- Signature Dental Premium Care BSD
- Kesehatan Gigi
- Sariawan Di Langit Mulut: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Sariawan Di Langit Mulut: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Sariawan adalah masalah kesehatan yang cukup umum, namun sering kali menyakitkan dan mengganggu kenyamanan kita sehari-hari. Sariawan ini biasanya berupa luka kecil yang muncul di dalam mulut, seringkali pada area yang mudah teriritasi, seperti bibir, , langit mulut, lidah, atau gusi.
Meskipun tidak berbahaya, sariawan dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu, terutama saat makan, minum, atau berbicara. Banyak orang yang mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup, dan dalam beberapa kasus, sariawan bisa muncul berulang kali.
Sariawan di langit mulut adalah jenis sariawan yang muncul pada bagian atas mulut, tepat di belakang gigi atas. Kondisi ini bisa lebih terasa mengganggu karena letaknya yang sulit dijangkau dan cenderung mudah teriritasi.
Langit mulut adalah area yang sangat sensitif, sehingga luka kecil akibat sariawan bisa menyebabkan rasa sakit yang lebih intens saat beraktivitas, seperti mengunyah makanan atau bahkan berbicara. Meski umumnya bersifat sementara, sariawan di langit mulut bisa menambah ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya.
Secara medis, sariawan di langit mulut disebut sebagai "ulser aphthous" yang muncul ketika jaringan mulut mengalami peradangan. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari cedera ringan, infeksi, hingga stres atau pola makan yang tidak seimbang.
Meskipun kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari hingga minggu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini dan memahami cara mengatasi serta mencegahnya agar kualitas hidup tetap terjaga tanpa gangguan.
Penyebab Sariawan di Langit Mulut
Sariawan di langit mulut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fisik, infeksi, pola makan, hingga kondisi medis tertentu.
Mengetahui penyebab-penyebab ini sangat penting agar kita bisa lebih mudah menghindari atau mengatasi masalah ini dengan tepat. Berikut adalah beberapa penyebab umum dari sariawan di langit mulut.
Faktor Fisik
Salah satu penyebab paling umum dari sariawan di langit mulut adalah cedera atau iritasi pada area tersebut. Hal ini bisa terjadi karena mengunyah makanan keras, seperti keripik atau kacang-kacangan, yang dapat melukai jaringan lunak mulut.
Selain itu, penggunaan sikat gigi dengan sikat yang keras atau kebiasaan menggigit pipi juga bisa menyebabkan luka kecil di langit mulut, yang kemudian berkembang menjadi sariawan.
Bahkan, pemakaian gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas juga bisa menyebabkan gesekan yang mengiritasi mulut dan memicu munculnya sariawan.
Faktor Infeksi
Infeksi oleh virus, bakteri, atau jamur juga dapat menyebabkan sariawan di langit mulut. Beberapa jenis infeksi virus, seperti virus herpes simplex, dapat menyebabkan luka di mulut yang mirip dengan sariawan.
Bakteri atau jamur yang berkembang biak di mulut juga dapat mengganggu kesehatan jaringan mulut dan menyebabkan peradangan yang akhirnya berubah menjadi sariawan.
Infeksi ini umumnya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh melemah, atau mulut tidak dijaga kebersihannya dengan baik.
Faktor Pola Makan dan Gaya Hidup
Kekurangan nutrisi tertentu dalam pola makan bisa menjadi faktor pemicu sariawan, terutama kekurangan vitamin B12, folat, atau zat besi.
Kekurangan vitamin-vitamin tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko peradangan di mulut. Stres dan kecemasan juga dapat berkontribusi pada kemunculan sariawan, karena stres diketahui dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Selain itu, alergi terhadap makanan tertentu atau bahan kimia dalam pasta gigi atau obat kumur juga dapat menjadi pemicu munculnya sariawan di langit mulut.
Kondisi Medis Tertentu
Penyakit autoimun dan gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn atau celiac disease, juga bisa meningkatkan risiko sariawan. Pada penderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, yang dapat mengakibatkan luka atau sariawan di mulut.
Gangguan pencernaan, seperti intoleransi terhadap gluten, juga bisa menyebabkan peradangan di mulut dan memicu sariawan. Jika seseorang memiliki kondisi medis tersebut, mereka mungkin lebih rentan mengalami sariawan berulang kali.
Baca juga: Tumor Gusi: Penyebab, Jenis, Diagnosis, dan Pengobatannya
Gejala Sariawan di Langit Mulut
Sariawan di langit mulut dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, yang sering kali mempengaruhi kenyamanan sehari-hari.
Gejala ini bisa bervariasi dari ringan hingga cukup parah, tergantung pada ukuran dan tingkat keparahan sariawan tersebut. Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat dialami oleh penderita sariawan di langit mulut.
Nyeri dan Perih saat Makan atau Bicara
Salah satu gejala yang paling khas dari sariawan di langit mulut adalah rasa nyeri atau perih yang muncul saat makan, minum, atau berbicara.
