Rahang Berbunyi: Penyebab, Gejala, Diagnosa, Pengobatan

rahang berbunyi 1

Pernahkah Anda mendengar bunyi aneh yang keluar dari rahang saat membuka mulut atau mengunyah makanan? Fenomena rahang berbunyi, yang sering disebut sebagai klik atau gemeretak, adalah masalah yang cukup umum terjadi pada banyak orang.

Meskipun bunyi tersebut terdengar sepele, namun sering kali menandakan adanya gangguan pada sistem rahang, terutama pada sendi temporomandibular (TMJ), yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Meskipun sebagian besar kasus tidak berbahaya, masalah ini bisa mengarah pada gejala yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Mengetahui penyebab rahang berbunyi sangat penting untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih besar di kemudian hari. Rahang berbunyi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan otot, gangguan pada sendi TMJ, hingga masalah gigi seperti maloklusi (gigitan yang tidak sejajar).

Dalam beberapa kasus, bunyi ini mungkin hanya mengindikasikan ketegangan sementara, namun pada kasus lain, bisa menjadi tanda adanya gangguan yang membutuhkan penanganan medis. Tanpa pemahaman yang tepat tentang penyebabnya, Anda mungkin akan mengabaikan gejala yang dapat berkembang menjadi masalah jangka panjang.

Selain itu, penting untuk memahami dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat gangguan pada rahang. Jika dibiarkan, masalah pada sendi rahang atau otot dapat menyebabkan rasa sakit kronis, kesulitan mengunyah, hingga terbatasnya pergerakan mulut. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.

Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dan berkonsultasi dengan profesional medis adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan gigi, mulut, dan rahang Anda.

Table

Apa Itu Rahang Berbunyi?

Rahang berbunyi atau yang sering disebut sebagai klik pada rahang adalah fenomena ketika terdengar suara tidak biasa saat Anda membuka mulut, mengunyah, atau bahkan berbicara. Bunyi ini muncul akibat adanya pergerakan pada sendi temporomandibular (TMJ), yang merupakan sendi penghubung antara rahang bawah dan tengkorak.

Sendi TMJ berfungsi memungkinkan rahang bergerak dengan lancar saat berbicara atau mengunyah, namun ketika terjadi gangguan atau ketegangan, sendi ini bisa menghasilkan bunyi yang tidak diinginkan.

Bunyi rahang berbunyi biasanya terjadi saat membuka mulut lebar atau saat mengunyah makanan keras. Pada beberapa orang, suara ini hanya terjadi sesekali, sedangkan pada lainnya, bisa muncul secara berulang-ulang dan terasa mengganggu.

Suara yang timbul dapat bervariasi, tergantung pada penyebab dan kondisi yang mendasarinya. Beberapa orang mungkin mendengar suara klik yang tajam, sementara yang lain bisa mendengar suara gemeretak atau desisan yang lebih lembut. Meskipun terkadang tidak disertai rasa sakit, bunyi ini tetap bisa menjadi tanda adanya masalah di area rahang atau sendi.

Jenis bunyi yang paling umum terdengar adalah:

  • Klik: Suara tajam yang muncul saat rahang bergerak, biasanya terjadi ketika membuka atau menutup mulut.
  • Gemeretak: Suara yang lebih kasar dan terus-menerus, sering terdengar saat mengunyah atau berbicara.
  • Desisan: Bunyi pelan yang terdengar ketika tekanan pada rahang berubah atau saat sendi bergerak dengan tidak normal.

Meskipun bunyi ini bisa terdengar sepele, penting untuk tidak mengabaikan jika suara tersebut terjadi secara terus-menerus, karena bisa menjadi indikator adanya gangguan pada sistem TMJ yang membutuhkan perhatian medis.

Penyebab Rahang Berbunyi

Rahang berbunyi bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi struktur dan fungsi rahang, khususnya sendi temporomandibular (TMJ), otot-otot sekitar rahang, serta kondisi gigi. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang dapat menyebabkan bunyi pada rahang:

Gangguan pada Sendi Temporomandibular (TMJ)

Sendi temporomandibular (TMJ) adalah sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Fungsi utama TMJ adalah memungkinkan pergerakan rahang saat kita berbicara, makan, atau mengunyah.

