang tepat.

2. Tambalan Komposit (Putih)

Tambalan komposit merupakan jenis tambalan yang paling sering digunakan, terutama pada gigi depan atau area yang terlihat. Warna tambalan dapat disesuaikan dengan warna gigi asli, sehingga hasilnya tampak lebih natural.

Jenis ini banyak dipilih oleh pasien dewasa yang mengutamakan estetika. Tambalan komposit cukup kuat untuk lubang kecil hingga sedang, meski daya tahannya tetap bergantung pada lokasi gigi dan kebiasaan mengunyah. Untuk area dengan tekanan kunyah tinggi, dokter akan mempertimbangkan faktor kekuatan secara lebih cermat.

3. Tambalan Amalgam (Perak)

Tambalan amalgam dikenal karena kekuatannya dalam menahan beban kunyah. Oleh karena itu, jenis ini sering digunakan pada gigi geraham belakang yang menerima tekanan kunyah lebih besar.

Warna peraknya membuat tambalan ini kurang estetik dan jarang dipilih untuk gigi depan. Namun, dari sisi daya tahan, amalgam termasuk awet dan dapat bertahan lama, sehingga masih menjadi pilihan pada kondisi tertentu ketika kekuatan menjadi prioritas utama.

4. Tambalan Glass Ionomer

Tambalan glass ionomer sering digunakan pada perawatan gigi anak-anak atau pada area gigi dengan risiko karies tinggi. Keunggulan utamanya adalah kemampuan melepaskan fluoride secara bertahap, yang membantu melindungi gigi dari lubang baru.

Bahan ini memiliki daya rekat yang baik, meski kekuatannya tidak sekuat komposit atau amalgam. Karena itu, glass ionomer biasanya digunakan untuk lubang kecil, area leher gigi, atau sebagai solusi sementara sebelum perawatan lanjutan dilakukan.

Setiap jenis tambalan gigi memiliki fungsi dan batasannya masing-masing. Karena itu, pemilihan bahan tambalan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi gigi, bukan hanya berdasarkan tampilan atau preferensi pribadi.

Setelah memahami jenis-jenis tambalan gigi, langkah berikutnya yang tak kalah penting adalah mengetahui bagaimana proses pemasangan tambal gigi dilakukan agar pasien dapat merasa lebih tenang dan siap sebelum menjalani perawatan.

Baca juga: 4 Jenis Tambal Gigi: Mana yang Paling Baik Untukmu?

Proses Pemasangan Tambal Gigi

tambal gigi berlubang 2

Banyak orang membayangkan proses tambal gigi sebagai tindakan yang langsung menimbulkan rasa sakit. Padahal, pada praktiknya, proses tambal gigi berlubang dilakukan secara bertahap dan selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien oleh dokter gigi.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Tambal Gigi?

Saat pertama kali datang ke klinik, dokter gigi tidak langsung menambal begitu saja. Proses biasanya diawali dengan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai kedalaman lubang dan kondisi jaringan gigi. Pada kasus tertentu, dokter gigi dapat menyarankan pemeriksaan rontgen untuk memastikan apakah kerusakan sudah mendekati saraf atau masih terbatas di lapisan luar gigi.

Setelah itu, jaringan gigi yang rusak akan dibersihkan secara hati-hati. Tujuannya adalah menghilangkan bakteri dan mencegah kerusakan berlanjut. Selanjutnya, dokter akan menyesuaikan bentuk tambalan agar gigitan tetap nyaman dan tidak mengganggu fungsi mengunyah.

Dalam banyak kasus, terutama pada kunjungan pertama, dokter akan memasang tambalan sementara terlebih dahulu. Pada kondisi tertentu, tambalan ini bahkan dapat dipasang hingga dua atau tiga kali kunjungan untuk memantau respons gigi dan memastikan tidak ada nyeri berkelanjutan sebelum pemasangan tambalan permanen. Jumlah kunjungan dan jenis tambalan akan disesuaikan dengan kedalaman serta kondisi lubang gigi.

Apakah Tambal Gigi Selalu Sakit?

Tambal gigi berlubang ternyata tidak selalu menyakitkan. Dokter gigi akan menanyakan dan memastikan kenyamanan pasien selama prosedur berlangsung.

Pada lubang kecil yang masih terbatas di lapisan email atau dentin dangkal, tambal gigi sering kali dapat dilakukan tanpa bius dan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan.

Sementara itu, pada lubang yang lebih dalam dan mendekati saraf, dokter akan memberikan bius lokal agar prosedur tetap nyaman. Bius ini bekerja cepat dan aman, sehingga pasien tidak perlu khawatir merasakan nyeri selama tindakan.

Jika setelah tambal gigi muncul rasa ngilu atau nyeri ringan, hal tersebut tidak selalu menandakan komplikasi. Biasanya, ini merupakan respons normal gigi yang sedang beradaptasi setelah jaringan rusak dibersihkan dan ditutup. Keluhan ini umumnya bersifat sementara dan akan mereda dalam beberapa hari.

Berapa Lama Proses Tambal Gigi?

Durasi tambal gigi sangat bergantung pada kondisi lubangnya. Untuk tambalan sederhana, prosesnya bisa selesai dalam waktu kurang dari 30 menit. Bandingkan dengan perawatan saluran akar yang bisa memakan waktu berjam-jam dan beberapa kali kunjungan jika gigi berlubang dibiarkan terlalu lama.

Inilah alasan mengapa berkonsultasi lebih awal dengan dokter gigi dapat membuat proses perawatan jauh lebih sederhana dan nyaman.

Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Tambal Gigi?

