Tumor Gusi: Penyebab, Jenis, Diagnosis, dan Pengobatannya

tumor gusi 2

Tumor gusi adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang muncul pada area gusi, baik di rahang atas maupun bawah. Kondisi ini bisa bersifat jinak maupun ganas, tergantung pada jenis sel dan pola pertumbuhannya.

Banyak orang sering mengabaikan benjolan kecil di gusi karena tidak nyeri, padahal beberapa kasus bisa menunjukkan indikasi serius yang memerlukan penanganan medis.

Secara medis, tumor gusi diklasifikasikan sebagai massa jaringan lunak yang berkembang dari sel-sel epitel, jaringan ikat, atau pembuluh darah di area gingiva.

Tumor ini dapat muncul akibat iritasi kronis, perubahan hormonal, infeksi, atau faktor genetik. Tumor jinak seperti fibroma dan epulis lebih sering ditemukan, sementara tumor ganas seperti karsinoma sel skuamosa lebih jarang namun berisiko tinggi jika tidak segera ditangani.

Perbedaan utama antara tumor jinak dan ganas pada gusi terletak pada perilaku pertumbuhannya. Tumor jinak tumbuh lambat, terbatas di satu lokasi, dan jarang menyebar ke jaringan sekitarnya.

Sebaliknya, tumor ganas bersifat invasif, dapat menyebar ke jaringan lain, dan sering menimbulkan gejala seperti nyeri, pendarahan, atau bau mulut.

Mengenali ciri awal sangat penting untuk menentukan jenis dan langkah pengobatan yang tepat, jadi baca terus artikel ini sampai selesai untuk mengetahui secara mendalam mengenai tumor gusi.

Table

Apa Saja Penyebab Tumor Gusi?

Tumor gusi tidak muncul secara tiba-tiba. Pertumbuhan jaringan abnormal ini biasanya dipicu oleh rangkaian faktor yang memengaruhi sel dan jaringan gusi secara langsung maupun tidak langsung.

Penyebab tumor gusi dapat diklasifikasikan menjadi faktor lokal, faktor sistemik, serta gaya hidup, seperti kebiasaan merokok dan kebersihan mulut yang buruk. Pemahaman tentang penyebab ini sangat penting untuk pencegahan dan deteksi dini.

Faktor Lokal: Plak, Iritasi Kronis, Trauma Gusi

Faktor lokal adalah penyebab paling umum dari tumor gusi jinak. Berikut ini elemen utamanya:

  • Plak gigi memicu peradangan kronis pada jaringan gusi.
  • Iritasi mekanis dari gigi tiruan, kawat gigi, atau tambalan kasar menyebabkan respon proliferatif jaringan.
  • Trauma berulang, seperti menyikat gigi terlalu keras atau gigi goyang, dapat merangsang pertumbuhan jaringan abnormal.

Stimulasi lokal yang terus-menerus menyebabkan sel-sel fibroblas dan jaringan ikat berkembang secara tidak normal, menciptakan massa jaringan seperti fibroma atau epulis.

Faktor Sistemik: Hormonal (Kehamilan), Genetik, Infeksi

Faktor sistemik memengaruhi respons tubuh terhadap iritasi lokal atau mempercepat proses pembentukan tumor. Faktor utama meliputi:

  • Perubahan hormonal selama kehamilan memicu granuloma gravidarum (tumor kehamilan) di gusi.
  • Faktor genetik berperan pada predisposisi individu terhadap proliferasi jaringan.
  • Infeksi kronis, seperti periodontitis atau herpes virus, dapat memperburuk inflamasi dan menstimulasi pertumbuhan abnormal.

Pasien dengan imunitas lemah juga cenderung mengalami pembentukan lesi gusi akibat ketidakmampuan tubuh dalam mengendalikan peradangan.

Hubungan Kebiasaan Merokok dan Kebersihan Mulut

Merokok adalah faktor risiko signifikan dalam perkembangan tumor gusi. Efeknya meliputi:

  • Nikotin menurunkan aliran darah ke gusi, menghambat penyembuhan dan memperburuk inflamasi.
  • Racun dalam rokok mengganggu regenerasi sel dan meningkatkan kerusakan jaringan.
  • Kebersihan mulut yang buruk menyebabkan akumulasi plak dan kalkulus, memicu peradangan jangka panjang.

Kombinasi antara merokok dan kebersihan mulut yang rendah meningkatkan risiko munculnya tumor gusi jenis proliferatif dan inflamatorik.

Baca juga: Rahang Berbunyi: Penyebab, Gejala, Diagnosa, Pengobatan

Apa Jenis-Jenis Tumor Gusi?