Ketika sendi TMJ mengalami gangguan atau masalah, pergerakan rahang menjadi terganggu, yang dapat menghasilkan bunyi klik, gemeretak, atau desisan.

Gangguan pada sendi TMJ bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan otot, kerusakan pada cakram sendi, atau pergeseran posisi sendi.

Pada kasus tertentu, gangguan ini dapat mengarah pada gangguan fungsional yang lebih serius, seperti kesulitan membuka mulut atau rasa sakit di area rahang.

Tegangan Otot Rahang

Ketegangan otot rahang sering kali menjadi salah satu penyebab rahang berbunyi. Spasme otot atau ketegangan yang berlebihan pada otot-otot yang menggerakkan rahang dapat menyebabkan pergerakan yang tidak normal, yang pada gilirannya menghasilkan bunyi saat rahang bergerak.

Penyebab ketegangan otot ini bisa bermacam-macam, mulai dari stres, kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, hingga pola makan yang menyebabkan tekanan berlebih pada otot rahang. Ketegangan otot dapat memperburuk gejala rahang berbunyi dan berpotensi menimbulkan rasa sakit atau kekakuan pada rahang.

Cedera atau Trauma

Cedera atau trauma pada area wajah atau rahang juga dapat menjadi penyebab rahang berbunyi. Kecelakaan, benturan keras, atau cedera pada rahang dapat merusak struktur sendi TMJ atau otot rahang, yang dapat mengakibatkan pergerakan rahang yang tidak normal dan menimbulkan bunyi.

Bahkan setelah cedera sembuh, terkadang masih ada gejala sisa yang berupa bunyi atau rasa tidak nyaman pada rahang. Dalam beberapa kasus, trauma dapat menyebabkan pergeseran pada sendi atau cakram TMJ, yang berpotensi mengganggu pergerakan rahang secara keseluruhan.

Gangguan Gigitan atau Maloklusi

Maloklusi atau ketidaksesuaian gigitan terjadi ketika gigi atas dan bawah tidak sejajar dengan sempurna, sehingga memengaruhi cara rahang bergerak saat mengunyah atau berbicara.

Ketidaksejajaran ini bisa menyebabkan ketegangan pada sendi TMJ dan otot-otot rahang, yang pada akhirnya menghasilkan bunyi saat membuka mulut atau mengunyah. Gangguan gigitan bisa disebabkan oleh faktor genetik, kebiasaan buruk seperti menggigit kuku, atau masalah dengan pertumbuhan gigi.

Pada beberapa kasus, gangguan gigitan bisa memerlukan perawatan ortodontik untuk memperbaiki posisi gigi dan mengurangi gejala bunyi pada rahang.

Arthritis atau Peradangan Sendi

Arthritis atau radang sendi pada sendi temporomandibular (TMJ) dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada sendi rahang.

Kondisi ini mengganggu kelancaran pergerakan rahang, yang bisa memicu munculnya bunyi saat rahang bergerak. Penyakit seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis dapat memengaruhi sendi TMJ, mengakibatkan kerusakan pada tulang dan jaringan di sekitar sendi.

Selain bunyi, peradangan pada sendi TMJ juga bisa menyebabkan rasa sakit, kekakuan, atau kesulitan saat membuka atau menutup mulut. Pengobatan untuk kondisi ini biasanya melibatkan obat anti-inflamasi atau terapi fisik untuk mengurangi gejala.

Baca juga: Harga Pasang Behel: Jenis, Faktor, dan Kisaran Harganya

Gejala yang Menyertai Rahang Berbunyi

rahang berbunyi 2

Meskipun rahang berbunyi terkadang terjadi tanpa disertai gejala lain, pada beberapa kasus, bunyi tersebut bisa disertai dengan berbagai keluhan yang mengganggu.

Gejala yang menyertai rahang berbunyi bisa bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasari masalah tersebut. Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering dialami bersama dengan rahang berbunyi:

Rasa Nyeri atau Ketidaknyamanan pada Rahang

Salah satu gejala yang paling umum terkait dengan rahang berbunyi adalah rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada area rahang. Rasa sakit ini bisa muncul secara lokal di sekitar sendi temporomandibular (TMJ) atau menyebar hingga ke sekitar wajah, leher, atau bahkan telinga.