Setelah tambal gigi, pasien biasanya disarankan untuk;

  • Menghindari mengunyah makanan keras pada area gigi yang ditambal sementara waktu
  • Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut
  • Memperhatikan jika ada rasa tidak nyaman yang menetap dan segera berkonsultasi kembali

Kontrol lanjutan juga penting, terutama jika menggunakan tambalan sementara, agar dokter dapat menentukan waktu yang tepat untuk pemasangan tambalan permanen.

Baca juga: 5 Rekomendasi Klinik Tambal Gigi BSD Terbaik dan Modern

Pencegahan Gigi Berlubang

Anda mungkin pernah merasa sudah rajin menyikat gigi, namun tetap mengalami gigi berlubang. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan, bahkan rasa frustrasi. Padahal, sikat gigi saja tidak selalu cukup untuk mencegah terbentuknya lubang pada gigi. Inilah tips yang sebenarnya bisa mencegah gigi berlubang!

Bersihkan Gigi Hingga ke Area yang Tak Terlihat

Gigi berlubang tidak selalu muncul di bagian yang mudah dibersihkan. Justru, lubang sering berkembang di area yang jarang disadari, seperti sela-sela gigi, bagian bawah tambalan lama, atau gigi geraham belakang yang memiliki banyak lekukan. Area-area ini lebih mudah menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan plak, meski gigi sudah disikat secara rutin.

Kurangi Kebiasaan Makan Minum yang Manis-manis

Selain lokasi gigi, kebiasaan sehari-hari juga berperan besar. Misalnya ngemil makanan manis sedikit-sedikit sambil kerja membuat gigi terus-menerus terpapar asam. Begitu pula kebiasaan minum kopi atau teh manis yang mungkin masih sering Anda lakukan.

Di sisi lain, menyikat gigi terlalu keras juga bukan solusi. Tekanan berlebihan justru dapat menyebabkan gusi turun, membuka area leher gigi yang lebih rentan terhadap kerusakan dan lubang.

Kontrol Rutin ke Dokter Gigi, Tanpa Menunggu Sakit

Salah satu alasan gigi berlubang sering terlambat ditangani adalah karena lubang kecil jarang menimbulkan gejala. Pada tahap ini, pasien biasanya belum merasakan nyeri apa pun. Padahal, justru kondisi inilah yang paling ideal untuk dilakukan tambal gigi berlubang, karena prosedurnya lebih sederhana dan risikonya lebih kecil.

Kontrol rutin ke dokter gigi membantu mendeteksi masalah sejak dini, sebelum lubang berkembang lebih dalam dan mengenai saraf.

Lakukan Pencegahan yang Lebih Realistis dan Efektif

Pencegahan gigi berlubang tidak harus rumit, tetapi perlu konsisten. Membersihkan sela gigi dengan dental floss, yang seringkali diabaikan, dapat membantu mengurangi penumpukan plak di area yang tidak terjangkau sikat gigi. Scaling gigi secara rutin juga penting untuk membersihkan karang gigi yang menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Yang tidak kalah penting, jangan menunggu gigi terasa sakit untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan gigi secara berkala memungkinkan masalah kecil ditangani lebih awal, sebelum berubah menjadi perawatan yang lebih kompleks.

Baca juga: Perbedaan Scaling dan Dental Spa Gigi: Mana yang Lebih Baik?

Tambal Gigi Nyaman dan Aman di Signature Dental Care BSD

tambal gigi berlubang

Sering kali, lubang kecil dianggap sebagai masalah sepele. Padahal dalam kesehatan gigi, ukuran lubang tidak selalu sebanding dengan risikonya. Semakin lama perawatan ditunda, semakin besar kemungkinan kerusakan berkembang dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks, baik dari segi waktu maupun biaya.

Karena itu, tambal gigi berlubang sebaiknya dipahami sebagai langkah pencegahan, bukan sekadar perbaikan. Penanganan sejak dini memungkinkan prosedur yang lebih sederhana dan membantu menjaga gigi tetap sehat dalam jangka panjang. Sayangnya, sebagian pasien sering langsung menjalani perawatan tanpa berdiskusi lebih jauh mengenai jenis dan daya tahan tambalan yang paling sesuai dengan kondisinya.

Setelah memahami jenis tambalan gigi, proses pemasangan, hingga cara pencegahannya, langkah selanjutnya adalah memilih tempat perawatan yang tepat. Saat akan menambal gigi, banyak pasien mencari klinik dengan diagnosis yang jelas, penjelasan yang transparan sebelum tindakan, prosedur yang steril, serta dokter yang komunikatif dan tidak terburu-buru.

Selain layanan tambal gigi, Signature Dental Care juga memiliki beberapa layanan ortodonti lengkap seperti:

  • Cabut gigi
  • Pemeriksaan dan pemasangan gigi palsu
  • Dental implant
  • Perawatan gigi anak
  • Scaling dan dental spa
  • Konsultasi dan pemasangan kawat gigi
  • Veneer, crown, & bridges
  • Konsultasi dan pemasangan aligner
  • Layanan Digital X-Ray dan CBCT

Di Signature Dental Care BSD, setiap perawatan diawali dengan pemeriksaan menyeluruh sebelum tindakan dilakukan. Rekomendasi tambalan disesuaikan dengan kondisi gigi pasien, bukan berdasarkan paket tertentu. Lokasinya yang strategis di BSD juga memudahkan pasien untuk kontrol lanjutan setelah perawatan.

Bagi Anda yang masih ragu atau baru pertama kali ingin menambal gigi, Anda dapat memulai dengan konsultasi terlebih dahulu melalui WhatsApp. Tidak harus langsung melakukan tindakan, karena keputusan terbaik selalu berawal dari pemahaman yang tepat tentang kondisi gigi Anda.

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Tambal Gigi Berlubang: Jenis Tambalan dan Prosesnya Anda dapat mengunjungi kategori Perawatan Gigi.

drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS

Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :

Go up