Tumor gusi dapat dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan sifat dan perilaku pertumbuhannya, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Masing-masing jenis memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi gejala, pengobatan, maupun prognosis. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk pengobatan dan pencegahan lebih lanjut. Berikut adalah beberapa jenis tumor gusi yang perlu diketahui.

Tumor Jinak Gusi

Fibroma

Fibroma adalah tumor jinak yang paling umum ditemukan di gusi. Tumor ini berkembang dari jaringan ikat dan sering kali berbentuk benjolan kecil yang keras dan tidak nyeri.

Biasanya, fibroma muncul akibat iritasi kronis seperti kebiasaan menggigit bibir atau penggunaan gigi tiruan yang tidak tepat. Meskipun fibroma tidak bersifat kanker, pengangkatannya dianjurkan untuk mencegah gangguan fungsi mulut dan penampilan estetika.

Granuloma Piogenik

Granuloma piogenik adalah pertumbuhan jaringan yang terlihat seperti benjolan merah atau ungu di gusi, seringkali disertai perdarahan. Tumor ini berkembang akibat iritasi atau cedera ringan yang terjadi pada gusi.

Granuloma piogenik lebih sering terjadi pada wanita hamil karena perubahan hormon, tetapi dapat muncul pada siapa saja yang memiliki iritasi atau infeksi pada jaringan gusi. Walaupun tumor ini bersifat jinak, penanganan medis melalui pembedahan atau perawatan kebersihan mulut yang baik diperlukan untuk menghindari kekambuhan.

Epulis

Epulis adalah jenis tumor jinak yang muncul di gusi, biasanya sebagai benjolan berdaging yang tumbuh di sepanjang garis gusi. Terkadang, epulis terjadi akibat iritasi kronis, seperti akibat gigi palsu atau kawat gigi yang menekan gusi.

Meskipun tidak berbahaya, epulis seringkali memerlukan pembedahan untuk menghindari gangguan makan dan estetika. Tergantung pada jenis dan ukurannya, epulis bisa muncul dalam bentuk yang lebih kecil atau lebih besar, namun biasanya tidak menyebar ke jaringan lain.

Tumor Ganas Gusi

Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma sel skuamosa adalah jenis tumor ganas yang paling umum terjadi di gusi. Tumor ini berasal dari sel-sel lapisan epitel pada permukaan gusi dan dapat menyebabkan pembengkakan,

nyeri, pendarahan, serta bau mulut yang tidak hilang. Karsinoma sel skuamosa sering kali ditemukan pada individu yang merokok atau memiliki kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan mulut.

Tumor ini bersifat agresif dan bisa menyebar ke jaringan lain di rongga mulut atau bagian tubuh lainnya jika tidak segera ditangani dengan pengobatan seperti operasi, radioterapi, atau kemoterapi.

Sarkoma

Sarkoma adalah jenis tumor ganas yang jarang terjadi pada gusi, namun jika muncul, biasanya berasal dari jaringan ikat atau pembuluh darah di gusi.

Tumor ini lebih sering ditemukan pada individu yang memiliki kelainan genetik atau gangguan imun. Sarkoma gusi biasanya lebih sulit dideteksi pada tahap awal karena tidak menunjukkan gejala khas seperti tumor ganas lainnya.

Pengobatan sarkoma melibatkan pembedahan untuk mengangkat tumor, dan dalam beberapa kasus, pengobatan lanjutan dengan terapi radiasi atau kemoterapi mungkin diperlukan.

Baca juga: Punya Lidah Putih? Ini Penyebab dan Cara Pengobatannya

Bagaimana Diagnosis Tumor Gusi Dilakukan?

tumor gusi 3

Diagnosa tumor gusi memerlukan pendekatan menyeluruh, dimulai dari pemeriksaan klinis oleh dokter gigi hingga penggunaan pemeriksaan penunjang.

Mendeteksi tumor gusi sejak dini sangat penting untuk memastikan pengobatan yang tepat, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan peluang pemulihan. Proses diagnosis melibatkan beberapa langkah yang saling melengkapi.

Pemeriksaan Klinis oleh Dokter Gigi

Langkah pertama dalam mendiagnosis tumor gusi adalah pemeriksaan klinis oleh dokter gigi. Pada tahap ini, dokter gigi akan memeriksa kondisi mulut secara menyeluruh, termasuk gusi, gigi, dan jaringan lunak di sekitarnya.

Dokter akan mencari tanda-tanda adanya benjolan atau pembengkakan pada gusi, perubahan warna, pendarahan, atau rasa nyeri. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan apakah ada kelainan pada gusi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, dan apakah benjolan tersebut berpotensi menjadi tumor.

