Kapan Cabut Gigi Geraham Diperlukan? Ini Prosedur Lengkapnya

cabut gigi geraham 1

Ketika kondisi gigi geraham sudah tidak bisa dipertahankan, cabut gigi geraham sering kali menjadi pilihan terakhir. Meski terdengar menakutkan bagi sebagian orang, prosedur pencabutan gigi sebenarnya termasuk tindakan medis yang umum dilakukan. Tujuannya untuk mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

Gigi geraham berperan penting dalam proses mengunyah, sehingga ketika mengalami kerusakan berat, rasa nyeri yang muncul bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada kondisi tertentu, cabut gigi geraham wajib dilakukan untuk mengatasi infeksi, mencegah penyebaran bakteri, hingga menjaga kesehatan jaringan di sekitarnya.

Beberapa alasan umum mengapa gigi geraham perlu dicabut antara lain karies gigi yang sudah parah, infeksi atau abses, gigi geraham yang tertanam (impaksi), serta trauma atau patah akibat benturan keras. Sebelum prosedur dilakukan, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan arahan persiapan yang perlu diperhatikan pasien.

Setelah pencabutan pun, proses belum sepenuhnya selesai. Ada tahapan perawatan pasca cabut gigi yang penting untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.

Untuk memahami kapan tindakan cabut gigi geraham benar-benar diperlukan dan bagaimana prosesnya secara lengkap, baca selengkapnya di sini.

Table

Kapan Cabut Gigi Geraham Diperlukan

Jika kondisi-kondisi seperti berikut ini terjadi, berarti sudah waktunya ke klinik gigi untuk melakukan cabut gigi geraham.

Karies Gigi yang Parah

Karies gigi atau gigi berlubang yang sudah mencapai tahap parah menjadi salah satu alasan paling umum dilakukannya cabut gigi geraham. Pada tahap awal, karies masih bisa ditangani dengan tambalan. Namun, jika kerusakan sudah mencapai saraf gigi dan struktur gigi tidak lagi layak dipertahankan, pencabutan menjadi pilihan terbaik.

Cabut gigi geraham dalam kondisi ini bertujuan mencegah penyebaran infeksi ke jaringan sekitar serta menghilangkan sumber nyeri yang terus-menerus mengganggu aktivitas sehari-hari.

Infeksi atau Abses

Infeksi pada gigi geraham yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi abses, yaitu nanah yang mengumpul akibat infeksi bakteri. Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri hebat, gusi bengkak, bahkan demam.

Jika perawatan saluran akar sudah tidak memungkinkan atau infeksi terlalu luas, dokter gigi bisa memutuskan untuk cabut gigi geraham. Dengan begitu, infeksi tidak akan menyebar sampai ke tulang rahang maupun area wajah lainnya. Penanganan yang cepat sangat penting agar komplikasi serius dapat dicegah.

Gigi Geraham Tertanam

Gigi geraham, terutama geraham bungsu, sering kali tumbuh tidak sempurna atau tertanam di dalam gusi (impaksi). Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, peradangan gusi, sulit dibersihkan, hingga berisiko menimbulkan infeksi berulang.

Dalam situasi seperti ini, cabut gigi geraham menjadi solusi yang direkomendasikan untuk mencegah masalah berulang serta menjaga susunan gigi tetap sehat dan tidak terdorong oleh pertumbuhan gigi yang tidak normal.

Trauma atau Patah

Benturan keras akibat kecelakaan, olahraga, atau kebiasaan menggigit benda keras juga dapat menyebabkan gigi geraham patah. Jika patahan hanya sebagian kecil, gigi masih mungkin dipertahankan dengan perawatan tertentu.

Namun, bila kerusakan mencapai akar atau menyebabkan retakan vertikal yang dalam, pencabutan sering kali menjadi pilihan paling aman. Selain mencegah infeksi lanjutan, cabut gigi geraham pada kondisi trauma berat dilakukan untukĀ  dan menghindari rasa sakit yang berkepanjangan.