Makanan atau minuman yang terlalu panas, pedas, atau asam bisa memperburuk rasa sakit, karena bisa langsung mengenai luka yang ada di langit mulut.
Selain itu, berbicara atau bahkan tersenyum bisa menambah ketidaknyamanan akibat gesekan dengan bagian dalam mulut yang terluka.
Pembengkakan dan Kemerahan di Area Langit Mulut
Di sekitar luka sariawan, biasanya akan terlihat pembengkakan dan kemerahan. Area langit mulut yang biasanya halus dan tanpa banyak gangguan, akan tampak lebih merah dan bengkak karena peradangan yang terjadi. Pembengkakan ini juga bisa membuat rasa sakit semakin intens, terutama ketika ada kontak dengan gigi atau lidah.
Luka Berbentuk Bulat atau Oval dengan Pinggiran Putih atau Kekuningan
Luka yang terbentuk akibat sariawan di langit mulut umumnya berbentuk bulat atau oval dengan pinggiran yang terlihat lebih putih atau kekuningan.
Bagian tengah luka biasanya lebih terang atau berwarna pucat, sementara pinggirannya terlihat lebih gelap. Ini adalah tanda khas dari sariawan atau ulser aphthous, yang membedakannya dari luka mulut lainnya.
Rasa Tidak Nyaman atau Perasaan Terbakar
Selain rasa sakit yang tajam, sariawan di langit mulut juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang berkelanjutan. Beberapa orang melaporkan perasaan terbakar atau sensasi seperti terbakar di area yang terkena sariawan, yang bisa berlangsung bahkan saat tidak ada kontak langsung dengan makanan atau minuman.
Rasa terbakar ini bisa membuat seseorang merasa cemas atau lebih sensitif terhadap berbagai aktivitas di sekitar mulut.
Gejala-gejala ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga dua minggu, tergantung pada seberapa parah sariawan yang dialami. Meskipun tidak berbahaya, penting untuk menangani sariawan dengan benar agar rasa sakit dan ketidaknyamanan bisa berkurang secepat mungkin.
Baca juga: Rahang Berbunyi: Penyebab, Gejala, Diagnosa, Pengobatan
Cara Mengatasi Sariawan di Langit Mulut

Sariawan di langit mulut, meskipun umumnya tidak berbahaya, dapat menyebabkan rasa sakit yang mengganggu. Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sariawan ini, mulai dari pengobatan rumah hingga tindakan medis. Berikut adalah beberapa metode yang dapat membantu meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan.
Pengobatan Rumah
Berkumur dengan Air Garam atau Larutan Antiseptik
Salah satu cara yang paling sederhana dan efektif untuk mengatasi sariawan adalah dengan berkumur menggunakan air garam hangat.
Garam memiliki sifat antiseptik yang dapat membantu membersihkan luka dari kuman dan mempercepat proses penyembuhan. Cukup larutkan satu sendok teh garam dalam segelas air hangat dan berkumurlah beberapa kali sehari.
Selain itu, menggunakan larutan antiseptik khusus mulut juga bisa membantu mengurangi peradangan dan mencegah infeksi lebih lanjut.
Menggunakan Salep atau Gel Anti-Sariawan
Ada banyak produk salep atau gel yang dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter untuk meredakan sariawan. Produk ini biasanya mengandung bahan aktif seperti lidokain atau benzokain yang berfungsi sebagai anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit.
Salep atau gel ini dapat dioleskan langsung pada luka sariawan untuk memberikan efek pendinginan dan melindungi area yang terluka dari iritasi lebih lanjut.
Kompres Dingin pada Area yang Sakit
Kompres dingin bisa membantu meredakan rasa nyeri akibat sariawan di langit mulut. Caranya, ambil kain bersih atau kantong plastik kecil yang berisi es batu, lalu kompreskan pada area luar wajah yang dekat dengan langit mulut.
Efek dingin akan membantu mengurangi peradangan dan memberikan rasa nyaman. Namun, jangan langsung menempelkan es pada kulit atau mulut karena bisa menyebabkan iritasi.
Pengobatan Medis
Obat Resep (Misalnya, Kortikosteroid Topikal)
Jika sariawan tidak kunjung sembuh atau terasa sangat parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih kuat.
Obat kortikosteroid topikal sering digunakan untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk salep atau gel yang harus dioleskan langsung pada luka.
Terapi Laser atau Tindakan Medis Lainnya Jika Diperlukan
Dalam beberapa kasus, jika sariawan sangat besar atau tidak kunjung sembuh, dokter dapat menawarkan terapi laser untuk mempercepat penyembuhan.
Terapi ini melibatkan penggunaan laser berenergi rendah untuk merangsang penyembuhan luka dan mengurangi rasa sakit. Tindakan medis lainnya, seperti perawatan dengan obat-obatan imunomodulator, mungkin juga diperlukan pada kondisi tertentu yang lebih serius.