Selain itu, dokter gigi akan menggali riwayat kesehatan pasien, termasuk kebiasaan merokok, kondisi medis sebelumnya, atau penggunaan gigi palsu yang mungkin berhubungan dengan pembentukan tumor.

Pemeriksaan klinis ini seringkali menjadi langkah awal yang cukup untuk mendeteksi tumor jinak, namun jika tumor terlihat lebih kompleks atau ada kecurigaan keganasan, dokter akan melanjutkan ke pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan Penunjang: Foto Rontgen, Biopsi, Histopatologi

Jika pemeriksaan klinis menunjukkan adanya kelainan yang mencurigakan, dokter gigi akan merujuk pasien untuk pemeriksaan penunjang guna mendapatkan informasi lebih detail tentang jenis dan tingkat keparahan tumor. Beberapa metode yang sering digunakan antara lain:

  • Foto Rontgen: Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat apakah ada gangguan pada struktur tulang rahang yang berhubungan dengan tumor gusi. Foto rontgen dapat menunjukkan apakah tumor sudah menyebar ke tulang atau apakah ada kerusakan pada gigi yang ada di dekat tumor.
  • Biopsi: Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan tumor untuk dianalisis lebih lanjut. Sampel jaringan ini kemudian diperiksa di laboratorium untuk menentukan apakah tumor tersebut bersifat jinak atau ganas. Biopsi sangat penting untuk diagnosis pasti.
  • Histopatologi: Pemeriksaan histopatologi dilakukan untuk memeriksa struktur dan komposisi sel pada jaringan yang diambil melalui biopsi. Dengan analisis ini, dokter dapat mengetahui jenis sel yang berkembang di gusi dan menentukan apakah tumor berpotensi menjadi kanker atau tidak.

Deteksi Dini Melalui Pemeriksaan Rutin Mulut

Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah tumor gusi berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Salah satu cara terbaik untuk mendeteksi tumor gusi adalah dengan menjalani pemeriksaan rutin mulut setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan gigi rutin oleh dokter gigi akan memungkinkan deteksi masalah sejak awal, termasuk tanda-tanda tumor pada gusi yang mungkin belum menimbulkan gejala jelas.

Pemeriksaan rutin tidak hanya membantu mendeteksi tumor gusi, tetapi juga gangguan mulut lainnya seperti penyakit gusi atau infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan mulut secara keseluruhan. Jika Anda merasa ada perubahan pada gusi atau mulut, seperti benjolan, perdarahan, atau bau mulut yang tidak biasa, segeralah berkonsultasi dengan dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Penyebab Gigi Geraham Berlubang dan Cara Pengobatannya

Apa Saja Risiko Komplikasi Tumor Gusi?

Jika tidak ditangani dengan baik, tumor gusi dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang memengaruhi kualitas hidup pasien.

Meskipun beberapa jenis tumor gusi bersifat jinak dan tidak mengancam jiwa, ada juga yang dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar, seperti penyebaran ke bagian tubuh lain atau gangguan fungsi mulut.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali potensi komplikasi dan segera mencari pengobatan.

Penyebaran ke Tulang Rahang atau Jaringan Sekitar

Tumor gusi, terutama yang bersifat ganas, dapat menyebar ke jaringan sekitarnya jika tidak segera diobati. Salah satu risiko utama dari tumor yang tidak diobati adalah penyebaran ke tulang rahang.

Jika tumor merusak jaringan lunak gusi, ia dapat menyerang tulang rahang yang mendukung gigi, menyebabkan penurunan kekuatan struktural pada gigi dan rahang. Hal ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada struktur gigi, tetapi juga mempersulit proses pengobatan dan pemulihan.

Penyebaran ini dapat membuat pengobatan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan intervensi medis yang lebih agresif, seperti operasi besar atau terapi radiasi.

Dalam kasus tumor ganas, penyebaran ke jaringan sekitar bisa mengarah pada metastasis, di mana sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem limfatik.

Gangguan Fungsi Makan dan Bicara

Tumor gusi yang besar atau terletak pada area strategis bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk makan dan berbicara dengan nyaman.

Tumor yang membesar dapat mengganggu gerakan rahang, menyebabkan rasa sakit saat mengunyah makanan atau bahkan kesulitan membuka mulut. Pada kasus yang lebih parah, tumor gusi dapat menekan saraf atau struktur penting lainnya di mulut, seperti otot atau saluran darah, sehingga mengganggu proses bicara.

Gangguan fungsi makan dan bicara tentu saja berpengaruh besar terhadap kualitas hidup. Selain menimbulkan ketidaknyamanan fisik, kondisi ini juga bisa mengurangi rasa percaya diri, terutama jika tumor mempengaruhi penampilan atau menyebabkan bau mulut yang tidak sedap akibat infeksi.