Baca juga: Penyebab Gigi Geraham Berlubang dan Cara Pengobatannya

Persiapan Sebelum Cabut Gigi Geraham

Sebelum tindakan dilakukan, tentunya dokter gigi tidak akan langsung mencabut gigi begitu saja. Ada tahapan pemeriksaan dan persiapan yang bertujuan memastikan prosedur berjalan aman, nyaman, dan minim risiko komplikasi.

Pemeriksaan Klinis dan Rontgen Gigi

Tahap pertama adalah pemeriksaan menyeluruh pada area gigi yang bermasalah. Dokter akan mengevaluasi kondisi gusi, tingkat kerusakan gigi, serta posisi akar. Dalam banyak kasus, rontgen gigi sangat penting untuk melihat struktur akar dan kondisi tulang rahang secara detail.

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menentukan apakah cabut gigi geraham memang menjadi pilihan terbaik atau masih ada alternatif perawatan lain yang bisa dilakukan.

Evaluasi Riwayat Kesehatan Pasien

Kondisi kesehatan umum pasien juga menjadi pertimbangan penting. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat penyakit seperti diabetes, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, atau alergi terhadap obat tertentu. Langkah ini penting untuk memastikan prosedur dilakukan dengan aman, termasuk dalam pemilihan jenis anestesi dan obat yang akan diberikan setelah tindakan.

Diskusi tentang Prosedur dan Anestesi

Salah satu ketakutan pasien sebelum cabut gigi adalah takut kalau nanti akan sakit saat gigi dicabut. Padahal, cabut gigi geraham dilakukan dengan anestesi lokal sehingga area yang dicabut akan mati rasa selama prosedur berlangsung.

Dokter juga akan menjelaskan tahapan tindakan secara singkat agar pasien merasa lebih tenang dan memahami apa yang akan terjadi. Komunikasi ini membantu mengurangi kecemasan sekaligus membangun rasa percaya sebelum tindakan dilakukan.

Anjuran Sebelum Tindakan

Pada prosedur dengan anestesi lokal, pasien umumnya diperbolehkan makan terlebih dahulu agar tidak merasa lemas setelah tindakan. Namun, jika terdapat rencana tindakan khusus atau kondisi medis tertentu, dokter dapat memberikan arahan berbeda sesuai kebutuhan klinis.

Pasien juga perlu memberi tahu dokter apabila sedang mengonsumsi obat rutin, terutama obat pengencer darah, obat jantung, atau obat untuk penyakit kronis lainnya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyesuaikan jadwal konsumsi obat untuk meminimalkan risiko perdarahan atau interaksi obat.

Selain itu, menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi sebelum datang ke klinik sangat dianjurkan untuk membantu mengurangi jumlah bakteri di rongga mulut.

Instruksi-instruksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari standar keamanan prosedur. Persiapan yang tepat membantu tindakan berjalan lebih lancar, mengurangi risiko komplikasi, serta mendukung proses pemulihan setelah cabut gigi geraham dilakukan.

Baca juga: Perawatan Saluran Akar Gigi: Proses dan Kapan Diperlukan?

Perawatan Setelah Pencabutan Gigi

Setelah cabut gigi geraham selesai, Anda mungkin akan mulai merasakan nyeri ringan hingga sedang ketika efek anestesi menghilang. Kondisi ini normal dan biasanya dapat dikontrol dengan obat yang diresepkan dokter. Proses penyembuhan sangat bergantung pada bagaimana Anda merawat area bekas pencabutan, terutama dalam 24-48 jam pertama.

Berikut panduan yang perlu diperhatikan:

Hal yang Perlu Dilakukan

Berikut adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan setelah cabut gigi geraham agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Menggigit Kasa Steril Selama 15-30 Menit

Setelah tindakan, dokter akan menempatkan tampon atau kasa pada area bekas pencabutan. Gigit dengan tekanan stabil selama 15-30 menit untuk membantu pembentukan bekuan darah.

Jika perdarahan tidak kunjung berhenti atau darah mengalir cukup banyak setelah beberapa jam, segera kembali ke dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut.

Konsumsi Makanan dan Minuman Dingin

Pada hari pertama, disarankan mengonsumsi minuman atau makanan dingin. Suhu dingin membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman.

Pilih Makanan Bertekstur Lunak

Selama beberapa hari awal, pilih makanan lunak seperti bubur, kentang tumbuk, atau nasi lembek. Hindari makanan keras dan renyah yang bisa melukai area bekas cabut gigi geraham.