Nyeri ini sering kali dirasakan saat membuka mulut lebar, mengunyah, atau berbicara. Ketegangan otot atau gangguan pada sendi TMJ bisa menyebabkan rasa sakit yang tumpul atau tajam, tergantung pada tingkat keparahan masalahnya.

Pembengkakan pada Sendi Rahang

Pembengkakan pada sendi rahang, terutama di sekitar area TMJ, juga bisa terjadi pada kondisi rahang berbunyi. Peradangan atau iritasi pada sendi dapat menyebabkan pembengkakan yang membuat pergerakan rahang menjadi lebih sulit dan menyakitkan.

Pembengkakan ini sering kali disertai dengan rasa hangat atau sensasi tegang di sekitar sendi rahang. Pembengkakan yang berkepanjangan bisa mempengaruhi kualitas gerakan rahang dan menyebabkan ketidaknyamanan yang lebih signifikan saat makan atau berbicara.

Kesulitan Membuka Mulut atau Mengunyah

Kesulitan membuka mulut lebar atau mengunyah makanan dengan nyaman merupakan gejala lain yang sering menyertai rahang berbunyi. Kondisi ini terjadi karena gangguan pada sendi TMJ atau ketegangan otot yang membatasi pergerakan rahang secara normal.

Pada beberapa orang, rasa sakit atau kekakuan yang muncul bisa menghalangi mereka untuk membuka mulut sepenuhnya, atau bahkan mengunyah dengan baik. Gangguan ini sering membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit dan bisa mempengaruhi pola makan atau berbicara.

Sensasi Kaku atau Terkunci pada Rahang

Sensasi kaku atau terkunci pada rahang adalah gejala lain yang bisa muncul bersamaan dengan rahang berbunyi. Kondisi ini terjadi ketika sendi TMJ atau otot rahang tidak bergerak dengan lancar, menyebabkan rasa terhambat atau terjebak saat membuka atau menutup mulut.

Beberapa orang melaporkan merasa seperti rahang mereka terkunci atau tidak bisa digerakkan sepenuhnya, yang bisa menyebabkan kecemasan atau ketidaknyamanan. Jika dibiarkan, sensasi terkunci ini dapat semakin memperburuk fungsi rahang dan menambah rasa sakit atau kekakuan.

Baca juga: Polip Gigi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Bagaimana Diagnosa Rahang Berbunyi?

Mengetahui penyebab pasti dari rahang berbunyi sangat penting agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Untuk mendiagnosis masalah pada rahang yang berbunyi, dokter atau spesialis TMJ akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengevaluasi kondisi rahang, sendi temporomandibular (TMJ), serta jaringan di sekitarnya.

Berikut adalah beberapa langkah yang umum dilakukan dalam proses diagnosis:

Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Gigi

Langkah pertama dalam mendiagnosis rahang berbunyi adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter gigi atau spesialis TMJ.

Selama pemeriksaan, dokter akan memeriksa pergerakan rahang, mendengarkan bunyi yang timbul saat rahang bergerak, dan meraba area sendi TMJ untuk mencari tanda-tanda pembengkakan, nyeri, atau ketegangan otot.

Dokter juga akan meminta Anda untuk melakukan beberapa gerakan, seperti membuka dan menutup mulut, untuk menilai apakah ada keterbatasan gerak atau sensasi yang tidak biasa.

Pemeriksaan fisik ini memberikan gambaran awal tentang apakah masalah tersebut disebabkan oleh gangguan pada sendi atau otot rahang.

Tes Pencitraan seperti X-ray atau MRI untuk Melihat Kondisi Sendi dan Jaringan di Sekitar Rahang

rahang berbunyi 3

Untuk diagnosis yang lebih mendalam, dokter mungkin akan merekomendasikan tes pencitraan, seperti X-ray atau MRI, untuk memeriksa kondisi sendi TMJ dan jaringan di sekitarnya.

  • X-ray: Pemeriksaan X-ray dapat membantu dokter melihat apakah ada kerusakan atau perubahan pada struktur tulang di sekitar sendi TMJ. X-ray juga dapat mengidentifikasi tanda-tanda arthritis atau kelainan struktural lainnya, seperti pergeseran atau kelainan posisi pada sendi rahang.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): MRI lebih detail dibandingkan X-ray dan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang jaringan lunak di sekitar sendi TMJ, termasuk cakram sendi dan otot-otot rahang. MRI sangat berguna untuk mendeteksi adanya peradangan, kerusakan pada cakram sendi, atau masalah pada jaringan lunak yang tidak dapat terlihat dengan X-ray.