Risiko Keganasan pada Beberapa Jenis Tumor

Meskipun sebagian besar tumor gusi bersifat jinak, ada beberapa jenis tumor yang dapat berkembang menjadi keganasan atau kanker mulut.

Karsinoma sel skuamosa, salah satu jenis tumor ganas gusi, adalah contoh tumor yang dapat menyebabkan penyebaran sel kanker ke jaringan lain.

Jika terdeteksi terlambat, tumor ganas ini dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tenggorokan, dan bahkan paru-paru.

Risiko keganasan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan yang cepat. Tumor ganas, meskipun dapat diobati dengan operasi, radioterapi, atau kemoterapi, sering kali memerlukan perawatan lanjutan dan pemantauan berkala untuk mencegah kekambuhan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak menunda pemeriksaan jika ada gejala yang mencurigakan pada gusi atau mulut.

Baca juga: Polip Gigi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Apakah Tumor Gusi Bisa Dicegah?

Meskipun tidak semua jenis tumor gusi dapat sepenuhnya dicegah, beberapa langkah pencegahan dapat mengurangi risiko berkembangnya tumor gusi, terutama yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan kebiasaan hidup.

Menjaga kebersihan mulut yang baik dan menghindari faktor risiko tertentu dapat membantu mencegah terjadinya tumor gusi, baik yang jinak maupun ganas. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena tumor gusi.

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Kebersihan mulut yang baik adalah langkah pertama yang sangat penting dalam pencegahan tumor gusi. Plak gigi yang menumpuk dapat menyebabkan iritasi kronis pada gusi, yang pada gilirannya bisa memicu pembentukan tumor jinak seperti fibroma atau epulis.

Membersihkan gigi secara teratur dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, menggunakan benang gigi (flossing), dan berkumur dengan obat kumur antibakteri dapat membantu mengurangi akumulasi plak.

Selain itu, perawatan gigi yang baik juga termasuk memeriksakan gigi secara berkala untuk mendeteksi masalah sejak dini. Gigi yang sehat dapat mengurangi risiko peradangan gusi dan mencegah komplikasi yang dapat berkembang menjadi tumor. Dengan menjaga kebersihan mulut, kita dapat menghindari banyak masalah kesehatan gusi yang lebih serius, termasuk pembentukan tumor gusi.

Menghindari Faktor Risiko (Rokok, Trauma, Iritasi Kronis)

Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan tumor gusi. Merokok adalah salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko tumor gusi, terutama yang bersifat ganas. Nikotin dan zat kimia lainnya dalam rokok dapat merusak jaringan gusi, menghambat penyembuhan luka, dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan peradangan.

Selain itu, menghindari trauma berulang pada gusi, seperti akibat kebiasaan menggigit bibir atau gigi tiruan yang tidak pas, juga dapat mengurangi risiko pembentukan tumor.

Iritasi kronis dari objek-objek tersebut bisa memicu pertumbuhan jaringan abnormal. Oleh karena itu, disarankan untuk berhati-hati dalam memilih perawatan gigi atau alat gigi yang sesuai agar tidak menyebabkan iritasi yang dapat berlanjut menjadi tumor gusi.

Pemeriksaan Gigi Rutin Setiap 6 Bulan

Pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan adalah cara terbaik untuk mendeteksi masalah mulut sejak dini, termasuk potensi tumor gusi. Dokter gigi dapat memeriksa adanya benjolan atau perubahan lainnya pada gusi yang mungkin tidak terdeteksi oleh pasien sendiri.

Dengan pemeriksaan rutin, tumor gusi yang bersifat jinak bisa segera diobati tanpa menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Selain itu, pemeriksaan ini juga memungkinkan deteksi dini tumor ganas yang mungkin tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga pengobatan bisa segera dilakukan untuk menghindari penyebaran lebih lanjut.

Pemeriksaan rutin juga memungkinkan dokter gigi untuk memberikan edukasi kepada pasien tentang cara merawat gigi dan gusi dengan lebih baik, serta mengidentifikasi kebiasaan buruk yang mungkin perlu dihentikan untuk mencegah perkembangan tumor gusi.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Menjaga kesehatan mulut sangat penting, tetapi tidak semua masalah mulut bisa diatasi sendiri. Ada kalanya gejala pada gusi atau gigi bisa menjadi tanda adanya masalah serius, termasuk tumor gusi.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tertentu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera menemui dokter gigi.