Diet dan Gaya Hidup Sehat
Menghindari Makanan Pedas atau Asam yang Bisa Memperburuk Kondisi
Saat mengalami sariawan, sebaiknya hindari makanan atau minuman yang pedas, asam, atau keras. Makanan seperti cabai, tomat, dan jeruk bisa memperburuk rasa sakit dan memperlambat penyembuhan. Sebaiknya konsumsi makanan yang lembut dan tidak merangsang luka agar mulut bisa cepat sembuh.
Mengonsumsi Makanan yang Kaya Vitamin dan Mineral
Kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin B12, folat, atau zat besi, bisa meningkatkan risiko munculnya sariawan. Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan.
Sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian adalah contoh makanan yang bisa membantu mencegah atau mengatasi sariawan.
Menjaga Kebersihan Mulut dengan Menyikat Gigi dan Menggunakan Benang Gigi secara Teratur
Menjaga kebersihan mulut adalah salah satu langkah penting dalam mencegah dan mengatasi sariawan. Menyikat gigi secara teratur dengan sikat gigi berbulu lembut dan menggunakan benang gigi dapat menghilangkan sisa makanan dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Menggunakan obat kumur antiseptik juga bisa membantu menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan.
Baca juga: Punya Lidah Putih? Ini Penyebab dan Cara Pengobatannya
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter
Meskipun sariawan umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, ada kalanya kondisi ini memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Beberapa tanda atau gejala tertentu dapat menunjukkan bahwa sariawan yang dialami perlu ditangani oleh dokter. Berikut adalah beberapa situasi di mana sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Sariawan Tidak Sembuh dalam Waktu Lebih dari Dua Minggu
Sariawan biasanya akan sembuh dalam waktu 7-10 hari, meskipun dalam beberapa kasus bisa berlangsung hingga dua minggu. Jika sariawan di langit mulut Anda tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah dua minggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Sariawan yang berlangsung lebih lama dari waktu normal bisa menjadi tanda adanya infeksi atau kondisi medis lain yang mendasari yang perlu penanganan lebih lanjut.
Sariawan Disertai dengan Gejala Lain yang Lebih Serius (Misalnya, Demam atau Pembengkakan Kelenjar Getah Bening)
Jika sariawan di langit mulut disertai dengan gejala lain seperti demam, rasa lelah yang berlebihan, atau pembengkakan kelenjar getah bening, ini bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius atau masalah kesehatan lain yang memerlukan perhatian medis.
Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan infeksi sistemik atau gangguan lainnya yang harus segera ditangani oleh dokter.
Sariawan yang Sangat Sering Muncul atau Parah
Jika Anda sering mengalami sariawan atau luka yang sangat besar dan parah, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih mendalam, seperti gangguan imun, penyakit autoimun, atau masalah pencernaan seperti penyakit Crohn.
Sariawan yang terlalu sering muncul atau sangat menyakitkan juga dapat mengganggu kualitas hidup, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Baca juga: Penyebab Gigi Geraham Berlubang dan Cara Pengobatannya
Kesimpulan
Sariawan di langit mulut meskipun tidak berbahaya, tetap dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Gejalanya yang menimbulkan rasa perih saat makan atau berbicara tentu membuat siapa pun merasa tidak nyaman.
Namun, dengan mengenali penyebab dan gejala sejak dini, serta mengetahui cara-cara efektif untuk mengatasinya, sariawan dapat dikelola dengan baik. Pengobatan rumah, pengobatan medis, serta perawatan kebersihan mulut yang rutin adalah langkah penting untuk mempercepat pemulihan dan mencegah timbulnya masalah serupa di masa depan.
Namun, menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan jauh lebih penting daripada hanya mengobati sariawan yang muncul sesekali. Pola makan yang seimbang, pengelolaan stres, dan kebersihan mulut yang baik adalah faktor utama yang mendukung kesehatan gigi dan mulut.
Sariawan bisa jadi salah satu indikator masalah kesehatan mulut yang lebih besar, dan penting untuk memperhatikan tanda-tanda tersebut dengan seksama agar bisa mencegah gangguan lainnya, seperti penyakit gigi atau infeksi gusi.
Jika Anda merasa khawatir tentang kondisi mulut atau ingin memastikan kesehatan gigi dan mulut Anda tetap terjaga, kunjungi kami di Klinik gigi Signature Dental Care BSD.
Tim profesional kami siap membantu Anda dengan berbagai perawatan gigi dan mulut yang tidak hanya mengatasi masalah sariawan, tetapi juga menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.
Dengan layanan yang hangat dan perhatian pada kenyamanan Anda, kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman perawatan gigi yang terbaik. Jadi tunggu apalagi? Anda bisa menghubuni kami melalui Whatsapp pada tautan ini.
Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Sariawan Di Langit Mulut: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya Anda dapat mengunjungi kategori Kesehatan Gigi.
drg. Anita menyelesaikan studi kedokteran gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti dengan predikat cum laude pada tahun 2014. Selama masa studinya, ia pernah meraih beasiswa sebagai pencapaian penulisan makalah terbaik tentang xylitol dan, bersama timnya, meraih juara 3 untuk proposal riset mahasiswa dalam acara Dies Natalis.

Related posts :