Mengunyah di Sisi Berlawanan

Gunakan sisi mulut yang tidak mengalami pencabutan saat mengunyah untuk menghindari tekanan pada area luka.

Kompres Es pada Hari Pertama

Kompres es di bagian pipi luar selama 10-15 menit secara berkala pada 24 jam pertama untuk membantu mencegah atau mengurangi pembengkakan.

Tetap Menjaga Kebersihan Mulut

Sikat gigi tetap dilakukan seperti biasa, tetapi hindari area bekas pencabutan selama 24 jam pertama. Setelah 24 jam, Anda boleh berkumur lembut dengan air garam hangat dan mulai membersihkan area sekitar luka secara perlahan tanpa menyentuh langsung bekuan darah.

Minum Obat Sesuai Anjuran

Konsumsi obat pereda nyeri atau antibiotik sesuai resep dokter. Jangan menghentikan antibiotik sebelum waktunya meskipun sudah merasa membaik.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Lalu berikut ini adalah hal yang tidak boleh dilakukan setelah pencabutan gigi geraham.

Jangan Makan atau Minum Panas Selama 24 Jam Pertama

Makanan atau minuman panas dapat melarutkan bekuan darah dan memicu perdarahan ulang.

Jangan Berkumur Keras atau Menggunakan Sedotan

Tekanan dalam mulut dapat menyebabkan bekuan darah lepas dan meningkatkan risiko dry socket, yaitu kondisi nyeri hebat akibat luka terbuka kembali.

Jangan Menyentuh Area Bekas Cabut

Hindari menyentuh luka dengan lidah, jari, atau benda lain karena dapat menyebabkan infeksi.

Jangan Merokok atau Mengonsumsi Alkohol

Merokok dan alkohol dapat memperlambat penyembuhan serta meningkatkan risiko infeksi dan dry socket. Idealnya dihindari setidaknya 3-5 hari setelah pencabutan.

Hindari Aktivitas Fisik Berat

Olahraga berat atau aktivitas yang meningkatkan tekanan darah sebaiknya ditunda selama 1-2 hari pertama untuk mencegah perdarahan ulang.

Jangan Tidur dalam Posisi Terlalu Datar

Pada malam pertama, gunakan bantal tambahan agar posisi kepala sedikit lebih tinggi untuk membantu mengurangi risiko perdarahan.

Baca juga: Biaya Cabut Gigi Bungsu: Harga dan Tips Memilih Klinik

Lakukan Perawatan Gigi Rutin di Signature Dental Care BSD

cabut gigi geraham 2

Cabut gigi geraham dilakukan untuk mengatasi rasa sakit sekaligus menjaga kesehatan rongga mulut secara menyeluruh agar tidak terjadi komplikasi di kemudian hari. Pemeriksaan gigi rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini sehingga risiko pencabutan bisa diminimalkan.

Jika Anda mengalami keluhan pada gigi geraham atau ingin memastikan apakah perlu tindakan pencabutan, lakukan konsultasi di Signature Dental Care BSD. Klinik gigi BSD ini menyediakan layanan pencabutan gigi (tooth extraction), mulai dari cabut gigi biasa hingga tindakan bedah untuk kasus yang lebih kompleks.

Setiap pasien akan diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan apakah kasus termasuk pencabutan sederhana atau memerlukan penanganan dokter spesialis bedah mulut, seperti pada kondisi gigi impaksi.

Dengan fokus pada kenyamanan pasien, tersedia ruang tunggu yang nyaman, staf yang ramah, serta fasilitas pendukung seperti snack dan minuman ringan. Jam operasional yang cukup panjang juga memberikan fleksibilitas dalam memilih jadwal kunjungan.

Untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda, lakukan konsultasi dan buat janji melalui WhatsApp Signature Dental Care BSD di link ini. Penanganan yang tepat dimulai dari diagnosis yang akurat.

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Kapan Cabut Gigi Geraham Diperlukan? Ini Prosedur Lengkapnya Anda dapat mengunjungi kategori Perawatan Gigi.

drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS

Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :

Go up