Gusi Membesar Tanpa Sebab

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan pada gusi yang terjadi tanpa alasan yang jelas. Jika gusi Anda membesar tanpa adanya perubahan dalam kebiasaan makan atau perawatan mulut, ini bisa menjadi indikasi adanya pertumbuhan jaringan abnormal, seperti tumor gusi.

Pembengkakan yang terus-menerus, meskipun tidak terasa sakit, sebaiknya segera diperiksakan karena bisa jadi merupakan tanda tumor jinak atau bahkan ganas yang berkembang di gusi.

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah pembengkakan tersebut disebabkan oleh iritasi atau infeksi, atau apakah ada kemungkinan tumor yang berkembang. Deteksi dini sangat penting untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

Muncul Benjolan yang Tidak Hilang Lebih dari 2 Minggu

Jika Anda menemukan benjolan di gusi yang tidak hilang lebih dari dua minggu, itu adalah sinyal untuk segera menemui dokter gigi. Benjolan yang bertahan lama bisa menjadi tanda adanya tumor jinak, seperti fibroma atau granuloma piogenik, atau bisa juga mengindikasikan tumor ganas yang membutuhkan perhatian medis segera. Benjolan yang tidak hilang bisa menandakan adanya gangguan pada jaringan gusi yang perlu diperiksa lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya.

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan klinis dan mungkin merekomendasikan tes tambahan, seperti biopsi atau foto rontgen, untuk memastikan jenis benjolan tersebut dan menentukan langkah pengobatan yang tepat.

Rasa Sakit atau Pendarahan Terus-Menerus di Gusi

Jika Anda merasakan rasa sakit atau pendarahan terus-menerus di gusi, ini juga merupakan tanda bahwa Anda perlu segera ke dokter gigi. Rasa sakit yang tidak kunjung hilang, terutama yang disertai dengan pendarahan yang tidak dapat dijelaskan, dapat mengindikasikan adanya tumor gusi atau infeksi yang lebih serius.

Tumor gusi, baik yang jinak maupun ganas, sering kali menyebabkan pendarahan atau rasa tidak nyaman saat menyikat gigi atau mengunyah makanan.

Pendarahan yang berulang bisa menjadi tanda peradangan atau pembuluh darah yang pecah di sekitar tumor. Untuk itu, segera periksakan diri Anda agar penyebabnya dapat diidentifikasi, dan langkah pengobatan yang tepat dapat segera dilakukan.

Periksa Kesehatan Gigi dengan Dukungan Dokter Gigi Profesional di Signature Dental Care BSD

harga pasang behel 2

Menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya tentang memastikan senyum Anda tetap putih dan bersih, tetapi juga tentang mencegah masalah serius yang bisa berkembang tanpa disadari, seperti tumor gusi.

Di Signature Dental Care BSD, kami memahami betapa pentingnya pemeriksaan rutin dan perawatan gigi yang menyeluruh untuk mencegah kondisi-kondisi yang dapat memengaruhi kualitas hidup Anda.

Dengan tim dokter gigi profesional dan berpengalaman, kami siap memberikan perhatian penuh pada kesehatan gusi dan gigi Anda, serta memberikan solusi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pemeriksaan gigi dan gusi secara berkala di klinik gigi akan membantu mendeteksi masalah lebih awal, termasuk potensi tumor gusi yang bisa berkembang tanpa gejala yang jelas.

Kami menggunakan teknologi terkini dan pendekatan yang ramah untuk membuat setiap kunjungan Anda nyaman dan informatif.

Jika Anda mengalami keluhan seperti gusi membesar, benjolan yang tidak hilang, atau pendarahan yang tidak normal, tim kami akan memberikan pemeriksaan mendalam dan memastikan Anda mendapatkan perawatan terbaik.

Jangan menunggu sampai masalah menjadi lebih besar. Dengan perawatan preventif dan pemeriksaan rutin, Anda bisa menjaga kesehatan mulut dan gusi Anda dengan lebih baik. Segera jadwalkan kunjungan ke Signature Dental Care BSD melalui whatsapp pada tautan ini dan biarkan kami menjadi mitra Anda dalam menjaga senyum sehat sepanjang hidup.

Jika Anda ingin mengetahui artikel lain yang serupa dengan Tumor Gusi: Penyebab, Jenis, Diagnosis, dan Pengobatannya Anda dapat mengunjungi kategori Kesehatan Gigi.

drg. Benedicta Gisela Camay Octivanny, MARS

Biasa dipanggil drg. Gisela Camay, dikenal sebagai dokter gigi yang aktif menangani perawatan estetik dan restoratif harian, dengan pengalaman klinis di Signature Dental Care serta latar pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Trisakti dan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan

Related posts :

Go up