Melalui pemeriksaan fisik dan tes pencitraan ini, dokter dapat menentukan penyebab pasti dari rahang berbunyi, apakah itu disebabkan oleh gangguan pada TMJ, ketegangan otot, maloklusi, atau kondisi medis lainnya. Dengan diagnosis yang akurat, langkah selanjutnya adalah merencanakan perawatan yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.

Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan gigi melalui Digital X-Ray dan CBCT (Cone Beam Computed Tomography), Anda bisa mengunjungi Klinik gigi Signature Dental Care BSD.

Sebagai klinik gigi terpercaya dengan prinsip Commitment to Personalized Oral Solutions, Signature Dental Care didukung oleh tenaga medis profesional, fasilitas yang lengkap, serta teknologi Digital X-Ray dan CBCT (Cone Beam Computed Tomography).

Pemeriksaan ini memungkinkan dokter gigi melihat kondisi gigi, akar, dan struktur tulang rahang secara lebih detail sebelum menentukan rencana perawatan.

Melalui teknologi Digital X-Ray dan CBCT, dokter gigi dapat memperoleh visualisasi yang lebih jelas, termasuk gambaran tiga dimensi, dengan paparan radiasi yang lebih minimal.

Proses pemeriksaan berlangsung cepat dan efisien, sementara hasilnya disimpan secara digital untuk memudahkan evaluasi lanjutan dan perencanaan tindakan yang lebih presisi sesuai kebutuhan pasien.

Selain layanan  Digital X-Ray dan CBCT, beberapa layanan orthodonti yang disediakan Signature Dental Care adalah seperti:

  • Cabut gigi
  • Dental implant
  • Perawatan gigi anak
  • Scaling dan dental spa
  • Konsultasi dan pemasangan kawat gigi
  • Veneer, crown, & bridges
  • Konsultasi dan pemasangan aligner

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa menghubungi kami melalui Whatsapp pada tautan ini.

Pengobatan dan Penanganan Rahang Berbunyi

Rahang berbunyi dapat diatasi dengan berbagai metode, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan masalahnya. Pengobatan yang tepat bertujuan untuk mengurangi gejala, mencegah kerusakan lebih lanjut, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Berikut adalah beberapa pendekatan umum dalam pengobatan dan penanganan rahang berbunyi:

Terapi Fisik atau Pijat Rahang

Salah satu cara efektif untuk mengatasi rahang berbunyi adalah dengan melakukan terapi fisik atau pijat rahang. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan otot yang mungkin menyebabkan pergerakan rahang tidak normal.

Teknik-teknik tertentu seperti pemijatan otot rahang, peregangan otot, dan terapi panas atau dingin dapat membantu melemaskan otot-otot yang tegang dan mengurangi rasa sakit.

Selain itu, terapi fisik juga dapat meningkatkan mobilitas rahang, membantu mengurangi sensasi kaku atau terkunci pada rahang, serta mencegah terjadinya cedera lebih lanjut pada sendi TMJ. Terapi ini sering dianjurkan oleh profesional medis seperti fisioterapis atau spesialis TMJ.

Penggunaan Alat Gigitan (Splint atau Mouthguard)

Alat gigitan, seperti splint atau mouthguard, adalah perangkat yang dirancang untuk melindungi gigi dan mengurangi tekanan pada sendi TMJ. Alat ini biasanya dipakai saat tidur dan berfungsi untuk mencegah kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) yang dapat memperburuk gangguan pada rahang dan TMJ.

Dengan menggunakan alat gigitan, tekanan pada sendi rahang dapat diminimalkan, sehingga mengurangi gejala bunyi pada rahang, serta rasa nyeri atau ketegangan otot yang sering menyertai kondisi ini.

Dalam beberapa kasus, dokter gigi atau spesialis TMJ akan meresepkan penggunaan alat gigitan khusus yang disesuaikan dengan bentuk gigi dan rahang pasien.

Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan adalah salah satu cara untuk meredakan gejala yang menyertai rahang berbunyi, seperti nyeri dan peradangan. Beberapa jenis obat yang sering direkomendasikan oleh dokter antara lain:

  • Obat Pereda Nyeri (Analgesik): Obat-obatan seperti ibuprofen atau parasetamol dapat membantu mengurangi rasa sakit yang timbul akibat gangguan pada rahang dan TMJ.
  • Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (NSAID): Obat ini tidak hanya mengurangi nyeri, tetapi juga membantu mengurangi peradangan pada sendi TMJ, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan pembengkakan.
  • Relaksan Otot: Jika ketegangan otot menjadi penyebab utama rahang berbunyi, dokter mungkin akan meresepkan relaksan otot untuk membantu mengurangi spasme otot rahang dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Obat-obatan ini dapat digunakan dalam jangka pendek untuk mengatasi gejala, tetapi penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna memastikan pengobatan yang aman dan tepat.

Pembedahan

Pembedahan hanya dipertimbangkan sebagai langkah terakhir ketika semua opsi pengobatan konservatif lainnya gagal atau jika masalah pada sendi TMJ sangat parah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, jika ada kerusakan struktural yang signifikan pada TMJ atau gigi yang memengaruhi pergerakan rahang, prosedur pembedahan mungkin diperlukan. Jenis prosedur yang dilakukan dapat bervariasi, mulai dari pembedahan untuk memperbaiki posisi sendi TMJ hingga penggantian sendi TMJ.

Pembedahan ini biasanya hanya direkomendasikan setelah pertimbangan matang dan setelah upaya pengobatan lain tidak berhasil.

Perubahan Gaya Hidup

Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup juga memainkan peran penting dalam penanganan rahang berbunyi. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi gejala antara lain:

  • Menghindari Kebiasaan Menggertakkan Gigi: Kebiasaan menggertakkan gigi, terutama saat tidur, dapat memperburuk ketegangan pada rahang dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sendi TMJ. Jika kebiasaan ini sulit dikendalikan, penggunaan mouthguard saat tidur bisa sangat membantu.
  • Manajemen Stres: Stres adalah faktor utama yang sering menyebabkan ketegangan otot, termasuk pada rahang. Mengurangi stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau aktivitas fisik lainnya dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan mencegah rahang berbunyi.
  • Postur Tubuh yang Baik: Memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan juga dapat membantu mengurangi ketegangan pada rahang dan otot sekitarnya, terutama bagi mereka yang sering bekerja di depan komputer atau melakukan aktivitas yang memerlukan perhatian panjang.

Baca juga: 5 Klinik Gigi dengan Layanan X Ray Gigi di BSD Modern

Kesimpulan

Rahang berbunyi memang sering dianggap sebagai masalah sepele, namun jika dibiarkan, gejala ini bisa mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup Anda. Bunyi pada rahang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan pada sendi temporomandibular (TMJ), ketegangan otot, cedera, atau masalah gigitan. Untuk itu, sangat penting untuk mengenali gejalanya sejak dini dan mencari pengobatan yang tepat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Jika Anda merasa terganggu dengan rahang berbunyi, tidak perlu khawatir. Kami di Signature Dental Care BSD siap membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk masalah ini. Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, tim profesional kami akan mendiagnosis penyebab bunyi pada rahang Anda dan merancang perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Kami memahami betul betapa pentingnya kenyamanan dan kesehatan mulut, dan kami berkomitmen untuk memberikan perawatan yang hangat, ramah, serta berkualitas.

Jangan ragu untuk menghubungi kami dan membuat janji temu melalui WhatsApp. Tim kami siap mendengarkan keluhan Anda dan memberikan konsultasi yang dibutuhkan. Di Signature Dental Care BSD, kami siap menjadi mitra dalam menjaga kesehatan gigi dan rahang Anda, dengan pendekatan yang penuh perhatian dan solutif. Semoga Anda segera merasa lebih nyaman dan sehat!

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Rahang Berbunyi: Penyebab, Gejala, Diagnosa, Pengobatan Anda dapat mengunjungi kategori Kesehatan Gigi.

drg. Anita Agustin

drg. Anita menyelesaikan studi kedokteran gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti dengan predikat cum laude pada tahun 2014. Selama masa studinya, ia pernah meraih beasiswa sebagai pencapaian penulisan makalah terbaik tentang xylitol dan, bersama timnya, meraih juara 3 untuk proposal riset mahasiswa dalam acara Dies Natalis.

Related posts :

Go up